
Lalu Dewi alam menciptakan para mahluk lain, seperti hewan, bakteri, sampai virus. Tentu tumbuhanpun ia yang ciptakannya.
Namun sangat di sayangkan, ketika Dewi alam menciptakan hewan iblis, ia di anggap telah menghianati para Dewa/Dewi. Dia di keluarkan dari istana langit. Namun, beberapa tahun setelah itu Dewi alampun menghilang entah kemana.
Ketika Yun Yi akan kembali membaca, kegiatannya harus ia hentikan ketika Guang Luo datang.
"Oh ternyata kau sedang membaca." Ucap Guang Luo.
"Seperti yang anda lihat." Yun Yi mengangkat buku di tangannya.
Guang Luo mengangguk. Ia menyimpan kotak yang ia bawa di meja. Ketika Guang Luo tengah sibuk dengan kotak tersebut Yun Yi pun berbicara.
"Guru, mengapa di buku ini tidak menjelaskan tentang para iblis? Contohnya seperti dari era apa iblis ada?" Tanya Yun Yi.
"Guru pun tidak tahu. Namun, ada sebuah buku yang menjelaskan bahwa iblis sudah ada di era yang sama dengan para Dewa-dewi. Buku itu jua menjelaskan bahwa para iblis tercipta dari emosi negatif para Dewa-dewi dan juga hewan purba." Jelas Guang Luo.
"Kalau Dewa-dewi tercipta dari apa?" Tanya Yun Yi .
Guang Luo menggeleng, ia juga tak tahu.
Melihat gelengan yang di berikan Guang Luo, Yun Yi agak kecewa. Ia kira Gurunya ini tahu.
"Jangan memasang wajah seperti itu. Asal-usul para Dewa-Dewi memang misterius dan kadang seperti aneh. Tapi satu hal yang pasti, jangan sekali-kali kamu membuat masalah dengan mereka." Ujar Guang Luo, memperingati.
"Baik, baik." Yun Yi hanya mengangguk saja. 'Aku tidak akan membuat masalah, tapi aku akan mencari informasi tentang mereka. Aku ingin membandingkan, kuat mana antara Dewa dan Iblis.' Yun Yi membatin.
Guang Luo mengeluarkan beberapa botol porselen kecil. Ia menatanya satu persatu.
Awalnya, Yun Yi hanya diam memperhatikan apa yang di lakukan Guang Luo. Namun, karena botol itu sepertinya tidak akan habis, karena ada lagi dan lagi.
"Guru ini untuk apa?" Yun Yi menunjuk semua botol yang telah di susun.
__ADS_1
"Lihat dan diam saja, nanti juga kau akan tahu." Ukar Guang Luo. Ia kembali menyusun porselen-porselen itu.
Supaya tidak bosan, Yun Yi membuka buku yang satunya lagi yang belum sempat ia baca. Namun, ketika membaca isinya, buku ini sama saja dengab buku Kultivasi yang ada di dunia ruang nya. Jadi, ia pun menyimpan kembali buku itu.
Ketika akan membuka buku yang tadi ia baca, Guang Luo lebih dulu mencegahnya, ia berucap.
"Nanti saja membacanya. Sekarang ada hal yang harus kau kerjakan."
Yun Yi menuruti perkataan Guang Luo. Yun Yi di surih berdiri di depan Guang Luo, lebih tepatnya di sebrang.
Guang Luo mengalirkan energi Qi spiritual ke botol porselen yang ada di tengah.
Porselen yang tadinya hanya berwarna putih saja kini mulai membentuk ukiran yang menurut Yun Yi, sangat aneh.
"Sekarang giliranmu." Ujar Guang Luo setelah ia selesai.
Yun Yi melihag puluhan botol itu. Ia mengangkat wajahnya dan berucap. "Botol yang mana yang harus aku alirkan Qi spiritual?" Tanya Yun Yi.
"Yang mana saja. Asal tidak jauh dari botol yang tadi aku aliri." Jelas Guang Luo.
Guang Luo yang tadinya tengah menanti, kini menatap Yun Yi datar. 'Mengapa harus banyak bertanya!' Guang Luo berteriak dalam hati.
Guang Luo menghembuskan nafasnya. "Terserah. Asal elemen itu sudah sangat kay kuasai." Ujarnya.
Yun Yi mengangguk, ia mulai mengalirkan elemen tumbuhan. Karena elemen inilah yang paling Yun Yi kuasai.
Botol yang Yun Yi beri Qi spiritual mulai berubah seperti tadi. Ketika telah sepenuhnya berubah Yun Yi pun ternyum. Tapi tiba-tiba muncul cahaya dari dua botol porselen itu.
Yun Yi menutup matanya, juga menghalangi nya menggunakan tangannya. "Sangat silau." Gumam Yun Yi.
Setelah beberapa saat, Yun Yi merasa ada sesuatu yang hangat di depannya. Ketika mata Yun Yi terbuka, Yun Yi tidak bisa tidak terkejut.
__ADS_1
Di meja, yang tadinya terdapat banyak botol porselen kini menjadi satu tungku. Yun Yi belun pernah melihat tungku tersebut, jika biasanya tungku terbuat dari besi. Tungku yang ada didepannya malah terbuat dari porselen.
"Guru, apa ini?" Yun Yi masih menatap kaget pada tungku yang ada di depannya.
"Sepertinya kau sangat kaget Yun Yi." Guang Luo terkekeh puas, ia sangat senang ketika melihat raut terkejut Yun Yi.
"Ini adalah metode yang di turunkan dari Kakek-ku. Metode ini hanya ada dalam Klan ku. Anggota Klan ku menyebutnya 'Porselen pembuat tungku'. Namanya memang agak aneh, tapi metode ini adalah metode yang tidak tercatat dalam sejarah, lebih tepatnya pendiri Klan kami lah yang menciptakan metode ini." Guang Luo menjelaskan cukup panjang.
Yun Yi mengatupkan mulutnya yang sedari terbuka, ia menghadap ke arah Guang Luo. "Guru, apakah tungku ini adalah tungku untuk membuat pil obat?" Tanya Yun Yi.
Ketika Guang Luo mengangguk, raut wajah Yun Yi menjadi datar. "Guru, aku bukanlah seorang Alchemis. Aku hanya bisa membuat racun dan meneliti racun, bukan pil obat maupun ramuan."
Guang Luo menarik sudut bibirnya, ia berucap. "Tungku ini tidak hanya membuat pil Yun Yi, tungku ini juga bisa di gunakan untuk membuat racun. Aku juga akan mengajarimh membuat pil nantinya, tapi bukan pil obat melainkan pil racun, yang sesuai dengan kemampuan mu."
Yun Yi mengerutkan keningnya, ia baru mendengar kalau ada pil racun. "Apakah ucapan Guru dapat aku percaya?" Tanya Yun Yi, matanya memicing.
"Ya kau bisa mempercayai ucapanku." Mendengar ucapan Guang Luo yang tegas, Yun Yi mulai percaya.
"Saat ini aku belum bisa mengajarimu tentang pil racun, jadi lebih baik kau simpan dulu tungkunya." Ujar Guang Luo.
Yun Yi menuruti perkataan Guang Luo, ia menyimpan tungku itu ke dalam cincin ruangnya.
"Lalu kita akan belajar apa hari ini?" Tanya Yun Yi.
Bukannya langsung menjawab, Guang Luo malah duduk bersantai. "Hari ini cukup sampai di sini dulu. Mungkin kamu tidak merasakannya, tapi energi Qi spiritual yang ada di dalam tubuhmu hampir habis." Ucap Guang Luo.
Mendengar itu mata Yun Yi membulat. "Bagaimana bisa?!"
"Membuat sebuah tungku memang memerlukan energi qi spiritual yang cukup banyak. Jadi, kau tidak perlu heran. Apalagi kultivasimu masih di ranah awal." Jelas Guang Luo.
Yun Yi sekarang paham, itu artinya ia harus kembali berkultivasi untuk meningkatkan tanahnya. "Guru, apakah anda mempunyai ara untuk membuat ku naik tingkat dalam waktu satu hari saja?" Tanya Yun Yi.
__ADS_1
"Tentu ada. Tapi aku mempunyai satu syarat." Ucap Guang Luo.
...🔸️To Be Continued🔸️...