
"Kue Mawar dan Camomile."
Yun Yi memakan kue itu dengan lahap. "Sudah lama aku tidak memakan dua kue ini." Ujarnya.
"Aku senang kalau kamu menyukai nya." Raja Xin mengusap pelan kepala Yun Yi.
"Lain kali bawakan makanan enak lagi ya, A'Guang." Pinta Yun Yi dengan mulut penuh.
"Baik."
Ketika Yun Yi tengah memakan kue terakhir,
Tok tok tok
Terdengar suara pintu di ketuk. Raja Xin pun bangkit, Lalu membuka pintu.
Seorang pelayan menundukkan kepalanya, setelah nya ia berucap.
"Maaf mengganggu, saya ke sini di mintai Tuan Guang Luo untuk memanggil kalian ke makar tuan Guang Luo sendiri."
"Baik."
Pelayan itu kembali menunduk, lalu segera pergi dari sana.
Raja Xin mengahmpiri Yun Yi yang baru saja menghabiskan kue nya. "Kalau kue nya sudah habis, ayo ke kamar guru mu, dia memanggil."
"Mm, mm." Kepala Yun Yi terangguk-angguk, dia masih sibuk menyesap teh camomile buatan Raja Xin.
"Pelan-pelan saja, tidak perlu terburu-buru." Raja Xin mengambil sapu tangan yang tersedia di atas meja, lalu mengusap dagu Yun Yi yang basah oleh air teh.
"Maaf." Raja Xin mengangguk, lalu ia membereskan kembali gelas dan kain bekas kue.
"Ayo." Raja Xin menggandeng tangan Yun Yi. Mereka pun pergi ke kamar Guang Luo, yang berjarak dua kamar ke samping kiri dari kamar Plum.
"Apakah ini kamar Guru?" Tanya Yun Yi ketika mereka sudah ada di depan kamar bertuliskan, anggur.
"Ya." Raja Xin membuka pintu, lalu menarik Yun Yi untuk masuk ke dalam.
Di dalam ternyata sudah ada Guang Luo dan dua orang lain nya yang tengah duduk sambil meminum teh.
__ADS_1
"Kalian kemari." Guang Luo melambaikan tangannya, menepuk tempat kosong.
Salah satu dari mereka menoleh, seketika Yun Yi terkejut ketika tahu siapa dia.
"Putri Wang?"
"Jangan panggil aku Putri lagi, Huang Xiăo Jiě. Sekarang nama saya Jun Shu Ren." Shu Ren terlihat tidak suka di panggil Putri Wang, kerena mungkin dirinya sudah keluar dari istana.
"Baik, maaf, maksud saya Jun Shu Ren."
Shu Ren mengangguk.
Setelah Raja Xin dan Yun Yi duduk, Guang Luo segera berbicara. "Yun Yi, aku memanggil mu ke sini, karena ingin mengenalkan adik seperguruan mu." Mata Guang Luo tertuju pada dua orang di depan nya.
"Mungkin kamu sudah tahu dengan Jun Shu Ren, jadi aku tidak akan mengenalkan nya lagi. Nah, yang di samping nya adalah Pangeran Ming Yuan, pangeran ke enam Kerajaan Ming."
"Salam kenal, Saya Ming Yuan." Ming Yuan memberi salam pada Yun Yi layak nya seorang ahli bela diri. Dan Yun Yi menyukai nya, Ming Yuan tidak tampak seperti pangeran sombong dan semena-mena.
"Kalian bertiga jangan terlalu formal, kalian itu seumuran, sama-sama belum memasuki usia dua puluh tahun. Dan kalau tidak salah, kalian juga lahir di tahun yang sama." Tutur Guang Luo.
Setelah nya, Guang 5menjelaslan tentang reruntuhan yang akan mereka datangi esok pagi. Guang Luo memberitahukan peraturan yang di terapkan di reruntuhan ini.
Pagi-pagi sekali semua orang yang akan ikut masuk ke reruntuhan berkumpul di balai desa. Sudah hampir setengah dupa, Long Jue, salah satu dari penemu reruntuhan, tengah ber-pidato di depan.
Dia kembali memberitahukan peraturan yang di terapkan di reruntuhan.
"Baik, mungkin sampai si sini saja. Saya rasa kalian sudah paham. Ingat! Patuhi peraturan nya, jika ada yang melanggar, saya akan memberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya." Long Jue meng-akhiri pidato panjanga nya.
"Akhirnya sudah selesai, pria tua itu kenapa berbicara lama sekali, sampai rasa-rasa nya tidak lagi menginjak tanah." Keluh Min Yuan.
"Kau saja yang tidak sabaran." Ledek Jun Shu Ren, dengan wajah datar.
"Kau!" Mata Ming Yuan membola, ia menggeram marah.
"Sudah, sudah. Jangan membuat keributan di tempat ramai seperti ini." Lerai Guang Luo.
Yun Yi terkekeh kecil ketika melihat Huang Luo yang nampak esal melihat keributan kecil, yang di buat Ming Yuan dan Jun Shu Ren.
Saat mereka akan melakukan perjalanan. Long Jue menghampiri mereka dengan senyum yang terus di tampilkan.
__ADS_1
Long Jue membungkuk, memberi salam pada Raja Xin. "Salam kepada Raja Xin."
"Hm. Ada apa?" Sahut Raja Xin.
"Ekhem." Ling Jue berdehem sejanak, lalu berkata. "Begini yang mulia, karena ada anda di sini. Bagaimana kalau yang mulia Raja Xin yang memimpin rombongan?"
"Kenapa harus aku?" Di bayangan Raja Xin, jika irinya berada di barisan terdepan, maka diri nya akan jauh dari Yun Yi. Dan jika benar begitu, ia akan langsung menolaknya.
"Semua orang yang sudah berumur di sini adalah pengembara, lalu, walau ada seorang pangeran pun." Lin Jue melirik Ming Yuan. "Pangkat anda adalah yang tertinggi." Lanjutnya.
Raja Xin menatap datar Long Jue. 'Masalah pangkat lagi.'
"Aku akan di depan kalau kelompok gadis ku juga ada di barisan depan, bagaimana?" Tutur Raja Xin.
Long Jue melihat ke arah Jun Shu Ren lalu berbelok ke arah Yun Yi.
Melihat itu, Raja Xin tahu kalau Long Jue tengah menerka-nerka siapa seseorang yang ia sebut 'gadis nya'. Denan segera Raja Xin menggenggam tangan Yun Yi yang menggantung di udara, dari tindakan nya, seolah-olah mengatakan kalau Yun Yi adalah yang di maksud dengan 'gadis ku'.
Long Jue sedikit terkejut, ketika Raja Xin dengan tiba-tiba menggenggam tangan Yun Yi. Awalnya ia kira gadis yang di maksud Raja Xin adalah gadis ber-Hanfu merah di samping kiri nya.
"Baik, kelompok ini boleh berada di barisan paling depan." Ucap Long Jue, menyetujui.
Setelah nya mereka pun mulai berangkat, Yun Yi kini berada di atas kuda yang sama dengan Raja Xin. Padahal awal nya Yun Yi ingin naik kuda sendiri.
Tapi karena banyak nya pasang mata yang terus melirik Yun Yi, Raja Xin dengan sedikit kasar menarik Yun Yi untuk naik di kuda yang sama.
"A'Guang, seperinya kamu senang sekali membawa toples cuka di pert mu." Ujar Yun Yi sedikit terkekeh.
"Apakah kamu tidak suka jika aku seperti ini?" Tanya Raja Xin.
"Emm, bagaimana ya." Raja Xin menjadi berdebar ketika Yun Yi dengan sengaja menjeda ucapan nya.
"Kadang aku suka, dan senang karena kamu begitu peduli pada ku. Tapi kadang aku agak risih jika kamu terus begitu pada setiap kejadian kecil." Ujar Yun Yi pada akhirnya.
"Hal kecil? Seperti apa?"
"Coba kamu pikirkan sendiri." Ujar Yun Yi, tidak berniat menjawab rasa penasaran Raja Xin.
...🔸️To Be Continued🔸️...
__ADS_1