Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Pengembara


__ADS_3

Akhirnya kini mereka sudah tiba di kediaman Kakek dan Nenek Yun Yi. Dan tanpa di duga Qiu Wanran dan Li guan Yin tengah berdiri di depan gerbang, menunggu mereka semua.


Jendral Huang segera menghampiri Wanran dan Guan Yin. "Ayah, ibu. Mengapa kalian berada di luar?"


Guan Yin maju lalu menarik telinga Jendral Huang dengan keras. "Kau masih bertanya kenapa? Tentu saja karena kami ingin seera bertemu dengan cucu kesayangan kami, yang telah kau biarkan dia lupa ingatan!" Guan Yin beruvap dengan keras, sampai-sampai Qiou Yue kaget.


"Kau gagal menjaga cucu kesayangan kami!" Kini giliran Wanran yang berucap.


Wanran menghampiri Yun Yi yang baru saja turun dari kereta. Dia langsung memeluk Yun Yi dengan erat.


"Malang sekali cucu ku ini. Mengapa kau harus mengalami sesuatu yang buruk." Wanran terisak, merasa sedih dengan keadaan Yun Yi yang lupa tentang masa lalunya.


Yun Yi yang tiba-tiba di peluk cukup kaget, tapi tak alam ia pun membalas pelukan Kakeknya itu.


Jika Yun Yi tengah di peluk hangat oleh Wanran. Jendral Huang kinj malah semakin di omeli oleh Guan Yin.


"Kamu juga Ji Chen, mengapa tidak memberi tahuku tentang perjodohannya dengan Raja Xin. Karena pertunangan Yun Yi dan Raja Xin yang mendadak seperti kemarin, membuat kami tidak bis hadir karena sedang ada urusan." Tangan Guan Yin masih setia menjewer telinga Jendral Huang.


Dan Jendral Huang hanya bisa pasrah, menerima rasa sakit di telinganya.


"Jika saja, pertunangan cucu-ku tidak mendadak, mungkin aku bisa pergi melihatnya." Ujar Guan Yin, sedih.


Ketika tarikan tanan Guan Yin mengendur, Jendral Huang bernafas lega. Namun, beberapa saat kemudian jeweran itu kembali mengencang.


"Di pernikahan Yun Yi nanti, biar aku dan suamiku yang menentukan tanggal nya. Kau paham?" Jendral Huang mengangguk cepat, ia meringis ketika telinganya semakin sakit.


"Nenek tolong lepaskan telinga Ayah." Semuah suara manis mengalun indah di telinga Guan Yin. Ia menoleh, melihat Yun Yi yang berjalan menghampirinya.


Dengan spontan ia melepaskan telinga Jendral Huang lalu berlari ke arah Yun Yi, memeluknya dengan erat.


Yun Yi membalas pelukan Guan Yin, 'Pelukan ini sangat hangat dan nyaman' Batin Yun Yi.


"Cucu-ku, sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu. Huhu.. akhirnya aku bisa memluk cucu perempuan ku lagi." Guan Yin menggoyang-goyangkan tubuhnya, dan secara otomatis tubuh Yun Yi pun ikut bergoyang.


Tenaga Guan Yin sangat kuat sehingga Yun Yi merasa sesak. "Nenek... Sesak..." Ujar Yun Yi susah payah.


Melihat itu Wanran segera menarik Guan Yin. "Istriku, kau memeluknya terlalu erat. Lihatlah Yi'er kita terlihat kesakitan."


Guan Yin melepaskan pelukannya, ia memegang bahu Yun Yi. "Apakah sakit?" Tanyanya lirih, merasa bersalah.

__ADS_1


Melihat raut Guan Yin yang seperti itu, Yun Yi menggeleng. "Aku tidak apa-apa kok."


"Syukurlah." Gumam Guan Yin.


Jendral Huang pun menghampiri mereka, "Ayah, Ibu. Apakah kalian juga akan menghadiri acara perburuan ini?" Tanya Jendral Huang.


"Benar, kami akan ikut. Itulah kenapa kami menunggu kalian di depan gerbang." Wanran mengangguk, mengiyakan.


"Apakah ada sesuatu?" Kini giliran Qiou Yue yang bertanya.


"Kalau sesuatu tidak ada. Alasan kami mengikuti acara perburuan ini, selain karena Yun Yi, tapi kenalan lama kami juga akan datang ke acara itu." Sahut Wanran.


"Kenalan lama?"


Wanran menoleh, ia tersenyum ke arah Yun Yi. "Ya, dulu kami bertiga pernah menjadi teman seperguruan. Dan setelah lulus, dia memutuskan untuk menjadi pengembara." Jelas Wanran.


Mendengar kata Pengembara, mata Yun Yi langsung membulat, "Pengembara?!" Serunya, cukup kencang.


Min An dan Yu Lin yang baru saja menghampiri Yu Lin langsung terjengkang, terlalu kaget.


Bruk


"An'er! Lin'er!" Jendral Huang berseru.


Yun Yi terdiam, ia merasa bersalah karena menyebabkan Min An dan Yu Lin jatuh.


Qiou Yue yang melihat Yun Yi menjadi murung, segera menghampirinya. "Yi'er. Ini bukan salah mu." Qiou Yue menepuk pundak Yun Yi.


"Tapi Gēgē..."


"Sudahlah, Min An dan Yu Lin pasti mengerti. Kau cukup meminta maaf pada mereka." Qiou Yue berucap, menenangkan Yun Yi.


Xi Lan Fen menatap sinis pada Yun Yi. "Mengapa kau sangatlah cengeng, padahal ini hanya masalah sepele." Ujarnya.


Xi Lan Fen lalu berlalu dari sana, kembali ke kereta kuda. Dan tanpa di ketahui oleh siapapun, Yun Yi diam-diam tersenyum miring.


"Ayo kita hampiri Min An dan Yu Lin." Ajak Qiou Yue.


Yun Yi mengikuti langkah Qiou Yue dari belakang. Ia membungkukkan badannya lalu berucap. " Maaf kan aku An Mèi, Yu Mèi." Ucapnya, penuh sesal.

__ADS_1


Yu Lin menghampiri Yun Yi, membantunya untuk menegakkan tubuhnya kembali. Ya.. walau agak susah, karena perbedaan tinggi mereka.


"Yun Yi JiěJiě tidak pellu meminta maaf. Aku tahu JiěJiě tidak sengaja." Ucap Yu Lin.


"Itu benar. JiěJiě tidak perlu Minta maaf." Ucap Min An, setuju dengan perkataan Yu Lin.


"Terimakasih." Yun Yi menampilkan senyum indahnya, dan tentu saja banyak orang yang menatap nya penuh rasa kagum.


"Yi'er, mengapa sepertinya kamu sangat senang ketika aku berbicara tentang pengembara?" Tanya Wanran, di belakang Guan Yin juga menunggu jawaban Yun Yi, agak tidak sabar.


"Itu kalena JiěJiě ingin mempunyai Guru seorang pengembara." Bukan Yun Yi yang menyahut, tapi.. Yu Lin.


Guan Yin menatap Yun Yi, "Benarkah?" Tanyanya.


"Itu benar."


"Apa alasannya?" Kini giliran Wanran yang bertanya.


"Alasannya, karena aku juga ingin menjelajahi seluruh dunia." Ucap Yun Yi, penuh semangat.


Guan Yin dan Wanran cukup kaget ketika mendengar jawaban Yun Yi. Mereka saling pandang dengan raut bingung.


"Yi'er, bukankah kamu tunangan Raja Xin?" Mendengar pertanyaan yang cukup aneh, baginya. Yun Yi mengerutkan alisnya, heran.


"Aku pikir Kakek dan Nenek juga sudah tau akalu aku tunangannya A'Guang. Lalu kenapa sekarang malah bertanya?"


"A'Guang?!" Sepertinya kini giliran Wanran dan Guan Yin yang kaget.


"Apakah kamu memanggil Raja Xin dengan A'Guang?" Apakah ia tidak salah mendengar? Apa barusan cucu kesayangan nya memanggil Raja Xin dengan A'Guang.


Yun Yi mengangguk. Guan Yin menatap tifak percaya ke arah Yun Yi.


"Cucu-ku, apakah Raja Xin tidak marah ketika kau memanggil nya seperti itu?" Tanya Guan Yin.


Melihat raut wajah Wanran dan Guan Yin yang sepertinya tengah cemas, membuat Yun Yi merasa aneh.


"Tidak hanya tidak marah. Dia bahkan sangat senang karena aku memanggil A'Guang. Lagi pula, panggilan itu bukam inisiatif ku, tapi A'Guang sendiri yang memintanya." Jelas Yun Yi. Ah.. ia merasa tenggorokannya harus di isi dengan air, ia sangat haus karena berbicara terus menerus.


"Apa?!"

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2