
"Aku benar-benar sudah membereskan nya." Sahut Da Hui Ling.
"Lalu kenapa mereka bisa punya bukti itu?" Tanya Da Hui Long dengan wajah dingin.
"Aku pun tidak tahu."
Jendral Huang yang sudah kesal karena dua selirnya malah berbisik-bisik seperti itu pun bangkit dari duduknya.
"Apakah kalian berdua sudah selesai berbisik-bisik nya?" Tanya Jendral Huang.
Aura yang di keluarkan Jendral Huang membuat Da Hui Long dan Da Hui Ling bergetar, ketakutan.
"Apakah kalian mengaku telah melakukan kejahatan?" Tanya Kasim Luo.
"Jendral saya dan JiěJiě di fitnah! Kami tidak mungkin melakukan hal buruk seperti itu." Sangkal Da Hui Ling.
Yun Yi yang melihat itu tersenyum miring, "Dia telat memberikan sangkalannya." Gumam Yun Yi.
"Sudahlah jangan beralasan, lebih baik kalian mengaku saja. Suapaya sidang ini lebih cepat." Ucap Qiou Yue yang sudah mulai bisan duduk di sana.
"Shào Yé, kami benar-benar tidak melakukan itu, itu fitnah. Pasti ada orang yang tidak suka pada kami berdua dan menjebak kami seperti ini." Da Hui Ling membela diri, dan adiknya.
Jendral Huang yang sama-sama sudah lelah mendengar ocehan mereka menileh ke arah Kasim Luo.
"Kasim Luo, karena mereka tidak mau mengakui nya, langsung panggil saja mereka. Dan jangan lupa bawa barang itu." Titah Jendral Huang.
Melihat junjungannya yang sudah muak dengan suasana ini Kasim Luo segera mengangguk dengan cepat.
"Pengawal bawa orang itu."
Tak lama dari balik pintu muncul-lah Chu qi dan Guo Feng, serta satu prajurit yang memegang satu kotak tertutup.
"Kami memberi salam kepada Jendral besar." Ucap Chu qi dan Guo Feng secara bersamaan.
"Kalian boleh bangkit."
Setelah Chu qi dan Guo Feng berdiri tegak, Kasim Luo maju ke depan.
"Fei Jia, apakah kamu mengaku kalau tuan mu Da Hui Long menyuruhmu untuk membeli Embun Mimpi yang telah di dapatkan oleh Da Hui Long?" Tanya Kasim Luo memulai persidangan.
__ADS_1
"Itu tidak benar. Tuan saya Selir pertama tidak pernah memerintahkan apapun mengenai Embun Mimpi kepada saya." Fei Jia berbicara dengan lancar, tanpa ada jeda di ucapannya.
Yun Yi mengerutkan keningnya, 'Kenapa dia sangat aneh?' batin Yun Yi bertanya-tanya.
"Perkataannya seolah sudah di siapkan dari jauh-jauh hari." Ucapan Raja Xin membuat mata Yun Yi membulat.
"Benar! Perkataan dayang itu seolah sudah di terapkan sebelumnya, seperti bukan perkataan yang di siapkan secara mendadak." Yun Yi menganggukkan kepalanya.
"Pantas saja aku merasa ada yang aneh." Guman Yun Yi yang masih bisa di dengar oleh Raja Xin.
Sama halnya dengan Jendral Huang, ia pun merasa ada yang aneh. Namun, belum terpikirkan kenapa.
"Apakah benar begitu?" Tanya Kasim Luo.
"Benar, saya tidak berbohong." Ucap Fei Jia tegas.
"Jika anda ketahuan mengatakan sesuatu yang bohong, hukuman yang akan di berikan akan semakin bertambah. Ingat itu!" Peringat Jendral Huang.
"Y-ya jendral." Fei Jia mengangguk agak kaku.
"Kasim Luo teruskan." Ucap Jendral Huang setlah mengalihkan pandangannya dari dayang itu.
"Apakah ada dari kalian yang ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Kasim Luo.
Dayang pribadi Selir ke dua, Da Hui Ling, terdiam. Ia tidak tau harus bagaimana, tuannya tidak pernah memberitahukannya kalau mereka akan seperi ini.
Setelah keheningan yang cukup lama, Kasim Luo kembali angkat bicara.
"Jika tidak ada, maka saya akan bertanya kepada anda Pemilik dari pelelangan, Chu qi." Chu qi mengangguk, dia sudah siap mengatakan apa saja yang mereka minta nantinya.
Ia harus menuruti semuanya, walau sebenarnya ia tidak ingin terlibat dalam masalah ini. Namun, ia masih sayang nyawa dna tidak ingin Pelelangannya di turup oleh Raja Xin.
"Chu qi, sebagai pemilik pelelangan apakah benar dayang pribadi selir pertama dari Huang Fu yang membeli Embun Mimpi itu?" Tanya Kasim Luo.
"Benar, saya sendiri yang memeberikan Embun Mimpi itu ke tangan dayang Selir pertama." Chu qi mengangguk mengiyakan ucapan dari kasim Luo.
"Apakah kamu masih mau menyangkal Selir?" Tanya Jendral Huang tidak sabar.
"Jendral sudah saya katakan, saya tidak melakukan itu. Lagi pula dengan uang yang saya miliki saya tidak akan sanggup membeli Embun Mimpi ini." Da Hui Long menggeleng, masih kekeh, kalau ia tidak bersalah.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan anda selir ke dua, apa anda akan mengaku kalau anda membantu JiěJiě anda untuk mencelakai putri ku?" Jendral Huang beralih ke arah Da Hui Ling yang ada di samping selir pertama, Da Hui Long.
Hui Ling yang di tanyai menyatukan tangannya, tidak tahu harus berkata apa. Ingin menyangkal, akan tetapi tatapan tajam yang di berikan oleh Jendral Huang membuat perktaan yang sudah ia susun tercekat di tenggorokan nya.
Melihat keterdiaman Hui Long Jendral Huang berkata, "Ku anggap kalau diamnya anda adalah ya."
Da Hui Ling menggeleng, melambaikan tanannya. "Tidak Jendral, bukan seperti itu." Drngan panik ia mencoba untuk mencari alasan. Tetapi ia di acuhkan oleh Jendral Huang.
"Karena kalian tidak ingin mengaku.." Jendral Huang meneda ucapannya, ia menoleh ke arah prajutir yang memegang kotak tadi.
"Kau buka kitak itu." Titahnya.
"Baik Jendral."
Semua orang yang ada di aula menunggu prajurit itu mengeluarkan isi dari kotak tersebut. Suasananya menjadi hening, entah kenapa tiba-tiba menjadi sangat tegang.
Setelah kotak terbuka, di sana ada satu porselen bening(kaca) dengan ukiran bunga merambat berwarna biru.
"I-itu benar-benar Embun Mimpi!" Hampir semua orang berseru akibat kaget.
"Botol ini di temukan di meja rias Selir Pertama, Lalu..." Prajurit itu mengeluarkan satu kertas transaksi yang begitu kucel.
"Data transaksi ini di temukan di taman belakang Selir kedua. Walau sudah seperti ini, untungnya kami masih bisa membacanya, walau sangat susah." Ungkap prajurit itu.
Semua orang yang ada di aula semakin kaget, mereka semua memandang jijik ke arah ke dua selir.
"Bagaimana mereka bisa melakukan hal sejahat itu."
"Benar, di katakan bahwa sangat jarang ada orang yang selamat walau sudah di berikan penawar."
"Untungnya Er'Xiăo Jiě Huang bisa selamat."
"Tapi kenapa mereka melakukan itu semua?"
"Bisa saja mereka ingin posisi anak mereka menjadi lebih tinggi dengan memberikan Er'Xiăo Jiě Huang Embun Mimpi."
Aula utama di Huang Fu ini menjadi aangat riuh, banyak yang berbisik-bisik. Dari mulai pelayan serta kerabat Yun Yi yang lainnya.
"Jendral iru pasti jebakan, Selir pertama adalah orang yang baik. Bagaimana mungkin dia melakukan hal sejahat itu." Salah satu tetua Huang Fu maju ke depan, ia adalah Huang Ji Ge, tetua yang sangat menyukai Ke dua Selir.
__ADS_1
...🔸️To Be Continued🔸️...