Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Jangan sampai Dewi-nya marah besar


__ADS_3

"Dia... dia di bawa Kaisar."


Setelah pelayan itu berbicara, Yan Shui terlihat sangat khawatir. Beda halnya dengan Yun Yi yang terbengong tidak mengerti.


"Kalau di bawa Kaisar memangnya kenapa?" Tanya Yun Yi, penasaran. Memangnya apa masalahnya jika seseorang di bawa oleh Kaisar mereka?


"Dewi, saya lupa menyampaikan satu hal." Ucap Yan Shui setelah berbalik.


"Apa itu?"


"Dewi... Kaisar saat ini begitu menyukai gadis muda... dia..."


Walau Yan Shui tidak melanjutkan, Yun Yi pun menjadi paham. Ia teringat dengan perkataan siluman rubah di hutan kabut, dahulu.


"Apa Kaisar itu memang sering melakukan hal ini?" Tanya Yun Yi.


Raut wajah tenangnya kini tergantikan dengan wajah tanpa ekspresi. Udara di sekitar terasa menurun menjadi sangat dingin, bahkan Yan Shui yang memiliki Kultivasi tinggi pun hampir mengeluh.


"Ini.. memang sering terjadi." Dengan takut-takut pelayan itu menyahuti.


Tanpa sepatah katapun, Yun Yi pergi begitu saja. Meninggalkan dua perempuan yang menatap Yun Yi dengan wajah kaget.


Tapi, tiba-tiba Yan Shui tersadar, Matana melotot dan memekik kecil. "Oh tidak!"


Yan Shui mengikuti Yun Yi dengan terburu-buru, sampai tidak mengingat pelayan itu. Yang ada di pikiran Yan Shui kali ini adalah, menghentikan Yun Yi atau menenangkannya. Jangan sampai Dewi-nya marah besar, atau akan ada beberapa bangunan yang mungkin rusak.


Yun Yi kini sudah di depan gerbang istana Kerajaan siluman. Dia menatap datar pada dua penjaga gerbang, siluman serigala.


Mengabai kedua penjaga itu, Yun Yi masuk ke kawasan istana dengan satainya.


Ke dua penjaga segera ingi menghentikan Yun Yi. Tapi sebelum mereka dapat menyentuh Yun Yi, sebuah energi spiritual menyerang mereka dari arah belakang, dan pelakunya adalah Yan Shui yang baru saja sampai.


Melihat Dewi-nya pergi begitu saja, Yan Shui menghela nafas. "Semoga tidak ada yang terluka parah kalau mereka bertemu dengan Dewi nantinya."


Yun Yi menatap sekelilingnya, bukan hanya peraturan dunia siluman yang berubah. Bahkan kini bangunan istana sudah hampir delapan puluh persen berubah.

__ADS_1


"Seperinya Yue Yi ingin menghilangkan jejak Kaisar sebelumnya." Gumam Yun Yi.


Dirinya terus berjalan, menuju sebuah tempat penting yang mungkin saja Yue Yi ada di sana.


Brak


Pintu pengadilan terbuka dengan keras, Suaranya menggema di ruang pengadilan yang hening.


"Lancang!" Seorang Mentri erteriak marah ketika melihat seorang manusia masuk begitu saja ke ruang pengadilan istana.


Jika beberapa mentri terlihat marah, dan bertanya-tanya siapa gadis yang masuk secara paksa ke ruang pengadilan ini, dia terlalu berani.


Sedangkan Yue Yi kini berdiri dari duduknya dan memandangi Yun Yi dengan wajah senang, karena wajah Yun Yi yang terkesan manis.


Namun, ketika mata Yun Yi dan Yue Yi bertemu. Yue Yi merasakan tubuhnya menegang kaku. Yue Yi merasa, tatapan itu begitu familiar dan terasa mengancam.


Dan ketika Yan Shui masuk dengan terengah-engah. Semua orang di dalam ruang pengadilan semakin kebingungan.


Yun Yi menatap Yue Yi yang terus memperhatikan dirinya. Dia mendengus dingin, langkah demi langkah, Yun Yi mulai mendekat ke arah Yue Yi.


Yue Yi menaikkan satu alisnya. "Mohon maaf, gadis mana yang Gūniáng maksud?"


"Dan, anda tidak tahukah siapa saya? Mengapa anda begitu berani menatap saya dengan mata seperti itu?" Lanjutnya.


Walau punggung Yue Yi terasa begitu dingin, tapi karena harga dirinya sangat tinggi, ia mencoba menenangkan diri dan bersikap tenang.


"Yue Yi, jangan berpura-pura tidak tahu."


Semua orang yang ada di ruang pengadilan, termasuk Yan Shui, begitu terkejut, ketika Yun Yi dengan tanpa beban menyebut nama Kaisar Dunia siluman saat ini.


Walau Yan Shui tahu, kalau ini adalah Dewi-nya dengan tubuh barunya, tapidirinya masih tetap merasa terkejut.


"Gūniáng, apakah anda sudah bosan hidup?" Yue Yi menatap Yun Yi dengan marah. Dirinya memang menyukai bunga yang cantik, tapi Yue Yi sangat tidak suka bunga yang berduri.


"Bisakah kamu tidak berbasa-basi, saat ini saya hanya menanyakan di mana gadis yang baru saja anda bawa ke dalam istana ini?" Yun Yi mengabaikan pertanyaan awal Yue Yi, dia datang ke sini karena berniat menjemput gadis yang di maksud pelayan tadi.

__ADS_1


"Jika Gūniáng membicarakan gadis-gadis yang akan memanjakan Zhen, Zhen tidak akan memberiahukan keberadaan mereka. Karena mereka, sekarang sudah menjadi milik Zhen." Tangan Yue Yi terangkat, lalu muncul banyak prajuri yang mengelilingi Yun Yi.


"Bawa gadis itu, dan tempatkan ia di kamar Zhen." Titah Yue Yi, dengan mata dingin.


Yan Shui merasa panik, ketika dirinya hendak mendekat, Yun Yi terlihat menggeleng.


Yun Yi akan menyelesaikan ini sendiri, kalau Yue Yi tidak akan memberi tahu keberadaan para gadis itu, maka dirinya akan mencarinya sendiri.


Saat para prajurit mendekat dengan senjatanya masing-masing, dan hendak memojokkan Yun Yi.


Tiba-tiba, sebuah tanaman rambat entah muncul dari mana. Tanaman rambat itu mengikat pergerakan pra prajurit yang hendak menangkap Yun Yi.


"Argh!" Salah satu dari mereka mencoba melakukan diri dengan cara memotong tanaman rambat itu dengan pedangnya. Namun, tanaman rambat itu tidak bisa di potong, dan bahkan malah prajurit itu yang terluka akibat duri besar yang tumbuh secara tiba-tiba dari salah satu ujung tanaman rambat.


"Jika kalian menyerang Xinxin, itu semua sia-sia, bahkan Xinxin akan membalasnya dengan lebih kejam." Ujar Yun Yi dengan wajah dingin.


Mengabaikan mereka, kini Yun Yi berjalan keluar dari ruang persidangan, berniat mencari para gadis yang di tangkap.


"Tunggu!"


Sring


Teriakan Yue Yi terdengar, bersamaan dengan sebuah pedang melayang dan tertancap di ubun di depan Yun Yi.


Di belakang, jantung Yan Shui serasa akan meloncat keluar. "Dewi..." Yan Shui dengan cepat menghampiri Yun Yi, wajahnya begitu gelap, khawatir dan marah.


"Kaisar! Anda keterlaluan!" Jika biasanya Zhao selalu tenang, namun kali ini Yan Shui tidka bisa untuk tenang. Pria itu dengan berani melayangkan sebuah pedang dengan cepat ke arah Dewinya, tidak bisa di maafkan.


Yue Yi yang merasa aneh dengan panggilan Yan Shui pada gadis itu, dan ketika mendengar teriakan kemarahan dari nyonya kediaman Zhao itu, mengerutkan keningnya. Siapa gadis itu sampai begitu di jaga oleh kediaman Zhao?


"Zhao Fūrén, mengapa anda begitu berani meneriaki Kaisar kita, di mana etikamu? Apakah kediaman Zhao kini sudah tidak memiliki etika terhadap pemimpin mereka lagi?" Seorang Mentri menatap tajam Yan Shui, dan berkomentar dengan pedas.


"Untuk apa aku harus menggunakan etiketku pada pria yang berani berniat mencelakai Dewi-ku." Yan Shui mendengus tidak senang.


"Zhao Fūrén, sebenarnya siapa gadis itu? Dan mengapa anda memanggilnya Dewi?"

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2