Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Kau salah memilih orang


__ADS_3

"kau tidak perlu bertindak seolah-olah kau tidak tahu. Itu membuatku jengkel." Yun Yi semakin geram kala pria itu terlihat enggan.


'Ini b**i s****n kenapa harus bertingkah seperti itu.' Yun Yi mengepalkan tangannya, dia semakin jengkel ketika pria itu tidak bisa diam, badannya yang besar pria itu bergoyang bahkan Yun Yi bisa melihat lemak di perutnya terombang ambing.


"Tuan muda ini benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan." Pria itu masih menyanggah perkataan Yun Yi.


Yun Yi tidak suka di permainkaneperti ini. "S****n!" Dengan Qi spiritual nya, Yun Yi menyekik leher pria itu dari kejauhan.


"A'Guang apa kamu tahu di mana dia menyimpan kristal hati?" Tanya Yun Yi tanpa menatap Raja Xin, matanya masih menatap pria itu dengan tajam.


"Le-lepas, Lepaskan." Pria itu berucap susah payah, cekikan itu membuatnya sesak karena tidak bisa bernafas secara normal.


"Apakah perlu aku ambilkan?" Tanya Raja Xin.


"Ya sudah, ambil saja." Mendenga itu, pria bongsor itu menggeleng dengan cepat. Dia melirik temannya yang sedari tadi hanya memperhatikan saja dengan tubuh bergetar.


'S****n! Lain kali aku harus membawa anak lain untuk pergi keluar.' Yun Yi menatap pria bongsor itu, di saat begini dia malah memperhatikan orang lain, dengan perasaan kesal, Yun Yi menambahkan kekuatan pada cekikan nya.


"A-aa.." Mulur pria itu terbuka, wajahnya semakin memerah karena hampir kehabisan nafas.


Raja Xin terlihat senang ketika Yun Yi menambahkan kekuatannya, dengan gerakan pelan ia mengambil kristal hati yang ada di balik Zaosan pri bongsor itu.


"Aku sudah mengambilnya."


Yun Yi segera melepaskan cekikan nya, ia menatap kristal berwarna biru bening yang ada di tangan Raja Xin.


Setelah nya, ia melemparkan cincin ruang yang berisi emas ke arah pria bongsor yang kini tengah terengah-engah.


"Kau salah memilih orang, aku bukan perempuan yang gampang tertipu oleh trik kecil seperti ini. Lain kali kau harus memilih orang yang tepat untuk kau kelabuhi." Ujar Yun Yi dengan senyum remeh.


Ia berjongkok, lalu menggendong siluman kelinci itu.


"A'Guang, ayo pergi." Ajak Yun Yi. Ia berjalan mendahului Raja Xin yang hanya diam saja.


"Kamu duluan saja. Aku masih memiliki keperluan di sini." Raja Xin melambaikan tangannya pada Yun Yi yang mulai menjauh.


Yun Yi hanya mengangguk, ia berjalan di samping pria paruh baya yang katanya bekerja di rumah makan AnJun.


Setelah kepergian Yun Yi, Raja Xin menurunkan tangannya dan menghapus senyum dari wajahnya. Ia menatap dingin ke arah dua pria yang tadi memukuli siluman kelinci.

__ADS_1


"Lain kali jangan merusak pemandangan. Gadisku malah mengabaikan ku karena ulah kalian." Tangan Raja Xin terangkat ke udara, sekumpulan cahaya biru hampir memenuhi tangannya.


Wushhh


"Argh!"


"Aaaa." Dua pria itu berteriak secara bersamaan.


Raja Xin mencabut akar spiritual milik kedua orang itu dengan paksa. "Rasa sakit kalian tidak sebanding dengan kelakuan kalian yang membuat gadisku kesal." Dengan wajah dingin Raja Xin pergi meninggalkan mereka berdua dan orang-orang yang menatap ngeri padanya.


Raja Xin segera pergi ke rumah makan AnJun. Ketika di lantai pertama dia tidak menemukan Yun Yi. Jadi ia naik ke lantai dua. Di dekat jendela, terlihat Yun Yi yang tengah mengobati luka siluman kelinci.


"Yi'er, apakah kamu sudah memesan makanan?" Tanya Raja Xin.


Yun Yi mendongak, lalu menggeleng pelan. "Bagaimana kalau kamu yang pesan saja." Usul Yun Yi.


"Baiklah. Kamu ingin makan apa?" Raja Xin kembali bertanya.


"Apapun. Hari ini mood makan ku sedang turun." Ujar Yun Yi acuh.


Wajah Raja Xin menjadi datar. 'Ini karena dua b******n itu yang membuat mud gadisku turun. Eh? Tunggu...'


Raja Xin menatap Yun Yi dengan wajah bingung. "Yi'er, apa itu mud?"


"Mud itu semacam suasana hati." Uajr Yun Yi dengan wajah malas, ia sedang malas untuk memberikan penjelasan.


Wajah Raja Xin semakin datar. "Kenapa tidak ku bunuh saja dua b******n itu." Monolognya.


"S**l! Gara-gara mereka Yi'er menjadi seperti ini." Dengan kemarahan di hatinya, Raja Xin berjalan turun, berniat emesan makanan.


Yun Yi hanya melihatnya sekilas, ia masih sibuk mengobati silumen kelinci.


"Nah, selesai." Walau agak berantakan, akhirnya Yun Yi bisa menyelesaikannya nya.


Yun Yi mendudukkan manusia dengan telinga kelinci itu untuk menghadap ke arahnya. "Kelinci kecil, siapa namamu?"


"Aku Zi Yui. Dan aku bukan kelinci kecil. Umurku lebih tua darimu, tapi karena seseorang memecahkan kristal hati ku menyebabkan ku hampir mati. Tapi untungnya kristal hati masih bisa di perbaiki, jadinya tubuhku kembali ke masa kanak-kanak lagi." Jelas Zi Yui.


"Sayangnya, baru saja aku akan kembali ke dunia siluman setelah bermeditasi di wilayah Kerajaan Xin. Aku malah di tangkap dan di jual ke pelelangan." Zi Yui menghela nafas, nasib nya jelek sekali karena melanggar perintah dari orang itu.

__ADS_1


"Memangnya siapa orang yang ememcahka kristalmu?" Tanya Yun Yi.


"Dia adalah pemimpin di tempat aku tinggal, dia marah karena aku tidak menyelesaikan perintahnya. Lalu memecahkan kristal ku." Jelas Zi Yui.


"Aku melukai junjungan kekasihku." Ujar Zi Yui. 'Dan orang itu adalah kau.' Lanjutnya di dalam hati.


Yun Yi menatap Zi Yui kaget, "Aku?" Tunjuknya pada dirinya sendiri."


"Eh?" Mata Zi Yui mengerjap. "Apakah kamu bisa mendengar pikiran orang lain?" Tanya nya hati-hati.


Melihat keterdiaman Yun Yi, Zi Yui menghela nafasnya. "Sepertinya kekuatannya perlahan mulai pulih." Gumamnya dengan suara kecil, sangat kecil sehingga Yun Yi pun tidak mendengarnya.


"Apakah kamu ingat kristal pengendali yang kalian temukan di hutan Dinglou. Itu aku yang memasangnya, orang itu memerintahkan ku untuk menyerah anak dari Mentri Gu, kekaisaran Wu. Aku tidak berniat menyerangmu, tapi pada akhirnya kamu terluka karena tanaman itu." Jelas Zi Yui, mengalihkan pembicaraan.


"Jadi aku minta maaf." Zi Yui membungkukkan badannya.


"Karena kamu sudah meminta maaf, akan ku maafkan. Lagi pula itu bukan kesalahanmu."


Zi Yui tersenyum kecil, perempuan di depannya memang tidak berubah, junjungan kekasihnya ini selalu gampang memakan orang lain. Dan karena itu juga, membuatnya tertipu oleh Dewi kejam itu.


Seperti Raja Xin, Zi Yui mengunci pikirannya supaya Yun Yi tidak bisa mendengarnya. Lalu ia membatin. "Apakah An She akan marah kalau aku membantu junjungannya ini untuk mengingat masa lalunya?'


Belum sempat memikirkan yang lain, Zi Yui di kagetkan dengan kedatangan Raja Xin yang tiba-tiba.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Raja Xin menatap Zi Yui dengan mata penuh permusuhan.


"Hanya berbicara hal biasa." Sahut Yun Yi.


"Benarkah?" Tanya Raja Xin tidak percaya.


"Kamu memang hany amembucarakan hal biasa, tidak begitu penting." Zi Yui mengibaskan pandangannya. Rasanya ia ingin pergi dari sini, aura yang di keluarkan Raja Xin begitu dingin dan menyeramkan.


Yun Yi mengerti dengan situasi ini. "A'Guang, jangan sembarangan memegang toples cuka¹." Ujar Yun Yi, ia merasa kasihan pada Zi Yui yang terlihat tidak nyaman akibat Raja Xin.


...🔸️To Be Continued🔸️...


Note 📝:


__ADS_1


Memegang toples cuka \= cemburu.



__ADS_2