Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Gu Mei Lu


__ADS_3

"Ayah.." yu Lin kesal karena Jendral Huang hanya diam saja.


Yun Yi yang tadinya hanya terdiam di depan pintu, kini ia maju, menghampiri Yu Lin.


"Lin'er, bagaimana kalau kita pergi ber-dua saja? Sepertinya Ayah masih ada kepentingan." Ujar Yun Yi.


"Tapi JiěJiě.." Bibir Yu Lin cemberut, ia ingin pergi bersama Ayahnya.


Yun Yi menggelengkan kepalanya. Ia melihat ke arah Jendral Huang. "Ayah kami pergi dulu."


Setelah mengucapkan itu, Yun Yi membawa Yu Lin ke luar kamar Jendral Huang. Setelah menutup pintu, mereka bertiga pun mulai berjalan ke luar penginapan.


Di perjalanan wajah Yu Lin masih cemberut, Yun Yi sebenarnya ingin membujuknya supaya tidak marah lagi. Namun, ini pertama kalinya ia mempunyai seorang adik. Jadi, ia tidak tahu harus bagaimana.


Ketika Yun Yi melihat pedagang tanghulu, Yun Yi pun segera menghampirinya. "Pak berikan aku tanghulunya tiga." Yun Yi menyodorkan satu koin perak.


"Gūniáng, uang nya terlalu banyak, harga satu tanghulu hanya tiga koin perunggu." Pedagang itu menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak punya yang lain, jadi kau ambil saja semua." Yun Yi menerima tanghulunya, lalu memberikan uang nya.


Ia menghampiri Yu Lin, Yun Yi berjogkok di depan Yu Lin. "Mau ini?" Yun Yi menunjukan tanghulu itu ke hadapan Yu Lin.


Yu Lin menatap Yun Yi, ia pun mengambil satu tanghulu. "Terimakasih."


Yun Yi tersenyum senang, ia berdiri lalu menyerahkan satu tanghulu lainnya ke Min An. "Ambillah."


Min An menerimanya walau agak ragu. "Terimakasih."


Mendengar itu Yun Yi mengusap puncak kepala kedua-nya. "Mari kita lihat pasar."


Yun Yi menggandeng tangan Yu Lin dan Min An. Mereka pun berkeliling pasar. Namun, ketika tengah asik menikmati suasana pasar.


Yun Yi merasa ada aura membunuh, ya.. walaupun bukan di arahkan padanya. Tapi aura membunuhnya begitu pekat.


'Semenjak aku bisa menguasai kekuatan Roh, kemampuan ku banyak yang meningkat.' Pikir Yun Yi.


'Xiăo Jiě, benar. Bahkan berkat itu, banyak perubahan di dunia ruang.' Suara Zisekini terdengar.


'Kemana saja kau selama ini?' Yun Yi bertanya.


'Karena perubahan ruang, Zisè juga terpengaruh. Jadi dalam beberapa saat Zisè hanya bisa duduk bersila di tengah-tengah ruang.' Jelas Zisè.


Yun Yi pun mengerti. 'Lain kali aku akan pergi ke sana untuk melihat perubahannya.'


Ketika Yun Yi merasakan aura itu lagi, ia merasa orang nya sudah semakin dekat dengan nya.


Yun Yi berbalik, "Min An, jaga Yu Lin sebentar. Aku masih ada keperluan, hanya sebentar."


Setelah mengucapkan itu Yun Yi segera pergi, meninggalkan Yu Lin dan Min An yang terdiam.

__ADS_1


"JiěJiě, apakah kamu tahu jalan pulang nya?" Yu Lin bertanya.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Kini Yun Yi sudah berada di depan sebuah rumah makan yang begitu ramai.


"Aura nya ada di dalam." Ujar Yun Yi.


Yun Yi pun masuk ke dalam. Penjaga rumah makan pun mempersilahkan Yun Yi. Mata Yun Yi mengedar, mencari keberadaan orang yang ber-aura itu.


Karena tidak menemukannya di lantai satu, Yun Yi pun naik ke lantai dua, lantai paling atas.


Kembali, Yun Yi mengedarkan pandangannya. Tiba-tiba, ada ribuan panah yang mengarah pada seorang gadis ber-Hanfu merah muda yang tengah duduk di dekat jendela. Tapi, panah itu bukan berasal dari luar, melainkan tiba-tiba sudah ada di udara saja.


Panah itu melesat begitu cepat, Yun Yi pun segera membuat perisai pelindung dari sulurnya di depan gadis tadi. Dengan cepat ia berdiri di depan perisai.


Tring


Tring


Tring


Yun Yi menghadang panah itu menggunakanbelatinya. Mata nya memandang ke sekitar. Aura itu masih ada di ruangan ini, sepertinya berbaur dengan para pelanggan lainnya.


Panah itu sudah tak ada lagi. Setelah puluhan panah Yun Yi tebas. Ada tiga orang ber-Hanfu ungun menghampiri Yun Yi dengan pedang mereka. Dan terjailah pertikaian.


Tring


Tring


Yun Yi dengan lihai mengayunkan belati nya, ketika dua orang terus menerus menyerang Yun Yi. Salah satu dari mereka pergi ke arah perisai.


Yun Yi menoleh, dengan langkah cepat ia mengikuti pria itu.


Bruk


Yun Yi menendang pria tersebut. "Lawan kalian adalah aku."


Yun Yi kembali memberikan serangan, walau ia hanya menggunakan belati, tapi jangan di tanya seberapa hebat ia.


Biasanya satu orang dengan kultivasi tinggi mampu mengalahkan orang yang masih di Ranah Awal orde tujuh. Tapi Yun Yi masih di Ranah Awal orde emoat. Dan tiga orang dengan kultivasi tinggi seperti mereka kesusahan menghadapi Yun Yi.


Srt


Yun Yi memotong jari salah satu dari mereka.


"Aagh!" Pria itu berteriak kesakitan.


Asal kalian tahu, Yun Yi membubuhi racun di setiap inci belatinya, termasuk gagangnya. Lalu bagaimana Yun Yi bisa baik-baik saja?

__ADS_1


Tentu saja Yun Yi sudah meminum pil yang di berikan Zisè. Pil itu bisa membuatnya kebal terhadap racun apapun selama tiga hari. Ya.. walaupun Yun Yi tidak tahu nama pil itu apa.


Yun Yi kembali maju, melayangkan belati nya ke arah dua pria ber-Hanfu ungu lainnya.


Tring


Tak


Pedang yang di pegang ke dua pria itu terhempas cukup jauh. Dengan cepat Yun Yi menggoreskan belatinya.


Srtt


Srtt


Dan sekarang ke tiga pria itu terdusuk di lantai memgangi luka sayatan yang di berikan Yun Yi.


"Agh! Si*l*n! Apa yang telah kau lakukan?!" Salah satu dari mereka menatap tajam ke arah Yun Yi, mereka sudah biasa terkena sayatan pedang. Namun, kenapa hanya karena goresan dari belati bisa membuat tubuh mereka sangat sakit.


"Aku hanya sedikit menambahkan 'sesuatu' ke belati ku." Yun Yi berucap tenang.Ia menyimpan kembali belatinya.


Dari arah belakang, dua prajurit yang menjaga gadis itu menghampiri Yun Yi.


"Gūniáng, terimakasih sudah membantu Nona saya." Ucap salah satu prajurit itu.


Yun Yi mengangguk. "Aku serahkan mereka padamu."


Setelah mengucapkan itu Yun Yi berniat untuk segera pergi. Namun gadis yang tadi ia lindungi mengejarnya.


"Tunggu."


Yun Yi menghentikan langkahnya, ia berbalik.


"Gūniáng, terimakasih sudah melindungi saya." Gadis itu mwmbungkukkan badannya.


"Ya. Sama-sama."


Gadis itu menatap Yun Yi dengan senyuman. "Jika boleh tahu, nama Gūniáng siapa?" Tanya nya.


"Yun Yi, Huang Yun Yi." Sahut Yun Yi.


"Huang?" Gadis itu bergumam.


"Apakah Gūniáng berasal dari Huang Fu dari Kekaisaran Xi?" Tanya Gadis itu.


Yun Yi hanya mengangguk.


Gadis itu semakin melebarkan senyumnya. "Xiăo Jiě Huang, perkenalkan saya Gu Mei Liu. Putri pertama dari mentei Gu." Mei Liu mengubah panggilan nya menjadi Xiăo Jiě.


"Mentri Gu?" Sepertinya Yun Yi merasa tidak asing dengan nama itu.

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2