Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Rakus


__ADS_3

"Xiao'er?!"


Tanpa sadar Raja Xin memegang tangan Yun Yi yang memegang kristal inti itu.


Nyut


Seketika, Raja Xin seperti merasakan sebuah sengatan kecil. Qi spiritual-nya di sedot oleh kristal inti milik Yun Yi.


"Apakah kamu membutuhkan Qi spiritual lagi? Jika memang begitu, kamu bisa mengambil Qi spiritual ku sebanyak yang kamu mau." Bukannya marah, Raja Xin malah mempersilahkan Yun Yi.


Raja Xin menggenggam tangan Yun Yi, sekaligus menggenggam kristal biru itu. Semakin lama, semakin banyak Qi spiritual yang di serap kristal inti milik Yun Yi.


Setelah melewati beberapa menit, wajah Raja Xin mulai terlihat pucat. Dari matanya juga terlihat, kalau Raja Xin sudah mulai kelelahan.


Kristal inti milik Yun Yi begitu rakus, energi Qi spiritual Raja Xin sangat besar. Bahkan belum ada manusia yang bisa menyamai besarnya kekuatan Qi spiritual milik Raja Xin.


"Kamu sangat rakus." Gumam Raja Xin, sudut bibirnya terangkat. Walau Qi spiritual-nya secara perlahan mulai habis, Raja Xin tidak berniat melepaskan tangannya dari Kristal inti itu.


Mata Raja Xin membulat, ketika tangan tak kasat mata mencoba untuk menghancurkan segel yang ada pada dalam tubuhny, segel yang mengunci kekuatan naganya. "Apakah energi nagaku juga akan kamu ambil?"


"Jika kamu memang menginginkannya, kamu boleh mengambilnya. Tapi jangan semua, karena aku masih ingin tetap berada di sampingmu."


Bruk


Tubuh Raja Xin ambruk, menimpa perut Yun Yi. Nafasnya terengah-engah ketika tangan tak kasat mata itu berhasil memecahkan segelnya.


Aura naga Raja Xin lepas, namun belum sempat aura itu pergi ke luar, kristal inti milik Yun Yi sudah lebih dulu menyerapnya.


Kristal inti Yun Yi benar-benar rakus, setelah hampir setengah dupa, kini Qi spiritual Raja Xin mulai mengering. Bahkan kini, kekuatan naganya sudah seperempatnya di sedot oleh kristal inti milik Yun Yi.


Namun, tangan Raja Xin masih tetap memegang tangan Yun Yi yang menggenggam kristal inti itu.


Sebelum kesadaran Raja Xin menghilang, Raja Xin lebih dulu mengunci setengah kekuatan naganya, supaya tidak di serap oleh kristal inti milik Yun Yi.


"Aku hanya bisa memberikanmu sampai sini."


Setelah mengucapkan itu, kini mata Raja Xin terpejam, Raja Xin tidak sadarkan diri akibat Qi spiritual nya kering. Dan ketika kristal inti Yun Yi berhasil menyerap setengah kekuatan Naga milik Raja Xin.

__ADS_1


Kristal inti keluar dari genggaman tangan pasangan itu. Kristal inti melayang di udara, lalu masuk begitu saja ke dalam tubuh Yun Yi.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Mata Yun Yi perlahan terbuka, alisnya mengkerut ketika merasakan suatu benda berat yang menimpa perutnya.


"Nghh." Ketika Yun Yi mencoba untuk duduk, tubuhnya kembali terbaring, benda yang ada di atas perutnya begitu berat.


Mata Yun Yi turun, sebuah rambut indah yang sangat halus langsung menyapa mata Yun Yi. Ketika Yun Yi mencoba mengangkat tangan kanannya, itu juga terasa berat.


"Ternyata kamu." Ucap Yun Yi ketika melihat sebuah tangan besar, dengan sebuah cincin yang sangat familiar, kini tengah menggenggam tangan kanannya.


"A'Jian." Panggil Yun Yi.


Setelah beberapa saat, tidak ada respon apapun yang di keluarkan Raja Xin. "Apakah kamu tertidur?" Terka Yun Yi.


Tangan kiri Yun Yi terangkat, lalu mengelus pelan puncuk kepala tunangannya itu.


"A'Jian, bangun dulu."


"A'Jian." Yun Yi sedikit mengguncang kepala Raja Xin. Namun, sekali lagi, dirinya tidak mendapatkan respon dari Raja Xin.


"Tapi, sepertinya tidak. Dulu, selelah apapun, A'Jian tidak pernah susah di bangunkan seperti ini."


Yun Yi terdiam, ia tidak tahu harus berbuat apa. Untuk menyingkirkan tubuh Raja Xin dari atas tubuhnya, ia tidak bisa.untuj melepas genggaman tangannya saja sangat susah, terlalu erat.


"Aku harus bagaimana?"


Ketika tengah kebingungan...


Kriet


Pintu kamarpun terbuka, menampilkan Wen Yun yang terdiam kaku ketika melihat Yun Yi yang kini tengah menatap nya.


"Dewi bangun." Gumam Wen Yun dengan suara kecil.


Tangannya menepuk-nepuk pipinya dengan cukup keras, ketika merasakan sensasi panas di pipinya, Wen Yun kembali bergumam. "Ini bukan mimpi."

__ADS_1


"Ini memang bukan mimpi." Ucap Yun Yi.


Wen Yun tersentak kaget, dia tersadar dari lamunannya, dan secara spontan menjatuhkan dirinya ke lantai.


"Salam kepada Dewi Alam, Xiao Sui." Wen Yun ber-kowtow. Tubuhnya bergetar antara senang dan tidak percaya.


Senang karena Dewi yang ia kagumi ini akhirnya bangun, dan merasa tidak percaya karena sekarang dia dapat bertemu dengannya, walau dengan tubuh baru.


"Tidak perlu bersikap seperti itu, aku sangat tidak suka melihatnya." Yun Yi menghela nafas, inilah yang tidak ia suka ketika seseorang mengetahui identitas sebenarnya.


Orang-orang itu pasti akan melakukan kowtow padanya, bahkan sampai ada yang menyembahnya. Yun Yi tidak suka, dari awal dirinya menerima gelar dan tugas ini, Yun Yi tidak berminat bertemu dengan pengikutnya, karena mereka pastia kan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Wen Yun tadi.


"Kamu boleh bersikap biasa saja, sekarang aku adalah Er'Xiăo Jiě Huang dari Huang Fu Kekaisaran Xi. Aku tidak ingin kamu memandangku sebagai Dewi mu." Tutur Yun Yi.


Awalnya Wen Yun merasa ragu, tapi melihat wajah serius yang di tampilkan Yun Yi, Wen Yun hanya bisa mengangguk.


Yun Yi melambaikan tanganny, mengisyaratkan kepada Wen Yun untuk mendekat. Dengan ragu-ragu Wen Yun melangkah, menghampiri Yun Yi.


"Apakah ada yang bisa saya bantu Dewi, ah, maksudku Xiăo Jiě?" Tanya Wen Yun, sembari membenarkan panggilannya pada Yun Yi.


"Bisakah kamu memindahkan A'Ji-, maksudku Raja Xin ke samping?" Mohon Yun Yi.


Mendenga itu Wen Yun sedikit ragu, ia tidak mungkin menolak permohonan Dewi nya ini. Tapi, Raja Xin di kenal sebagai seorang Raja kejam yang tidak ingin di sentuh wanita manapun.


"Maaf Xiăo Jiě, bukannya saya ingin menolak permintaan anda. Tapi... Raja Xin tidak suka seorang perempuan menyentuhnya, bahkan seujung jari pun." Ujar Wen Yun takut-takut.


Yun Yi mengangkat alisnya, dari ucapangadis di depannya, Raja Xin terdengar seperti laki-laki dingin yang tak tersentuh.


"Kamu tidak perlu menghiraukan hal itu, sekarang di sedang tertidur. Jika dia terbangun, biar aku menjelaskannya nanti." Yun Yi mencoba meyakinkan Wen Yun.


Walau Yun Yi sudah mengatakan hal itu, tapi keraguan di hati Wen Yun masih besar. Bayang-bayang dirinya yang akan di eksekusi akibat menyentuh Raja kejam ini melintas di kepalanya.


Tapi, melihat Yun Yi yang terlihat kesusahan, Wen Yun mencoba menghilangkan keraguannya. Tangannya terulur, dan denan tangan bergetar, Wen Yun mencoba menggeser tubuh Raja Xin.


"Ugh." Wen Yun mengerahkan semua kekuatan fisiknya untuk mendorong tubuh Raja Xin ke sampin kiri Yun Yi.


Tapi, itu tidak berjalan dengan baik. Karena tubuh Raja Xin sangat berat, apalagi genggaman tangannya pada tangan Yun Yi tidak bisa terlepas.

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2