Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Cincin Ruang


__ADS_3

"Biar aku yang pilihakan."


Yun Yi menengok ke belakang, Yun Yi tersenyum.


"Gēgē." Seru Yun Yi.


"Kau ingin menaikki kuda yang seperti apa?" Tanya Qiou Yue.


Yun Yi berpikir sejenak, "Hm, apa saja. Yang terpenting kuda itu suka padaku." Ujar Yun Yi.


"Kalau begitu ikut aku." Qiou Yue menarik tangan Yun Yi.


Qiou Yue membawa Yun Yi ke depan kuda coklat dengan rambut hitam.


"Apakah yang ini?" Tanya Yun Yi, menunjuk kuda coklat tersebut.


"Benar."


Ketika Yun Yi ingin mwnghampiri kuda coklat itu, mata Yun Yi teralihkan. Ia malah menatap kuda putih berambut pirang yang berada di samping kuda coklat.


"Gēgē, kuda ini milik siapa?" Yun Yi mengahmpii kuda itu.


Qiou Yue melotot, "Yun Yi jangan kuda yang itu." Cegah Qiou Yue.


Yun Yi menoleh, tangan nya tengah mengelus kepala kuda putih itu. "Kenapa?" Tanya nya.


Qiou Yue terdiam ketika kuda putih itu seperti menyukai Yun Yi. Terlihat dari cara kuda itu menunduk memberikan kepalanya untuk Yun Yi elus.


Melihat Qiou Yue yang hanya diam saja Yun Yi mengerutkan keningnya. "Gēgē." Panggilannya.


"Memangnya kenapa dengan kuda ini?" Yun Yi sekali lagi bertanya.


"Tidak, tadinya aku ingin bilang kalau kuda itu belum di jinakkan. Tapi sekarang..." Qiou Yue melihat ke arah kuda itu yang terlihat tenang ketika Yun Yi mengelusnya.


"Sepertinya kuda itu menyukai mu." Lanjutnya.


Mendengar itu, Yun Yi mengangguk-anggukan kepalanya. Pantas saja tadi Gēgē nha terlihat cemas.


"Karena kamu sudah memilih kudanya, mari kita ke depan. Ayah pasti sudah menunggu kita." Ajak Qiou Yue.

__ADS_1


"Baik. Kalau begitu Xiao Bai mari ke depan."


Qiou Yue mengerutkan keningnya, "Xiao Bai? Yi'er bukankah kuda ini besar, jadi seharusnya kau memanggilnya Xiao Da." Ucap Qiou Yue heran.


"Tidak, aku tidak akan memanggil nya Xiao Da. Aku ingin memanggil nya Xiao Bai." Yun Yi menggeleng dengan tegas.


Qiou Yue hanya mengangguk, lalu Qiou Yue pun menunggangi kuda coklat yang tadinya akan ia berikan pada Yun Yi. Dan Yun Yi menunggangi Xiao Bai.


Ketika Qiou Yue dan Yun Yi telah pergi dari sana, Lan Mei terbengong sejenak.


"Apakah nubi di lupakan oleh Xiăo Jiě?"


...> > > ✧✧✧ < < <...


Setelah semuanya berkumpul, akhirnya keluarga Huang pun berangkat. Mereka akan pergi ke Kerajaan Qiu terlebih dahulu, untuk menemui orang tua Qiu Ran Ran sekaligus menari tahu apakah Array teleportasi di sana masih bisa di guanakan.


Yun Yi menunggangi kudanya tepat di tengah-tengah Jendral Huang dan Qiou Yue. Dia seperti seorang putri dari kerajaan yang tengah di jaga dengan ketat.


"Qiou Yue apakah Huangtaizi tidak keberatan kalau kamu berada di sini?" Tanya Jendral Huang, memulai percakapan.


"Ayah tenang saja, Huangtaizi sudah memberikan izin. Ya walau hanya berangkatnya saja. Nanti setelah sampai di Kekaisaran Wu dan sampai pulang ke Kekaisaran Xi lagi aku harus tetap di samping yang mulia." Jawab Qiou Yue, menjelaskan.


Yun Yi melihat ke arah Qiou Yue, lalu berucap. "Memangnya Gēgē bekerja sebagai apa di samping Huangtaizi?" Tanya nya.


"Gēgē bekerja sebagai penasihatnya, Yi'er." Sahut Qiou Yue, ia tersenyum, antara senang dan sedih.


Senang karena Yun Yi bertanya dan sedih karena Yun Yi hilang ingatan, 'Huft, aku harap kau segera mengingatnya Yi'er.' batin Qiou Yue.


"Oh ya, perjalanan kita ke Kekaisaran Wu memakan waktu berapa hari?" Tanya Yun Yi, entah pada siapa.


"Jika kita tidak menggunakan Array teleportasi kita akan membutuhkan waktu sampai sepuluh hari. Namun, jika kita memakai Array teleportasi kita hanya perlu waktu tiga hari untuk sampai di Kekaisaran Wu." Jelas Jendral Huang secara ringkas.


Yun Yi mengangguk paham. "Lalu kenapa kita tidak memakai Array teleportasi nya sekarang?" Tanya Yun Yi lagi.


"Aray teleportasi itu hanya di pasanga di kerajaan Qiu, jadi kita harus pergi kesana terlebih dulu jika ingin menggunakan Array teleportasi." Kali ini giliran Qiou Yue yang menjelaskan.


"Ohh begitu..."


Yun Yi tersadar akan satu hal, "Qiu?" Gumam Yun Yi.

__ADS_1


'Bukankah itu marga ibu?' batin Yun Yi.


Jendral Huang tersenyum, "Kerajaan Qiu adalah tempat asal ibumu Yi'er." Ucap Jendral Huang.


'Pantas saja.' Yun Yi berseru dalam hatinya.


"Apakah ibu anggota kerajaan?" Yun Yi bertanya, sekaligus memastikan apakah tebakannya benar atau tidak.


"Ya bisa di bilang seperti itu..." Jendral Huang menagadah, menatap langit biru yang terbentang luas.


"Maksudnya?"


"Ibumu bukan anggota kerajaan resmi Yun Yi, Kakek mu adalah anak dari Raja sebelumnya dari seorang selir. Bisa di bilang Kakek dan Raja Qiu saat ini adalah saudara beda ibu." Jelas Jendral Huang.


"Namun, Kakek mu dan Raja saat ini tidaklah akrab, tapi juga bukan musuh." Lanjutnya.


Yun Yi mengangguk, agak mengerti. Tapi informasi itu membuat kepala Yun Yi menjadi pusing. Ya... Intinya ia akan menemui Kakek dan Neneknya di dunia ini.


Yun Yi tersenyum, ia tidak sabar untuk bertemu. Dari sebagian ingatan yang di wariskan pemilik asli dari tubuh ini, Kakek dan Nenek nya sangatlah menyayangi Yun Yi.


Jendral Huang tersenyum, "Apakah kamu tidak sabar menemui Kakek dan Nenek Yi'er?" Tanya Jendral Huang ketika melihat mata Yun Yi yang berbinar.


"Iya." Seru Yun Yi agak keras.


Yun Yi teringat satu hal, ia memperlihatkan cincin tunangannya pada Jendral Huang.


"Ayah apa kau tau cincin ini terbuat dari apa?" Tanya Yun Yi.


Jedral Huang menaap cincin tunangan Yun Yi yang di berikan oleh Raja Xin, cincin itu sangat cantik seperti terbuat dari giok biru namun juga seperti berlian, ada pola rumit di beberapa bagian cincin itu yang seperti di ukir menggunakan emas, serta satu bulatan kecil di tengahnya yang berwarna lilac. Terlihat sangat mewah walau hanya dalam bentukan cincin kecil.


"Entahlah. Namun, yang pasti. Kamu tidak akan menemukan cincin yang sama persis seperti ini di mana pun." Sahut Jendral Huang.


Ya, Jendral Huang yakin jika Raja Xin tidak mungkin memberikan cincin biasa pada Yun Yi. Ia tahu kalau Raja Xin mulai mencintai Yun Yi. Mana mungkin kan kalau Raja Xin memberikan cincin yang biasa saja.


"Kata A'Guang, cincin ini adalah cincin ruang. Tapi dia belum sempat memberitahu ku bagaimana cara menggunakannya." Ujar Yun Yi, dia menatap cincin itu. Yun Yi setuju denan ucapan Jendral Huang, cincin ini sepertinya hanya ada satu, karena ukirannya pun sangat rumit, dan terlihat seperti benda yang di turunkan dari zaman kuno.


Entah dari mana Yun Yi bisa berfikir kalau benda yang terpasang di jari manisnya iru adalah benda kuno.


"Kau hanya perlu meneteskan darahmu saja pada cincin itu, setelah itu kau bisa memakainya. Seperti menyimpan barang dan mengambilnya kembali." Jelas Jendral Huang.

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2