Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Rumor


__ADS_3

Karena pijatan dari Raja Xin, Yun Yi merasa menjadi mengantuk. "Hoam. Aku ingin tidur." Gumam nya.


"Maka kamu harus kembali ke Paviluin mu." Ujar Raja Xin. Tangannya masih tetap memijat punggung Yun Yi.


"Tapi aku igin tidur sambil di peluk." Yun Yi menuikkan kepalanya, lalu menyangganya dengan kedua tangannya.


"Kalau begitu minta Lan Mei untuk menemanimu." Tangan Raja Xin beralih ke kepala Yun Yi.


"Aku ingin kamu yang memelukku." Yun Yi membalikkan tubuhnya, menjadi berbaring di paha Raja Xin.


"Tap..."


"Tidak ada tapi-tapi. Pokoknya aku akan tidur bersama mu." Yun Yi memotong ucapan Raja Xin.


"Yi'er sekarang kita sedang ada di Huang Fu, bukan di luar." Yun Yi kesal ketika Raja Xin mencoba memberikan alasan.


"Memang apa bedanya?"


Raja Xin menghela nafas. "Tentu saja berbeda. Nanti Ayah-mu bisa marah."


"Bukankah waktu itu Ayah tidak mempermasalahkannya." Yun Yi memasang wajah cemberut. Karena beberapa hari terakhir ini ia selalu tidur di pelukan Raja Xin. Tadi, sebelum ia ke sini. Setelah berendam, ia berniat langsung tidur. Tapi selalu merasa ada sesuatu yang kurang.


"Tapi..."


Yun Yi kembali memotong perkataan Raja Xin. "Pokoknya aku ingin tidur bersama mu!" Teriaknya.


"Apa?!"


Yun Yi dan Raja Xin mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar suara orang lain.


Di gerbang paviliun, Tetua pertama berdiri dengan wajah kaku. "Ka-kalian akan tidur bersama?"


"Aku kira siapa." Gumam Yun Yi.


Ia pun berucap. "Memangnya kenapa kalau kami tidur bersama?" Tanyanya.


"Itu... Itu..." Tetua pertama dari Huang Fu terdiam, seperti tidak tahu harus mengucapkan apa.


"Itu tidak boleh!" Teriak tetua pertama pada akhirnya.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kalau kabar ini tersebar kelaur. Pasti reputasi kalian akan rusak. Dan mungkin akan ada masalah di kediaman ini." Tetua pertama terlihat gelisah. Mungkin dia terbayang tentang masalah yang terjadi jika kabar antara dirinya dan Raja Xin yang tidur bersama.


"Lalu kalian belum menikah. Seharusnya kalian tidak melakukan hal seperti ini." Tertua pertama menunjuk paha Raja Xin dan Yun Yi yang tengah berbaring di atas paha Raja Xin.


Wajah Yun Yi cemberut, suasana hatinya menjadi buruk. Padahal tadi suasana hatinya sudah mulia membaik.


"Kamu pergi." Raja Xin secara terang-terangan mengusir Tetua pertama.


"Ta-tapi..."


"Ku bilang pergi!" Raja Xin menekan Tetua pertama dengan aura nya.


Dengan tubuh bergetar, Tetua Pertama mundur secara perlahan. Pergi meninggalkan paviliun yang di tinggali Raja Xin dan Yun Yi.


Yun Yi bangkit berdiri. "Karena Tetua pertama sudah pergi."


"Jadi ayo kita pergi tidur." Ajak Yun Yi. Dia memegang tangan Raja Xin, lalu menariknya ke dalam kamar.


Raja Xin tidak tahu harus sedih atau senang, ketika Yun Yi mengajaknya tidur bersama.


Wajahnya menjadi kaku, dan ia gugup. Padahal ini bukan kali pertama bagi mereka untuk tidur bersama.


Pagi ini Huang Fu, tengah di gegerkan dengan kabar yang beredar tentang Yun Yi yang tidur bersama dengan Raja Xin.


Hampir semua pelayan di penjuru kediaman Huang tengah membicarakan nya. Mau itu kediaman utama, atau kediaman samping.


Karena kabar ini, Jendral Huang memijit keningnya yang terus berdenyut sakit. Apalagi, Xi Lan Fen yang sedari tadi terus mengoceh.


"Sebaiknya kamu men-disiplinkan anak selir itu." Ujar Xi Lan Fen.


"Dan cegah dia untuk tidak membuat masalah." Lanjutnya.


"Lihatlah sekarang, anak selir itu malah membuat masalah."


Brak


"Anakku, ya anakku. Tidak ada anak selir atau pun anak sah!" Jendral Huang menggebrak meja dengan keras.


Mata nya menajam, ia menatap Xi Lan Fen dengan sengit. "Ingat Xi Lan Fen. Aku di sini adalah kepala keluarga, dan kau hanya seorang nyonya. Kau tidak ber-hak menentukan masa depan anak-anak ku."


"Sedari dulu, kau selalu menekankan kalau anak selir tidak boleh di perlakukan istimewa lah. Hanya anak sah yang boleh berlajar lah. Ini lah itu lah." Tutur Jendral Huang.

__ADS_1


"Xi Lan Fen. Jangan membuat amarahku semakin memuncak dengan semua ochan mu itu." Jendral Huang melemparkan kuas yang adi ai pegang.


"Lebih baik kamu keluar. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Usir nya.


Xi Lan Fen terdiam, dia menatap Jendral Huang sendu. "Kau bukan Huang Ji Chen yang dulu. Entah semenjak akapn kamu begitu berubah." Ucap nya.


"Aku tidak pernah berubah, mungkin kau saja yang tidak mengenaliku dulu." Sahut Jendral Huang. Matanya masih Fokus membaca laporan yang di tulis di lembaran itu.


Xi Lan Fen menundukan kepalanya, setelah nya ia pergi keluar dari ruang kerja Jendral Huang dengan langkah cepat.


Jendral Huang menatap punggung Xi Lan Fen yang mulai menghilang dari pandangan nya. Dulu mereka masih dekat, Jendral Huang dan Xi Lan Fen adalah teman satu guru. Kaisar terdahulu mengangkat Xi Lan Fen dan Jendral Huang untuk menjadi muridnya.


Tapi setelah perasaan lain tumbuh di hati Xi Lan Fen. Hubungan mereka berdua merenggang. Jendral Huang hanya menganggap Xi Lan Fen sebagia teman belajarnya, tidak pernah menganggap nya lebih dari itu.


Xi Lan Fen yang sakit hati karena Jendral Huang tidak menerima cinta nya. Meminta Kaisar terdahulu untuk menurunkan titah pernikahan, antara dirinya dan Jendral Huang.


Dan dari sana, hubungan antara Jendral Huang dan Xi Lan Fen semakin memburuk.


Belum lama Xi Lan Fen keluar dari ruang kerja Jendral Huang. Tetua pertama datang dengan nafas memburu.


"Ji chen, kau haru sesera bertindak. Kalau tidak rumor mengenai Raja Xin dan Yun Yi yang tidu bersama semakin menyebar." Ujar Tetua pertama setelah mengatur nafasnya.


Alis Jendral Huang terangkat. "Memangnya rumor itu telah menebar sampai mana?"


"Ibu kota." Jawab Tetua pertama. Lalu kembali berucap.


"Aku takut rumor ini akan beredar keluar. Nantinya, reputasi Keluarga Huang akan di semakin memburuk dari pada hari ini."


"Kau harus segera menanganinya."lanjutnya.


"Tetua tidak perlu khawatir. Saya yakin Raja Xin tidak akan diam saja saat nama baik nya di kotori oleh mulut orang-orang. Jadi, kita hanya perlu duduk diam dan perhatikan. Apa yang akan di lakukan Raja Xin nanti nya." Ujar Jendral Huang.


"Apakah kamu yakin?" Tanya tetua pertama tidak percaya.


"Bukankah, Raja Xin masih bersama Yun Yi semenjak semalam. Lalu kapan ia mempunyai waktu untuk menghilangkan rumor ini." Ujar Tetua pertama.


"Bahkan bawahannya pun hanya ada dua orang dengan tingkatan lebih rendah dari Shen." Lanjutnya.


"Walau hanya dua orang. Tapi mereka bisa mengalahkan lima orang dengan kultivasi yang lebih tinggi dari mereka. Tidak ada bawahan Raja Xin yang lemah. Mereka selalu menjadi orang terkuat."


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2