Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Markas


__ADS_3

Grak


Tanah di sebelah patung tiba-tiba terbuka, dan menampilkan tangga yang menuju ke bawah.


"Ha-haha." Yun Yi tertawa hambar, bagaimana dirinya tidak terpikirkan tentang hal ini, padahal markas organisasinya dulu juga mempunyai pintu masuk yang seperti ini.


Yun Yi segera menuruni tangga. Tangga ini di buat dengan bebatuan, lalu di lihat dari dinding-dinding yang sangat rapi dan agak terkesan kuno, ini terlihat sudah lama ada.


Ketika Yun Yi telah menghabiskan semua anak tangga, tiba-tiba obor-obor yang ada di dinding menyala dengan sendirinya, dan lorongpun menjadi terang.


"Tempat ini benar-benar seperti sudah ada sejak eta kuno." Yun Yi bergumam.


Semakin masuk, semakin dingin udara di dalam lorong ini. Semakin jauh dirinya melangkah, keheningan semakin menyelimuti. Dan Yun Yi tidak pernah mengira lorong sepi ini tiba-tiba di penuhi dengan suara jeritan wanita, ketika Yun Yi baru sajamenghabiskan langkahnya di lorong.


Di depannya, kini ada satu pintu yang sedikit terbuka. Dengan hati-hati Yun Yi membuka pintunya.


Ketika Yun Yi mendorong pintu, matabya terbelalak ketika melihat pemandangan yang sama seperti di kediaman sebelumnya.


"Ini... apakah sekarang kerajaan siluman sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar?" Yun Yi menggeram marah.


Brak


Denan keras Yun Yi membuka pintu, lalu membuang cambuk yang ada pada tangan seorang pria dengan pakaian mentri.


Tak


"Kau...!"


Pria itu menatap Yun Yi dengan marah, tangannya terangkat ke udara, menunjuk Yun Yi.


Brak


Yun Yi mendorong pria itu dengan kekuatan spiritualnya. Matanya menatap tajam pria-pria yang ad di ruangan ini, lah menghampiri wanita paruh baya dengan tubuh bergetar, menahan sakit.


Ketika Yun Yi sudah di dekat wanita itu, sekarang Yun Yi tahu, mengapa wanita itu membungkuk.


Seorang gadis kecil dengan mata terpejam di pelukan wanita itu, wajah gadis itu di penuhi dengan lebam yang terlihat baru.


"Bahkan mereka membawa seorang gadis yang begitu belia." Yun Yi benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang pemimpin memperlakukan rakyatnya seperti ini.


"Seharusnya dunia ini di pimpin Ye Lian, bukan laki-laki itu."

__ADS_1


Yun Yi berjongkok di samping wanita itu. "Nek, apakah kamu masih bisa berdiri?" Tanya Yun Yi, dengan suara yang begitu lembut. Entah hilang kemana ekspresi marahnya tadi.


Wanita itu hanya mengangguk, pasti dia sedang menahan sakit yang di terimanya akibat cambukkan dari pria tadi.


Mata Yun Yi berkaca-kaca ketika wanita tua itu tersenyum sambil mengusap wajah gadis kecil di pelukannya, apa lagi mendengar gumaman wanita itu.


"Syukurlah, cucuku masih baik-baik saja."


Kemarahan Yun Yi semakin menjadi, sampai-sampai tanda bunga teratainya berubah merah. Tapi, Yun Yi mencoba menahan Hei Sui yang terus mencoba mengambil alih.


Masalah ini akan Yun Yi tangani sendiri, dirinya tidak akan membiarkan Hei Sui menguasai dirinya.


"Nenek, mari saya bantu." Yun Yi memegang pergelangan tangan wanita itu. Lalu secara perlahan, muncul cahaya biru terang dari telapak tangan Yun Yi.


"Alam akan selalu melindungimu." Gumam Yun Yi, atau lebih tepatnya bisikan, karena suaranya sangat kecil.


Luka di tubuh wanita paruh baya itu menghilang seketika. Bahkan wajah wanita itu menjadi sangat segar.


"Ini.. ini." Semua orang tentu kaget, kekuatan Qi spiritual yang mereka rasakan tadi sama persis dengan Qi spiritual milik Dewi mereka, Xiao Sui.


Tanpa berkata apapun, Yun Yi kembali mengobati gadis kecil yang ada di pelukan wanita paruh baya itu. Ketika sudah selesai, Yun Yi membuat sebuah tabir dj sekitar mereka.


Yun Yi menghampiri para pria, dirinya menatap satu-persatu wajah pria yang ada di dalam ruangan ini. "Setelah ini, aku benar-benar harus mengumpulkan orang yang mau berkudeta bersamaku." Gumam Yun Yi.


Wush


Krak


Walau para pria itu menciptakan sebuah perisai pelindung, tapi itu sia-sia. Karena tidak sampai tiga detik, perisai mereka hancur oleh Qi spiritual angin milik Yun Yi.


Para pria termundur, karena Qi spiritual Yun Yi yang begitu kuat.


Sampai-sampai, salah satu dari mereka ada yang terduduk di tanah.


Pria berpakaian mentri yang tadi Yun Yi serang kini berlari ke arah Yun Yi dengan sebuah peang di tangannya.


Namun belum juga mendekat, sebuah sulur sudah lebih dulu mendorong pria itu, dan saking kerasnya, pria itu sampai menjatuhkan pedangnya.


Wush


Braa

__ADS_1


Dari beberapa arah, ada sekumpulan Qi spiritual yang mengarah padanya. Dari Qi spiritual angin dan Qi spiritual api.


Dengan mudah Yun Yi memusnahkan Qi spiritual itu, lalu membuat sulur baru dan mulai menyerang mereka.


Ketika para pria itu sedang sibuk dengan sulur Yun Yi. Yun Yi menghampiri semua wanita yang di bawa oleh Yue Yi. Yun Yi menatap satu persatu dari antara mereka.


Banyak dari mereka yang yang terluka. Jadi, Yun Yi mengeluarkan sebotol pil dari dalam ruangnya.


"Masing-masing dari kalian, makanlah ini." Yun Yi menyerahkan pil itu ke setiap orang.


Walau mereka terlihat enggan dan masih bersikap waspada pada Yun Yi, tapi setelah mengetahui kalau pil yang ada di tangan mereka ternyata adalah pil penyembuh, mereka memakannya tanpa ragu-ragu.


Yun Yi tersenyum, dengan ini mereka tiska kan merasakan sakit lagi.


"Kalian bersiap, aku akan mengeluarkan kalian dari sini." Seru Yun Yi setelah para wanita itu sudah terlihat lebih baik.


"Maaf jika perkataan saya ini menyinggung anda Gūniáng. Tapi, bagaimana caranya anda membawa kamu keluar? Pintu itu, akan membuat siapa saja yang masuk tidak akan dapat keluar." Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk berbicara. Wanita itu menunjuk pintu yang tadi Yun Yi lewati.


Alis Yun Yi terangkat. "Kalau begitu, aku hanya perlu mengirim kalian ke kediaman seseorang."


Tangan Yun Yi terangkat, lalu menciptakan sebuah gelombang Qi spiritual, dan memusatkannya di tengah-tengah para wanita.


Wush


"Tunggu!"


Seorang pria lainnya yang berhasil melepaskan diri, berniat mencegah Yun Yi. Namun, sebelum itu terjadi, para wanita itu sudah tidak ada di ruang ini.


Para pria itu memelototkan matanya. Mereka menatap Yun Yi penuh marah.


"Apa yang kau lakukan?!" Pria yang tadi mencambuki wanita paruh baya, berteriak marah.


Tanpa peduli dengan lukanya, pria itu berniat menyerang Yun Yi dengan pedangnya, yang kini di lapisi Qi spiritual.


"Trik kecil." Tangan Yun Yi terangkat, lalu sebuah pedang es tercipta.


Yun Yi ikut berlari menghampiri pria itu.


Trang


Pertarungan pun tidak dapat terhindar lagi. Kini ruangan rahasia sudah di penuhi dengan suara adu pedang.

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2