Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Pohon Unik


__ADS_3

Akhirnya mereka hampir sampai di Kerajaan Ming.


Yun Yi membuka tirai jendelanya, menatap sawah yang membentang, padi yang baru saja di tanam dengan matahari yang mulai tenggelam menjadi pemandangan yang sangat indah.


"Lan Mei apa kau tahu ini di wilayah mana?" Tanya Yun Yi.


"Kalau tidak salah, pesawahan ini adalah pembatas antara kerajaan Xu  dan Kerajaan Ming. Kalau tepatnya saya tidak tahu Xiăo Jiě." Jawab Lan Mei.


Yun Yi mengangguk, ia kembali menatap pemandangan yang baru pertama kali ia lihat. Dulu ketika hidup nya masih berada di zaman modern, semasa menjadi Xiao Lin ia tidak pernah menikmati pemandangan indah seperti ini.


Bukan tidak pernah pergi ke pedesaan, dia pernah pergi, namu waktu itu ia dan tim nya tengah menjalani tugas dari kepala desa tersebut.


Mereka di mintai membantai kelompok yang sudah lama mengedarkan berlian ilegal dari hutan dekat desa tersebut.


Sepanjang hidup dengan identitas Xiao Lin, Yun Yi hanya hidup di kota, tempat yang penuh dengan bangunan-bangunan tinggi.


Setelah melewati pesawahan, akhirnya mereka sampai di hutan wilayah Kerajaan Ming. Banyak pohon-pohon unik yang baru Yun Yi lihat.


Ada pohon dengan daun mirip seperti daun mepel, tapi warna nya merah kehitaman. Ada pohon dengan daun berbentuk kotak berwarna hijau Mint. Ada juga pohon yang tidak di tumbuhi daun, melainkan di tumbuhi banyak bunga dengan tiga kelopak dengan ujung runcing. Di ujung bawah bunga itu berwarna pink dan di ujung atasnya berwarna keunguan.


Yun Yi sedikit mengeluarkan kepalanya, allu berteriak. "A'Guang aku ingin bunga itu." Ujar Yun Yi menunjuk bunga runcing itu.


Di depan, Raja Xin tersenyum ketika mendengar suara Yun Yi yang begitu manis, di telinga nya.


Dia melompat, menggunakan Qinggong nya ke salah satu dahan. Lalu memetik beberapa bunga. Sebelum memberikannya kepada Yun Yi. Raja Xin memasukkan ujung batang bunga itu ke sebuah porselen putih dengan ukiran bunga berwarna ungu. Setelah nya, baru Raja Xin terbang ke arah Yun Yi, dan memberikan bunga itu.


"Apakah cukup?" Tanyanya, ketika Yun Yi mengambil bunga itu.


"Iya." Setelah Yun Yi berkata 'Iya', Raja Xin kembali ke depan, dan mereka melanjutkan perjalanan nya tanpa hambatan.


Namun, di balik salah satu dahan pohon bunga ungu tadi. Ada seekor ular putih dengan mata ungu yang terus memperhatikan kereta Yun Yi.

__ADS_1


Shhh


Setelah berdesis, ular itu menghilang tanpa jejak.


Setibanya di gerbang Kerajaan Ming. Raja Xin membelokkan kudanya, dan menunggangi nya pergi ke arah Yun Yi.


"Yi'er apa kamu ingin masuk ke kita terlebih dulu? Atau kita pergi melalui jalan pintas, pergi langsung ke desa Huo?" Tanya Raja Xin.


"Aku takut guru menungguku lebih lama, jadi lebih baik kita langsung ke sana saja." Sahut Yun Yi.


Raja Xin mengangguk, lalu mereka pergi ke jalan yang ada di samping jalan menuju kia Kerajaan Ming.


Saat melewati jalan itu, mata Yun Yi kembali di manjakan dengan pemandangan yang menakjubkan. Ada danau yang di penuhi oleh bunga teratai. Dan banyak pohon bunga unik yang sangat asing di mata Yun Yi. Tapi Yun Yi menyukai itu.


"Kerajaan Ming sungguh di penuhi kejuan." Gumam nya.


Namun, belum melewati satu kilometer. Pemandangan yang tadinya indah malah menjadi begitu menakutkan.


"Mengapa menajdi seperti ini?"


Lan Mei yang mendengar gumaman Yun Yi pun berujar. "Karena Kerajaan Ming adalah kerajaan terdekat dari tempat sisa pertarungan ke dua Dewi dahulu. Efeknya seperti ini. Jika yang kita lewati tadi adalah efek dari Qi spiritual Dewi alam yang sangat indah dan penuh berkat. Maka efek dari Qi spiritual Dewi alam adalah sebaliknya."


"Berkat apa yang kau maksud?"


Lan Mei memperbaiki sikap duduk nya lalu mulai bercerita. "Yang saya tahu, berkat di sini di maksudkan, kalau suatu tempat terkena Qi spiritual Dewi alam, maka tempat itu akan sangat subur dan indah, dan bahkan akan di tumbuhi beberapa jenis tanaman dari dunia langit."


"Yang saya tahu hanya seperti itu saja Xiăo Jiě." Sambung Lan Mei.


"Namun, ada rumor yang mengatakan kalau tempat yang rusak ini bukan efek dari Qi spiritual Dewi Bencana, melainkan efek dari Qi spiritual sisi gelap nya Dewi Alam. Di katakan, cairan yang keluar dari bebatuan itu adalah racun pertama yang di ciptakan sisi gelap Dewi alam." Lan Mei kembali berujar.


Yun Yi terdiam, dia menatap cairan yang keluar dari bebatuan itu. Warna na sangat hitam, mungki se hitam tinta. Racun ini tidak menyebar di udara, dan tidak memiliki bau. Bahkan kelihatannya tidak berbahaya, tapi melihat banyaknya tengkorak di samping batu-batu yang mengeluarkan cairan hitam itu, sudah sangat jelas kalau cairan ini racun mematikan.

__ADS_1


Dan Yun Yi penasaran, "Apa aku minta A'Guang untuk berhenti dulu?" Yun Yi mengetuk-ngetuk dagunya.


"Baiklah."


Yun Yi kembali mengeluarkan sebagian kepalanya, lalu berteriak. "A'Guang, berhenti dulu."


Raja Xin spontan menghentikan kudanya ketika mendengar suara teriakan Yun Yi. Dengan panik ia mengahmpiri Yun Yi.


"Ada apa? Apa ada masalah? Atau apakah kamu sakit?"


Yun Yi malah tertawa melihat wajah khawatir Raja Xin. "Aku tidak apa-apa. Hanya saja, aku penasaran dengan cairan hitam itu." Tunjuknya pada cairan hitam yang keluar dari bebatuan.


"Tapi Yi'er, itu adalah racun. Bukan obat."


"Aku tahu, aku tahu." Yun Yi mengangguk-anggukan kepalanya. "Maka dari itu aku penasaran."


Raja Xin terdiam, 'Apakah ini sisi gelap nya?' batin nya bertanya-tanya.


"Huft, baiklah." Raja Xin turun dari kudanya, lalu memberikan nya kepada Shen yang secara kebetulan sudah ada di belakang Raja Xin.


Dia membukakan pintu untuk Yun Yi, lalu membantu nya untuk turun dari kereta kuda.


Yun Yi tersenyum senang. "Nah, A'Guang, tolong ciptakan sendok dari kaca. Dan ciptakan tabung yang dulu pernah ku gambar itu." Ujar Yun Yi.


"Bukankah dulu sudah ku buatkan." Walau berkata seperti itu, Raja Xin tetap membuatkan Yun Yi dua barang itu menggunakan kekuatan bawaan nya.


"Botol-botol itu sudah di penuhi berbagai macam penelitian ku. Jadi aku tidak memiliki nya sekarang." Yun Yi menerima dua barang yang ia minta.


Lalu berjalan, mendekati batu-batu itu. Secara perlahan, Yun Yi mengambil cairan itu menggunakan sendok kaca nya. Lalu menaruh botol nya di tanah. Cairan itu Yun Yi masukan ke dalam botol secara hati-hati.


Walau begitu ada beberapa tetes yang jatuh ke tanah, dan kebetulan ada rumput di sana. Rumput yang terkena cairan itu berubah hitam, lalu...

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2