Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Perburuan


__ADS_3

Wanran yang berada di sampingnya menatap Yun Yi terkejut. "Yi'er, kamu bisa ber-teleportasi?"


Yun Yi menghentikan tawanya, ia menoleh ke arah Wanran. "Ya, aku bisa. Memangnya kenapa?" Yun Yi bertanya dengan wajah polos.


Melihat itu amWa ran menghembuskan nafasnya. Ia memijit keningnya pelan. "Yun Yi, kamu menggunakan Qi spiritual atau Kekuatan Roh untuk ber-teleportasi?" Tanya Wanran Lagi.


"Kekuatan Roh." Dengan ringan, tanpa beban Yun Yi mengucapkan nya dengan gamblang.


"Yi'er...." Wanran benar-benar tidak bisa berkata apa-apa.


"Yun Yi. Mungkin kamu tidak tahu, orang yang mempunyai Kekuatan Roh, biasanya mereka merahasiakannya. Bukan malah dengan ringan mengatakannya seperti kamu tadi." Ucap Guang Luo.


Mata Yun Yi mengerjap. "Benarkah? Aku baru tahu."


Guang Luo memukul kening nya pelan. Sepertinya muridnya ini memang tidak tahu apa-apa tentang keadaan dunia ini.


Ia menepuk puncak kepala Yun Yi pelan. "Aku harus mengajarimu dengan baik." Ucap Guang Luo.


Jendral Huang berjalan ke arah Yun Yi. "Yi'er siapa yang membingbingmu menggunakan Kekuatan Roh?" Tanya nya dengan suara pelan.


"A'Guang."


"Pantas saja." Wanran, Jendral Huang, dan Guang Luo bergumam secara bersamaan.


Yun Yi menatap semuanya dengan aneh. "Apakah ada yang salah?"


"Tidak." Jendral Huang menggeleng.


"Yi'er, lain kali kamu tidak boleh membucarakan tentang kamu yang bisa menggunakan Kekuatan Roh yah. Itu akan sanvat berbahaya." Ujar Wanran. Memberikan nasihat.


Yun Yi hanya mengangguk. 'Seberbahya apa ya?' Yun Yi membatin.


Ia kira Kekuatan Roh tidak se-hebat itu. Tapi, di lihat dari reaksi orang-orang sekitarnya, sepertinya Kekuatan Roh sangat hebat, dan begitu tertutup.


Mata Yun Yi tak sengaja melihat ke arah Mentei Gu dan Xiao Wang. Ia tersenyum kaku ketika mereka menatapnya dengan tatapan terkejut.


Jendral Huang mengikuti arah pandang Yun Yi, ia juga menatap Mentri Gu dan Xiao Wang. Ah, ia hampir lupa dengan keberadaan mereka.


Jedral Huang membungkukkan badannya. "Saya harap Mentri Gu dan Shào Yé dapat merahasiakan hal ini." Mohon nya.


"Ah, Ya baiklah." Sahut Mentei Gu agak canggung?


...> > > ✧✧✧ < < <...


Hari ini pun tiba, acara perburuan akan di laksanakan beberapa saat lagi. Hampir semua orang sudah mendirikan tenda di depan hutan yang akan di jadikan tempat perburuan.

__ADS_1


"Semuanya di harapkan berkumpul." Suara Kasim Kekaisaran Wu begitu menggema.


Semua orang segera berkumpul di satu tempat yang sama.


Kaisar Wu segera bangkit. "Terimakasih atas kehadiran kalian di acara yang Zhen buat. Zhen sangat senang ketika banyaknya orang yang hadir. Sebuah kehormatan bagi Zhen atas kehadiran kalian. Zhen hanya bisa mengucapkan ini, maaf jika kurang memuaskan. Harap maklumi, kesehatan Zhen masih belum membaik sepenuhnya." Kaisar Wu berucap.


Yun Yi sebanrnya kurang paham dengan perkataan Kaisar Wu. 'Apakah ini gaya bahasa kekaisaran Wu?' Pikirnya.


"Jadi, tanpa berlama-lama, Zhen katakan perburuan ini di mulai."


Semua orang bertepuk tangan. Kaisar Wu kembali duduk di singgasananya.


Banyak orang yang segera berlari masuk ke hutan, contohnya Kaisar Xi. Tapi ada juga Kaisar yang hany duduk diam di tempat yang sudah di sediakan.


"Ayah, apakah kita akan masuk sekarang?" Tanya Yun Yi. Ia menghadap ke arah Jendral Huang yang masih berdiri di tempat.


"Nanti dulu, kita tunggu Mentri Gu terlebih dulu. Banyak hal yang harus Ayah bicarakan. Dan mamu nanti temani Xiăo Jiě Gu dan Shào Yé Gu. Kau akan berburu bersama mereka." Ujar Jendral Huang.


Yun Yi hanya mengangguk, tidak ada niat membantahnya.


Tak lama akhirnya Mentri Gu, Gu Mei Liu, dan Xiao Wang alias Gu Wang Lan, tiba.


"Maafkan kami atas keterlambatannya Jendral Huang." Mentri Gu sungguh-sungguh merasa bersalah.


"Tak apa. Acaranya pun baru di mulai." Jendral Huang menggelengkan kepalanya pelan.


Yun Yi melambaikan tangannya. Ia berbalik. "Apakah kalian akan menunggangi kuda juga?" Tanya Yun Yi pada Wang Lan dan Mei Liu.


"Bagaimana kalau kita berjalan saja? Apakah Xiăo Jiě Huang setuju?" Wang Lan bertanya.


Yun Yi mengangguk-anggukan kepalanya. "Boleh saja."


"Kalau behitu mari." Wang Lan pun memimpin jalan.


Ketika mereka mulai memasuki hutan Yun Yi merasa ada yang berbeda dengan Qi spiritual yang ada di sini dan di tempat tadi.


"Ini adalah hutan tingkat pertama. Mungkin kalian juga merasakan ada sebuah perbedaan di dalam utan dan di dalam hutan. Nah, semakin kita masuk ke tingkat paling dalam, Qi spiritual akan semakin lebih baik di bandingkan dengan hutan tingkat satu." Wang Lan memberi penjelasan.


Yun Yi mengangguk, itu berarti hewan spiritual di sini pun hanya hewan Spiritual tingkat rendah.


Yun Yi berjalan mundur, menatap Mei Liu. "JiěJiě, bagaimana kamu dan Gēgē kemarin?" Tanyanya dengan nakal.


Wajah Mei Liu tersipu malu. "Ba-bagaiamana apanya?" Tanya Mei Liu gagap.


"Seperti.. apa saja yang kalian lakukan, mungkin?" Yun Yi menggerak-gerakkan dua jari tangan kanan dan kirinya.

__ADS_1


"A-aku hanya membantunya memijit punggung." Mei Liu mengalihkan pandangannya. Wajahnya benar-benar memerah akibat malu.


"Wah.. JiěJiě wajahmu memerah." Kini giliran Wang Lan yang menggoda Mei Liu.


"Tidak! Wajahku tidak memerah." Mei Liu menutup wajahnya menggunakan hanfunya.


"Hahahaha." Yun Yi dan Wang Lan tertawa puas melihat wajah Mei Liu yang memerah.


Mereka sangat kompak menggoda Mei Liu. Sepertinya mereka satu golongan. Golongan suka menggoda orang.


Krsak


Krsuk


Semak-semak yang tadinya hanya bergoyang akibat angin kini bergiyang tak tentu.


Wang Lan, Yun Yi dan Mei Liu sama-sama menyiapkan kuda-kuda mereka, waspada.


Pluk


Seekor kelinci yang penuh luka keluar dari semak. Badannya penuh luka, ada bekas gigitan di beberala bagian. Sepertinya dia baru saja di serang hewan pemangsa.


Mei Liu adalah penyuka hewan lucu. Ia segera menghampiri kelinci putih itu. "Kasian sekali."


Mei Liu mengambil kelinci itu lalu memeluknya. Ia segera mengelurkan beberapa porselen dari balik lengan Hanfu-nya.


Ketika Mei Liu akan membubuhi obat pada luka sang kelinci, Yun Yi segera mencegahnya.


"Tunggu. Kau harus membersihkannya menggunakan air terlebih dulu sebelum memberikannya obat." Ujar Yun Yi.


Yun Yi pun ikut berjongkok, ia menggunakan elemen airnya untuk membersihkan luka kelinci itu.


"Nah sekarang kamu boleh mengobatinya." Ujar Yun Yi, yang di angguki Mei Liu.


Yun Yi bangkit dari duduknya. Ia yersenyum ketika melihat Mei Liu yang sangat telaten membersihkan luka kelinci itu.


'Di lihat dari penampilannya, kelinci ini hanya tingkat Orange bintang tiga.' Zisè berucap.


'Apakah begitu?'


Grrr


Yun Yi memelingkan wajahnya ketika mendengar suara geraman. Matanya membulat.


"JiěJiě! Menjauh dari sana!" Wang Lan beeteriak.

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2