
Raja Xin terdiam, hal kecil seperti apa yang di maksud Yun Yi?
Belum sempat memikirkan apapun, kini mereka berhenti. Long Jue turun dari kuda nya, lalu berucap.
"Kita hanya bisa menunggangi kuda nya sampai sini. Karena dari pohon ungu itu sampai ke reruntuhan para hewan tidak bisa masuk." Tunjuknya pada pohon dengan bunga ungu, bunga nya berbentuk aneh, Yun Yi belum pernah melihat bunga seperti itu di dunia nya dulu.
"Pohon apa itu?" Pertanyaan dari wanita ber-Hanfu biru yang ada di barisan belakang Yun Yi, sangat mewakili. Ia juga penasaran dengan pohon itu.
"Saya juga tidak tahu, Putri Kun. Intinya, jika anda melihat pohon maupun tumbuhan lainnya yang terlihat asing, mungkin itu adalah tanaman yang tumbuh dari bekas kekuatan Dewi Alam." Jelas Long Jue pada wanita ber-Hanfu biru yang di panggil Putri Kun itu.
Yun Yi melangkah, mengikuti yang lain nya. Mata nya tidak berhenti melihat-lihat kesekitar nya. Dia tidak menemukan satu hewan pun yang beraktifitas di sekitar sini. Semua hanya pepohonan dan tanaman-tanaman yang belum pernah Yun Yi temui.
Setelah berjalan beberapa puluh meter, akhirnya mereka berhenti di dekat lahan kosong yang sangat... Luas, luasnya bahkan mungkin melebihi sebuah lapangan sepak bola.
"Tuan Long di mana reruntuhan itu?" Tanya seorang pria.
"Benar, kenapa kita berhenti di depan lahan kosong ini?"
"Apa jangan-jangan Anda menipu kami?"
Orang-orang yang tidak sabar melihat reruntuhan yang di maksudkan menggerutu. Banyak pertanyaan dan pernyataan yang di tujukan pada Long Jue.
"Semua nya tenang." Ujar Nie Yang, dia juga adalah salah satu penemu reruntuhan, selain Long Jue.
"Reruntuhan itu ada di sini, namun ada yang harus di lakukan untuk membuka nya. Dan kamu di sini akan memberi tantanan pada kalian." Ujar Nie Yang.
"Tantangan apa itu Tuan Nie?" Seorang pria dengan tubuh besar dengan otot-otot nya maju, bertanya pada Nie Yang.
"Tantangan nya adalah di antara kalian harus ada yang bisa menemukan kunci agar kita bisa masuk ke dalam reruntuhan ini. Siapa pun yang mendapatkan kunci ini, dia akan lebih dulu masuk ke reruntuhan." Nie Yang menjelaskan.
Semua orang mengangguk paham. Namun, ada juga yang tidak setuju dengan tantangan ini.
"Bukankah ini membuang-buang waktu, apa susahnya tinggal membuka reruntuhan nya saja."
__ADS_1
"Benar."
"Benar itu."
Nie Yang tersenyum, dia sudah tahu akan ada orang yang protes dengan ini. "Maaf jika ini membuang waktu berharga Shào Yé, tapi saya mengadakan tantangan ini supaya ada sedikit bumbu di acara ini."
"Saya akan setuju kalau kalian, yang menemukan reruntuhan ini, tidak mencari kunci itu, atau memberi tahu murid kalian tentang keberadaan kunci itu bagaiman?" Tawar Jun Shu Ren, ia termasuk ke dalam orang-orang yang tidak setuju dengan tantangan ini.
"Baik." Long Jue dan Nie Yang mengangguk, menyetujui ucapan Jun Shu Ren.
"Tuan Nie, saya ingin bertanya." Kini giliran adik seperguruan Yun Yi yang lain yang berucap, Ming Yuan.
"Silahkan pangeran Ming."
"Kunci ini, apakah benar-benar berbentuk kunci, atau barang lain nya?" Nie Yang terlihat terkejut mendengar pertanyaan Ming Yuan, dan sudut bibir Yun Yi terangkat melihat wajah Nie Yang, yang seperti itu.
'Ternyata, adik seperguruan ku yang satu ini cukup pintar.' Sedari awal Yun Yi sudah merasa aneh saat Nie Yang mengumumkan tantangan ini.
"I-itu..." Nie Yang terlihat salah tingkah, dia sesekali melirik Long Jue dan Kun Jian, adik dari Raja Kerajaan Kun saat ini, dia termasuk ke dalam orang yang menemukan reruntuhan ini.
Ketika ke dua orang itu mengangguk, Nie Yang pun berucap. "Kunci ini bukanlah sebuah barang, melainkan sebuah tanaman."
"Seperti apa ciri-ciri nya?" Ming Yuan kembali bertanya.
Yun Yi tidak sengaja melihat tangan Long Jue yang terkepal, tapi aneh nya ia tidak dapat mendengar pikiran Long Jue. Padahal sedari tadi, pikiran orang-orang begitu berisik sampai-sampai membuat kepala Yun Yi sedikit pening.
'Aku harus mencari tahu, mengapa aku tidak bisa mendengar pikiran pria tua itu.'
"Itu.. saya akan sebutkan satu ciri, kunci ini adalah sebuah bunga." Ujar Nie Yang, memberi satu petunjuk.
Setelah Nie Yang berucap, semua oranga segera membubarkan diri dari kerumunan. sekarang semua nya tengah sibuk mencari kunci yang di maksud. Namun, Yun Yi dan Raja Xin malah tetap diam. Jika Raja Xin tidak berminat menemukan kunci ini. Maka Yun Yi sedari tadi hanya memperhatikan gerak-gerik Long Jue yang menurutnya mencurigakan.
Raja Xin yang tadi nya acuh terhadap sekitar, ia mengepalkan tangannya kala melihat Yun Yi yang terus memperhatikan Long Jue.
__ADS_1
"Yi'er." Raja Xin menghampiri Yun Yi.
"Kenapa?" Sahut Yun Yi tanpa mengalihkan pandangan nya.
"Kenapa kamu sedari tadi terus memperhatikan pria tua itu?" Yun Yi terdiam sejenak kala mendengar nada bicara Raja Xin.
Kepalanya menengok ke samping. "A'Guang, ini hanya hal kecil, kenapa kamu malah cemburu tidak jelas seperti itu."
Mendengar kata hal kecil dari mulut Yun Yi, Raja Xin teringat dengan ucapan Yun Yi ketika di jalan tadi. "Ini bukan hal kecil, aku benar-benar tidak suka kamu memperhatikan orang lain, selain aku."
"Gak perlu nge-gas juga kali." Tiba-tiba perkataan salah satu bawahan nya ketika dulu terlintas di kepala Yun Yi ketika mendengar ucapan Raja Xin.
'Kalimat yang tepat, tapi gak mungkin aku mengucapkan, A'Guang pasti tidak akan mengerti.' Batin Yun Yi.
"Kamu jangan marah, aku tidak memperhatikan Long Jue, hanya memantau nya saja." Tutur Yun Yi.
"Sama saja." Yun Yi menarik nafasnya, kenapa di saat seperti ini Raja Xin harus bertingkah seperti ini.
"Kamu jangan bicara lagi! Coba perhatikan gerak-gerik laki-laki itu, sedari tadi aku merasa anen dengan nya." Ujar Yun Yi pada akhirnya.
Raja Xin sedikit tidak suka dengan nada bicara Yun Yi, namun ia masih tetap memperhatikan Long Jue. "Apa nya yang aneh?"
"Makanya perhatikan, yang pertama sedari tadi Ling Jue tidak pernah jauh dari tiga bunga ungu itu. Dan yang ke dua, aku merasa sedari tadi matanya terus memberi kode pada tiga orang itu." Yun Yi menunjuk dua orang pria dan satu orang perempuan yang memakai seragam yang sama.
"Mungkin saja mereka muridnya." Terka Raja Xin.
"Aku pun berpikir demikian." Yun Yi mengangguk membenarkan ucapan Raja Xin.
"A'Guang, aku ingin minta tolong." Ujar Yun Yi saat Long Jue pergi ke arah tiga orang tadi.
"Apa yang bisa ku lakukan?"
...🔸️To Be Continued🔸️...
__ADS_1