
Bruk
"Akhirnya." Wen Yun bernafas lega ketika Raja Xin sudah bergeser ke samping Yun Yi. Ya, walau tangan Raja Xin yang menggenggam tangan Yun Yi tidak bisa di lepas.
Yun Yi menatap tangannya yang masih di genggam oleh Raja Xin dengan erat. Sekali lagi, Yun Yi mencoba melepaskan tangannya, tapi untuk ke sekian kalinya juga, dia tidak berhasil melepaskannya.
Krukk
Perut Yun Yi berbunyi, pertanda bahwa cacing-cacing di perutnya meminta makan. Yun Yi menoleh ke arah Wen Yun.
"Siapa namamu?" Tanya Yun Yi ketika teringat bahwa dia belum mengetahui nama gadis di depannya.
"Saya Wen Yun Xiăo Jiě, saya seorang Tabib." Wen Yun memperkenalkan dirinya.
Yun Yi menganggukkan kepalanya, lalu berkata. "Bisakah kamu memanggi An She? Tolong mintai dia untuk memasakan-ku sesuatu."
Wen Yun terdiam, dia menggaruk tengkuknya. "Em, anu Xiăo Jiě."
Melihat keraguan dari Wen Yun, alis Yun Yi terangkat. "Kenapa? Coba katakan." Pintanya.
"Begini, Shuan Si bercerita pada saya, bahwa tujuh hari yang lalu, An She dan Báishé tiba-tiba tertidur begitu saja. Dan sampai saat ini, saya maupun Shuan Si belum mengetahui penyebabnya karena apa." Jelas Wen Yun.
"Tertidur?" Gumam Yun Yi.
Wen Yun mengangguk.
"Kalau begitu di mana Shuan Si?" Tanya Yun Yi.
"Maaf, tapi saya juga tidak tahu dia kemana. Saat saya sedang menyiram di halaman, Shuan Si masuk ke dalam rumah dan ketika saya mencarinya tadi, saa tidak menemukannya." Ujar Wen Yun.
"Kalau begitu siapa yang akan memasak untukku?"
Walau Yun Yi bergumam dengan suara sangat kecil, karena Wen Yun sudah termasuk ke dalam Kultivator denan tingkat tinggi, ia masih dapat mendengar gumaman Yun Yi.
__ADS_1
"Em Xiăo Jiě, bagaimana jika saya saja yang memasak?" Dengan ragu-ragu Wn Yun menawarkan diri.
"Apakah tidak masalah?" Wen Yun bukanlah bawahnya, bagaimana Yun Yi bisa tahu? Karena dia tidak pernah melihat Wen Yun di dalam ingatannya.
Wen Yun menggeleng. "Justru saya merasa senang karena bisa memasak untuk anda."
Tentu saja senang, Dewi-nya kini berada di hadapannya, dan sedang kelaparan. Akan menjadi sebuah kebanggan besar jika Dewi-nya mengijinkan dirinya untuk memasak.
"Kalau begitu maaf merepotkanmu." Ucap Yun Yi.
"Emmm." Wen Yun kembali menggelenvkan kepalanya. "Tidak masalah."
Yun Yi tersenyum, dan menatap Wen Yun yang mulai keluar dari kamarnya.
Setelah Wen Yun tidak terlihat, kini Yun Yi beralih pada tangannya yang masih di genggam oleh Raja Xin.
"Apakah kamu tidak berniat melepaskannya? Jika kamu memgang tanganku yang ini, aku akan sangat sulit untuk beraktivitas."
"Bagaimana jika kamu memgang tangan kiriku saja?" Seolah mendengar ucapan Yun Yi, genggaman tangan Raja Xin mengendur.
Senyum kecil terbentuk di wajah cantik Yun Yi. Dirinya memiringkan tubuhnya, menyapa Raja Xin yang tengah memejamkan mata. "Apakah kamu mendengar perkataanku?"
Tak ada jawaban dari Raja Xin, namun walau seperti itu, Yun Yi kembali melanjutkan perkataannya.
"A'Jian, terimaksih Karen akmu sudah membantuku memperbaiki kristal inti. Dan maaf jika itu membuatmu seperti ini. Aku berjanji, setelah kristal itu benar-benar menyatu dengan tubuh dan jiwaku, aku akan membantumu untuk mengisinya kembali."
Yun Yi mengelus kepala Raja Xin yang kini masih asik memjamkan matanya, nafasnya teratur pertanda bahwa Raja Xin sedang tertidur. Wajah tidur damai Raja Xin membuat daya tariknya semakin meningkat, sampai membuat Yun Yi tidak dapat mengalihkan pandangannya.
Rasa bahagia membuncah di dadanya ketika mengingat kalau Raja Xin dengan tanpa ragu memberikan seluruh Qi spiritual nya, bahkan memberinya juga energi Naga Biru.
Satu tetes energi Naga biru, bisa membuat seseorang yang berkultivasi menjadi naik ke Ranah Dewa. Dan Raja Xin memberikannya setengah energi Naga yang di punya, itu berarti kekuatan yang ia dapat dari Raja Xin sangat besar.
Bahkan tanpa energi Naga biru pun, kristal inti milik Yun Yi sudah kaya dengan Qi spiritual. Apalagi, kini kristal intinya memiliki setengah energi Naga milik Raja Xin. Dirinya yakin, jika Shi Wen kembali mendatanginya, Yun Yi dapat mengalahkan Dewi itu dengan hanya beberapa kali serangan.
__ADS_1
Ia akui, kristal intinya memang sangat rakus terhadap kekuatan. Dari dulu sampai saat inipun, walau kristal intinya sudah di sisi dengan banya kekuatan, dia masih bisa menyerap kekuatan lain dengan cepat dan besar.
...> > > ✧✧✧ < < <...
Malam hari tiba, langit biru kini tergantikan dengan langit malam yang di penuhi dengan banyak bintang. Namun, sayangnya tidak ada bulan.
Shuan Si dan Zi Yui beberapa saat yang lalu baru saja kembali. Shuan Si menangis haru ketika melihat Yun Yi sudah sadar.
Ketika Yun Yi meminta Shuan si menjelaskan apa yang terjadi, malah Zi Yui yang menjelaskan. Dari mulai awal kejadian tertidur ya para peri dan hewan roh, serta kejadian saat seorang bawahan Shi Wen yang ketahuan oleh Raja Xin dan Zi Yui dan Shuan si mengejarnya.
"Lalu, siapa orang itu?" Tanya Yun Yi.
Zi Yui menggelengkan kepalanya. "Maaf, saya tidak tahu. Namun, yang pasti dia bukan Ru-an." Jawabnya, tanpa menyebut Yun Yi Dewi, karena Yun Yi sendiri yang melarangnya.
Sebenarnya Yun Yi ingin bercerita kalau semua ingatannya sudah kembali, tapi ketika melihat Raja Xin yang tertidur di sampingnya dan masih menggenggam tangannya, Yun Yi menjadi ragu.
Ada suatu bisikan yang selalu terngiang di kepalanya, untuk membicarakan hal ini pada Raja Xin terlebih dahulu. Bisikan itu seperti menegaskan bahwa, orang pertama yang mendengar fakta ini harus Raja Xin, dan Yun Yi mematuhi bisikan itu tanpa melawan.
"Xiăo Jiě apa yang sedang anda pikirkan?" Pertanyaan dari Shuan Si berhasil membuat Yun Yi kembali sadar. Dia menoleh mengapa Shuan Si yang menatapnya dengan penuh tanya.
"Tidak ada." Yun Yi menggeleng.
Walau masih ingin tahu, Shuan Si hanya bisa mengangguk saja. Dia melihat ke luar yang kini semakin gelap.
"Kalau begitu, kamu pamit dulu. Jika anda memerlukan bantuan kami, kami ada di luar." Pamit Shuan Si.
Shuan Si, Wen Yun dan Zi Yui segera meninggalkan kamar Yun Yi. Setelah kepergian mereka, Yun Yi kembali mengamati Raja Xin yang tengah tertidur.
Bulan yang tadinya tertutupi awan kini mulai menampakkan diri, cahayanya menembus masuk ke dalam kamar Yun Yi.
Raja Xin yang tengah tertidur tiba-tiba bergerak gelisah, tangan yang menggenggam tangab Yun Yi semakin mengerat, ada buliran keringat yang keluar dari pelipis Raja Xin.
"A'Jian?" Melihat keanehan yang di alami Raja Xin, Yun Yi merasa heran.
__ADS_1
Tangannya terulur menyentuh wajah Raja Xin. "Auh!" Panas, wajah Raja Xin begitu panas, dia melihat tangannya yang sedikit memerah. Dan ketika Yun Yi kembali melihat wajah Raja Xin, mata Yun Yi melirik kaget ketika beberapa bagian wajah Raja Xin terdapat sisik biru yang indah.
...🔸️To Be Continued🔸️...