Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Peramal Yin


__ADS_3

"sepertinya aku harus membawanya saja."


.


.


.


Seperti niatnya kemarin, hai ini Yun Yi kbali ke istananya, sambil membawa Raja Xin. Yun Yi menitipkan Raja Xin pada Zisè, di dalam cincin ruang. Ia tidak mungkin terus membawa Raja Xin dengan wujud Naga-nya, kemanapun ia pergi.


Di istana, Yun Yi segera pergi ke ruang ke sehatan. Baru saja membuka pintu, Yun Yi di kagetkan dengan banyaknya peri-peri yang berbaring, ada juga beberapa iblis bawahannya yang ikut di amankan di sini.


"Bagaiaman bisa seperti ini?" Gumam Yun Yi.


Seorang wanita paruh baya menghampir Yun Yi. "Salah untuk Dewi, maaf saya baru memberi salam."


Yun Yi menggeleng. "Tidak perlu minta maaf Dayang Hao."


Dayang Hao tersenyum, dia berdiri di sampin Yun Yi lalu berkata. "Apakah anda memiliki pertanyaan untuk saya?" Tanya Dayang Hao, ketika melihat raut rumit di wajah Yun Yi.


"Bukan hanya untuk mu."


Yun Yi menatao orang-orang yang terbaring di kasur yang di sediakan di ruang kesehatan ini. Dia menyadari satu hal, di antara semua orang yang terbaring, tidak satu orangpun manusia, rata-rata dari mereka adalah peri dan iblis.


"Dayang Hao, apakah kejadian ini tidak di alami oleh manusia?" Tanya Yun Yi.


"Benar Dewi. Saya juga tidak tahu mengapa, tapi yang pasti, pengikut atau bawahan anda yang manusia tidak mengalami tidur panjang seperti kaum lainnya." Sahut Dayang Hao.


"Kalau begitu di mana peramal Yin?"


Mendengar pertanyaan dari Yun Yi, mata Dayang Hao membulat. "Dewi.. apakah ingatan anda.. sudah..."


"Jawab saja pertanyaanku, di mana peramal Yin?" Yun Yi tidak berniat menjawab, dia sudah berniat memaparkan fakta ini kepada Raja Xin terlebih dulu, biarkan mereka menyimpulkan sesuka hati mereka.


Paham dengan situasi, Dayang Hao tidak lagi berniat bertanya. Dia memringkan tubuhnya sambil berkata. "Saya akan tunjukan jalannya Dewi."


Yun Yi mengangguk, lalu mengirim langkah wanita di depannya. Keluar dari ruang kesehatan, dan melewati istana utama, sampai mereka sampai ke arena belakang istana yang sepi.


Setelah melewati kebun, Yun Yi dapat melihat sebuah rumah kecil yang sangat sederhana, di ujung jalan. Rumah kecil itu di kelilingi sawah-sawah yang mulai meninggi.


Yun Yi menatap sekelilingnya, tempat ini tidak pernah berubah sejak terakhir kali ia datang kemari. Masih sangat asri, dan sejuk, suasana yang sangat di sukai pria tua itu.

__ADS_1


Yun Yi menarik sudut bibirnya, ia ingin ahu bagaimana keadaan laki-laki tua itu setelah ia tinggal beberapa ratus tahun ini. Yun Yi juga ingin tahu, bagaimana reaksi orang itu ketika melihatnya lagi, setelah ratusan tahun ini.


Tok tok tok


Dayang Hao mengetuk pintu kayu itu dengan cukup keras.


"Peramal Yin, apakah anda ada di dalam?"


Tok tok tok


"Peramal Yin." Panggil Dayang Hao, sekali lagi.


Ckelk


Tak lama kemudian, pintu terbuka menampilkan pria tua dengan janggut panjang, mata abunya menatap Dayang Hao penuh tanya.


"Ada keperluan mendesak apa, sampai engkau datang kemari Dayang Hao?" Tanya Permala Yin.


Yun Yi tersenyum. 'Sepertinya, pria tua itu belum merasakan keberadaan ku. Atau karena aura Dewi-ku belum pulih sepenuhnya sehingga ia tidak menyadari keberadaan ku?' Batin Yun Yi menduga-duga.


"Itu.. anu." Dayang Hao melirik Yun Yi yang masih tersenyum kecil.


Awalnya, raut wajah pria tua itu terlihat biasa saja. Tapi setelah mengamati lagi, pupil mata pria itu melebar.


"D-dewi-ku?!"


Matanya memerah, tubuhnya juga sedikit bergetar. Dia menatap tidak percaya pada gadis di depannya. "Dewi-ku, apaka ini benar-benar anda?"


"Kamu pastikan sendiri, aku ini siapa." Ujar Yun Yi yang masih di sertai senyum.


Tubuh peramal Yin runtuh ke bawah, dia berteriak. "Langit mengabulkan doaku! Langit mengabulkan doaku!"


"Sebuah berkah! Sebuah berkah!"


Air mata pria itu tidak dapat terbendung lagi, junjungannya kembali, dia benar-benar kembali. Walau dengan tubuh berbeda, dan dengan keadaan kacau.


"Tunggu." Peramal Yin mengusap air mata di pipinya, ia segera bangkit dari duduknya.


"Dewi-ku, mengapa keadaan anda begitu kacau?"


Sudah Yun Yi duga, laki-laki di depannya pasti akan langsung menyadari keanehan dalam dirinya. "Matamu masih sangat bagus seperti dulu Peramal Yin, ya walau sekarang kamu semakin sulit merasakan kehadiran seseorang."

__ADS_1


"Apakah anda tengah memuji saya, atau sebaliknya?" Peramal Yin menggeleng, sipay Dewinya masih sama seperti dulu.


"Terserah kamu mau menganggap perkataanku pujian atau bukan. Tapi kali ini, ada hal penting yang harus ku tanyakan." Ujar Yun Yi dengan wajah berbuah menjadi serius.


Peramal Yin menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu, mari masuk ke dalam rumah kecil hamba Dewi." Permala Yin membuka lebar pintu rumah sederhananya, mempersilahkan Yun Yi untuk masuk.


Sebelum Yun Yi masuk, ia menoleh ke arah Dayang Hao. "Dayang Hao, kamu boleh kembali mengerjakan pekerjaan mu yang lain. Mungkin aku akan menetap cukup lama di sini."


Dayang Hao menganggukkan kepalanya tanpa membantah. "Kalau begitu saya pamit, Dewi."


Setelah melihat Dayang Hao yang mulai menjauh, Yun Yi memasang sebuah array di sekitar rumah sederhana milik peramal Yin.


Di dalam, Yun Yi sudah di sambut dengan senyum aneh peramal Yin.


"Ada apa?" Tanya Yun Yi.


"Sepertinya, hal yang ingin anda tanyakan pada saya bukan hanya tentang kejadian yang di alami bawahn anda." Tutur Peramal Yin, tepat sasaran.


"Kamu benar." Yun Yi mengangguk, dia duduk di kursi sebrang peramal Yin.


"Pertanyaan lainnya tidak boleh di ketahui oleh orang lain selain aku dan kau." Ucap Yun Yi dengan wajah datar.


Melihat perubahan raut wajah Dewinya, peramal Yin merasa masalah ke duanya lebih berat di banding dengan masalah pertama.


"Baik, pertama-tama saya ingin bertanya, anda menbutuhnan jawaban mengenai hal yang mana lebih dulu?" Tanya peramal Yin dengan wajah serius.


"Mengenai kejadian yangdi alami bawahanku terlebih dulu." Jawab Yun Yi.


Peramal Yin mengangguk, lalu ia bangkit dari duduknya mengambil sebuah kotak kayu yang di simpan rapi di rak belakang, dan mengambil beberapa buku.


"Para bintang menuliskan kejadian ini bukanlah sebuah masalah, bahkan semesta juga berkata bahwa semua yang bersangkutan dengan anda akan mengalami hal yang sangat baik."


"Para bintang juga menuliskan, bahwa anda mendapatkan berkah dari leluhur tinggi. Dan berkah itu juga di berikan pada orang-orang di sekitar anda."


Mendengar perkataan peramal Yin, Yun Yi malah teringat dengan Fang Yin, Dewi Lama pertama. 'Mungkinkah?' Batin Yun Yi bertanya-tanya.


"Dan pesan terakhir dari para bintang, mengatakan bahwa kejadian ratusan tahun lalu akan kembali terulang yang ke tiga kalinya."


Yun Yi yang sedang menunduk, spontan mendongak, pupil matanya melebar. "Apa?!"


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2