Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Kabut


__ADS_3

Brak


Ru-an berbalik, dia memasang kuda-kuda nya ketika di depannya banyak pria berpakaian serba hitam.


Matanya memicing, mengamati baju pria serba hitam itu. "Siapa yang mengirim kalian?"


"Kau tidak perlu tahu."


Penjaga bayangan yang di tugaskan Raja Xin segera menyerang Ru-an. Ru-an memang kuat karena dia adalah roh petir hitam, tapi tingkatan penjaga bayangan juga tidak rendah, apalagi Ru-an hanya sendirian.


Tentu saja Ru-an kewalahan saat mereka menyerang secara bersamaan.


Buk


Buk


Wush


Adu tinju, bahkan sampai mengeluarkan serangan spiritual. Sudah ada beberapa barang Yun Yi yang rusak akibat seranga spiritual yang di hindari para penjaga bagayangan.


Karena terpojok, Ru-an mengeluarkan cambuk petirnya.


Ctass


Salah satu dari penjaga bayangan terkena serangan Ru-an. Melihat rekannya yang terluka, penjaga bayangan lain mengeluarkan cambuk juga.


Ctas


Ctass


Suara cambuk yang terus beradu menggema di akamr Yun Yi. Di antara Ru-an dan para penjaga bayangan tidak ada yang mau mengalah.


Ctass


"Sshh." Satu cambukkan berhasil mengenai lengan Ru-an.


Sepertinya penjaga bayangan yang memegang cambuk, mengalirkan Qi spiritual nya pada cambuk sehingga membuat luka yang di hasilkan cambuk itu dua kali lebih sakit.


Pertarungan antara penjaga bayangan dan Ru-an berlangsung cukup lama. Pertarungan itu terhenti beberapa saat, ketika seekor kucing melintas di antara Ru-an dan para penjaga bayangan.


Setelah kucing itu menjauh, Ru-an berniat akan menyerang para penjaga bayangan lagi. Namun, tiba-tiba ia tidak bisa mengeluarkan Qi spiritual nya. Alisnya bertaut ketika ia juga tidak bisa merasakan Qi spiritual di sekitarnya.


Meong


Tepat setelah kucing putih itu mengeong, cambuk yang di pegang Ru-an tiba-tiba terbakar begitu saja. Karena cambuknya masih di pegang Ru-an, pergelangan tangan Ru-an pun ikut terbakar.


"Argh!"

__ADS_1


Seharusnya api berwarna oranye ke merahan, tapi api yang membakar cambuk dan tangan Ru-an itu berwarna putih ke biruan.


Ru-an menatap kucing putih yang dengan santainya menjilati bulu-bulu nya.


"An She." Geram Ru-an.


Meong


Lagi, setelah kucing putih itu mengeong seperti ada tangan tak kasat mata yang mendorong Ru-an dengan keras.


Bruk


"Uhuk." Entah karena terbentur dinding, atau memang serangan itu sangat kuat sehingga membuat Ru-an memuntahkan seteguk darah.


"Pergi!" Suara itu menggema di kamar Yun Yi. Seperti suara seorang wanita yang sedang marah, nada nya sangat tajam dan dingin.


Wush


Dalam sekejap Ru-an sudah menghilang. Para penjaga bayangan menatap kucing putih itu dengan bingung.


"Dàgē¹, apakah yang menyingkirkan roh petir hitam adalah... Kucing ini?" Tanya salah satu dari penjaga bayangan.


"Sepertinya begitu." Ucap pria yang di panggil Dàgē.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Raja Xin menunggangi kudanya di samping kereta yang di tempati Huang bersaudara, kecuali Qiou Yue,dan juga Putri Wang.


Yun Yi duduk di dekat jendela, tirainya pun di angkat, supaya Yun Yi bisa melihat ke luar. Tadinya ia ingin menunggangi Xiao Bai, tapi di larang oleh Jendral Huang.


Walaupun tirai nya terbuka, namun sedari awal perjalanan sampai sekarang, Yun Yi maupun Raja Xin tidak saling menyapa sama sekali. Mereka sama-sama diam, hanya terdengar suara percakapan antara Yu Lin dan Min An, dan suara ricuh yang di hasilkan oleh langkah kuda dan juga kereta.


Jendral Huang yang berada di barisan belakang mengerut kan alisnya, heran. "Apakah mereka bertengkar?" Gumamnya ketika melihat keterdiaman antara Yun Yi dan Raja Xin.


Tiba-tiba, Wanran dan Guang Luo yang berada di barisan paling depan menarik tali kekang kudanya.


Otomatis rombongan yang ada di belakang mereka pun ikut berhenti.


Guan Yin membuka tirai jendela lalu menatap keluar, "Apa apa ini?" Ia bertanya pada suaminya yang berada di depan kereta yang ia tempati.


"Hutan nya di penuhi kabur tebal." Sahut Wanran.


Karena penasaran Guan Yin turun dari keretanya lalu berdiri di samping Wanran yang juga sudah turun dari kudanya.


"Mengapa bisa ada kabut setebal ini?" Guan Yin menatap Hutan yang sudah tidak terlihat akibat kabur yang sangat tebal.


"Kalau tidak salah, hutan ini adalah hutan tanpa pemilik, pembatas antara wilayah Kerajaan Xin dan Kekaisaran Wang." Ujar Guang Luo.

__ADS_1


"Sepertinya begitu." Sahut Wanran.


Yun Yi yang juga penasaran segera turun dari kudanya, di ikuti oleh Putri Wang dan kedua adik Yun Yi, Min An dan Yu Lin.


"Mengapa hutan ini jadi berkabut?" Gumam Putri Wang.


"Kabut nya pun terlihat aneh, warna nya agak kehijauan." Sambung Yun Yi.


Raja Xin yang melihat Yun Yi berdiri di depan sana, ia segera memacu kudanya untuk mendekat.


'Sejak kapan hutan ini berkabut? Bukankah Shen bilang kemarin semuanya baik-baik saja?' Batin Raja Xin.


Yun Yi terdiam di tempat, ia menatap kabut tebal itu. 'Apakah mungkin kabut setebal ini dapat terbentuk dalam waktu cukup singkat?' Batinnya ketika mendengar pikiran Raja Xin.


Mata Yun Yi menelusuri sekitar, tidak ada gunung meletus atau apapun yang bisa mengebabkan kabut tebal.


'Aneh.' Baru saja Yun Yi akan bergumam seperti itu, pikiran Raja Xin yang terdengar oleh Yun Yi membuatnya diam.


Ketika angin berhembus dari arah dalam hutan dengan kencang, semua orang yang ada di barisan terdepan mengerutkan keningnya.


"Wle, bau apa ini?" Yu Lin dengan cepat mengapit hidungnya.


"Uhuk, uhuk." Bau itu sangat menyengat, sehingga membuat Guang Luo, Wanran Dan Guan Yin yang ada di paling depan terbatuk.


Aroma aneh, yang sangat menusuk hidung itu sepertinya berasal dari dalam hutan yang terbawa angin kencang.


Baunya bukan bau busuk seperti bau mayat atau bangkai lainnya. Bahkan bukan bau seperti yang di hasilkan tumpukan sampah yang ada di zaman modern.


Baunya aneh, bahkan Yun Yi tidak dapat mendeskripsikan nya.


"Apakah tidak ada jalan lain selain melewati hutan ini?" Tanya Yun Yi entah pada siapa.


"Ada, tapi semua jalurnya sangat berbahaya. Dan kalau melewati lautan, kita akan memakan waktu lama untuk segera sampai di Kekaisaran Xi." Jelas Raja Xin.


"Ini semua salah mu, mengapa membawa kita ke Kerajaan Xin." Ujar Yun Yi, menyalahkan Raja Xin.


Raja Xin tersenyum pahit, ia menundukkan kepalanya. Sepertinya gadisnya ini tengah dalam suasana hati buruk.


"Maafkan aku." Sesal Raja Xin.


...🔸️To Be Continued🔸️...


Note 📝:



Dàgē \= kakak laki" pertama (tertua).

__ADS_1



__ADS_2