Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Bantu bujuk


__ADS_3

"Sebaiknya anda segera keluar dari ruangan ini. Masih banyak yang harus ku kerjakan. Kalau anda tetap di sini, takutnya saya tidak akan fokus." Ujar Jendral Huang dengan nada dingin. Ia sudah lelah mendengarkan ocehan orang-orang, apalagi Xi Lan Fen baru keluar beberapa saat yang lalu.


Wajah Tetua pertama mengeras, Jendral Huang secara terang-terangan mengusir nya. Dia ini tetua tertinggi di Huang Fu ini, seharusnya Jendral Huang bersikap hormat terhadap nya.


"Kenapa anda malah diam di sana?" Tanya Jendral Huang saat tetua pertama masih diam di tempat. Lalu Jendela Huang kembali membuka suara, "Anda menghalangi cahaya matahari yang masuk dari luar."


Dengan ke marahan di hatinya, tetua pertama pergi ke luar dari ruang kerja Jendral Huang.


Setelah kepergian tetua pertama, Jendral Huang kembali melanjutkan pekerjaan yang tertuanda akibat kuman-kuman yang terus berdatangan.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Kini Yun Yi tengah berkultivasi, sedangkan Raja Xin belum terlihat. Mata Yun Yi terpejam, di samping nya ada bunga Krisan kembar yang memurnikan Qi spiritual di sekitar Yun Yi.


Di dalam tubuh Yun Yi, ada sesuatu yang terus bergejolak. Sepertinya Yun Yi akan melakukan terobosan.


Duar


Dan benar saja, ledakan di dalam Yun Yi terjadi.


Duar


Duar


Duar


Bahkan sampai berkali-kali, secara berturut-turut. Perlahan, Yun Yi mulai membuka matanya. Dia tersenyum senang, lalu berucap.


"Akhirnya aku naik tingkat. Kalau ada bunga Krisan kembar ini, Kultivasi ku sangat mudah."


"Apakah aku pinta saja?" Teka Yun Yi.


Yun Yi menatap bunga Krisan yang bergoyang. Namun, ia tidak merasakan hembusan angin kencang, yang dapat menggoyangkan tanaman.


"Bunga ini sangat unik. Ini memang seperti Krisan biasa." Mendengar itu, Raja Xin yang baru saja masuk terkekeh.


"Dari tampilannya, bunga Krisan ini memang terlihat biasa saja. Namun, ketika ia kembali ke bentuk awal, aku yakin kamu akan terkagum-kagum." Tutur Raja Xin.


"Kalau begitu buat dia berubah ke bentuk awal nya." Pinta Yun Yi, dia menangkup

__ADS_1


"Tidak bisa."


"Mengapa?"


"Krisan kembar adalah harta langkah


di seluruh dunia. Jika aku mengembalikannya ke bentuk semula, akan ada banyak pihak yang mencoba merebutnya. Maka dari itu, kristal ini sangat menguntungkan untuk kita tapi juga bisa membuat kita dalam masalah besar karena bunga ini.


Yun Yi mengangguk-angguk. Di dunia ini masih banyak barang yang belum ia lihat. Ia harus meminta ijin Ayahnya untuk mengijinkan dia untuk berpetualang. Ia sangat ingin tahu, apa saja isi dari dunia ini.


"Oh ya, kamu habis dari mana? Kenapa sedari awal aku bangun, kamu sudah tidak ada."


Raja Xin duduk di sebelah Yun Yi, lalu mulai berbicara. "Tadi ada beberapa urusan yang harus segera ku kerjakan. Dan sekarang baru saja selesai."


"Apakah kamu lapar?" Tanya Raja Xin. Yun Yi mengangguk, lalu Raja Xin menarik Yun Yi keluar kamar.


Di luar, Raja Xin mendudukkan Yun Yi di salah satu kursi yang ada di sana.


"Aku sudah meminta Shen untuk membawakan makanan ke sini. Aku yakin kamu sudah lapar sekarang." Ucapnya.


Yun Yi mengangguk, ia memang sudah sangat lapar. Karena setelah bangun, dia langsun ber-kultivasi tanpa meminum secangkir air pun.


Shen dan para pelayan menyimpan semua makanannya di meja. Lalu segera pamit dari sana.


"Ayo makan." Seru Yun Yi.


Raja Xin senang ketika Yun Yi makan dengan lahap, sesekali ia mengelap sudu bibir Yun Yi, yang kotor karena Yun makan tidak dengan sikap anggun. Namun, bukannya jijik, Raja Xin malah terkekeh.


'Apakah ini sikap seorang Dewi?' tanyanya di dalam hati.


"Apakah ini sikap dari seorang Er'Xiăo Jiě Huang? Kenapa berantakan sekali makannya." Sedangkan bibirnya berucao agak berbeda dengan hatinya.


"Biarin." Ujar Yun Yi denan mulut penuh.


Raja Xin terkekeh, ingkah Yun Yi sangat unik, dan menggemaskan. Ia Kemabli mengelap sudut bibir Yun Yi akibat noda saus dari daging yang di gigit Yun Yi.


Seperti biasanya, makanan di meja selalu habis oleh Yun Yi. Sedangkan Raja Xin hanya makan beberapa suap.


"Setelah ini kamu mau melakukan apa?" Yun Yi bertanya pada Raja Xin.

__ADS_1


Raja Xin menggeleng pelan. "Entahlah. Tapi, kalau kamu punya waktu apakah mau menemaniku?"


"Melakukan apa?" Raja Xin terdiam, ia tidak tahu harus melakukan apa. Sedari awal alasannya datang kemari, karena takut Ru-an kembali mencari jejak Yun Yi. Namun, karena sampai sekarang sepertinya Ru-an belum menemukan Yun Yi, ia tidak tahu harus melakukan apa.


"Menurutmu aku harus melakukan apa?" Bukannya menjawab, Raja Xin malah balik bertanya.


"A'Guang, bagaimana kalau kamu bantu aku bujuk Ayah agar aku bisa berpetualang. Aku ingin lebih tahu tentang dunia luar. Tapi Ayah selalu melarangku." Ujar Yun Yi.


Raja Xin menatap Yun Yi serius. "Memangnya kamu ingin pergi ke mana?"


"Untuk itu aku belum tahu. Tapi yang pasti, aku ingin melihat dunia yang luas ini. Aku ingin memilki banyak pengalaman, dan kenangan. Jika aku terus berdiam di Huang Fu, mungkin pengalaman dan kenangan ku tidak akan sebanyak Guru." Yun Yi masih ingat ketika Guang Luo memberikan Tungku porselen, dia bercerita tentang perjalanan nya.


Walau singkat, Yun Yi merasa penasaran bagaimana rasanya menjelajah. Dulu Yun Yi tidak pernah terpikirkan tentang hal ini. Semasa menjadi Xiao Lin, Yun Yi tidak pernah menanggapi sekitarnya dengan serius. Ia acuh tak acuh.


Tapi setelah berada di sini, Yun Yi menjadi lebih terbuka. Dia selalu merasa penasaran dan selalu tertarik dengan hal kecil yang ada di dunia ini.


"Lalu, siapa yang akan menemanimu untuk berpetualang?" Tanya Raja Xin. Karena ia tidak mungkin bisa menemani Yun Yi setiap saat. Apalagi statusnya adalah seorang Raja, banyak tanggung jawab yang ia pikul.


"Zisè." Balas Yun Yi singkat.


Wajah Raja Xin menjadi datar. "Apakah hanya dia?"


Yun Yi mengangguk, membenarkan. "Zisè saja sudah cukup kok."


"Tapi dunia luar sangat berbahaya Yi'er. Dan mungkin ada saat nya kamu kesepian kalau sendiri. Setidaknya kamu membawa seseorang yang kuat yang bisa menemanimu." Ujar Raja Xin khawatir.


Yun Yi terdiam, yang di katakan Raja Xin benar. Jika ia hanya sendiri, mungkin akan ada masanya ia bosan dan kesepian.


"Tapi aku tidak tahu siapa yang bis menemaniku."


"Bagaimana kalau Putri Wang yang kemarin bersama Mu?"


"Bukankah dia seorang putri dari kekaisaran. Memangnya dia akan di ijinkan." Yun Yi terkekeh, mana mungkin putri kaisar akan di ijinkan berpetualang.


"Sekarang dia bukan lagi putri kekaisaran Wang. Ku dengan dia mengganti marga nya menjadi Jun, marga ibunya." Tutur Raja Xin.


"Apa?!"


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2