Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Sadar


__ADS_3

Wang An bangkut dari duduknya, "Apa maksudmu Xiao Lin? Kami memang orang tuamu."


"Xiao Lin apakah kamu sedang sakit?" Xiao Zhen bertanya dengan khawatir.


"Sudah cukup, kalian tidak usah ber-akting." Yun Yi bangkit dari duduknya dan berlati keluar rumah.


"Xiao Lin kamu mau kemana?!" Teriakkan Wang An Yun Yi abaikan.


Yun Yi merasa dunia ini pun aneh, biasanya orang-orang di lingkungan tempat dia tinggal, akan berdiam di rumah jika tidak ada keperluan. Tapi ini, kenapa mereka saling mengobrol di pinggir jalan.


Yun Yi terus berlari dan berlari, ia harus keluar dari temapat ini, tapi bagaimana?


Ketika Yun Yi berlari, tiba-tiba ia melihat cahaya putih di taman. Karena penasaran ia pun menghampirinya, dan ketika Yun Yi menyentuh cahaya putih itu, ia merasa jiwa nya di tarik, dan semuanya menjadi gelap.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Raja Xin yang baru saja mendapatkan penawar dari embun mimpi segera bergegas ke Huang Fu.


Raja Xin menggunakan teleportasi untuk mempersingkat waktu, ia langsung pergi ke kamar Yun Yi, tanpa ada yang mengetahuinya.


Ketika melihat Yun Yi yang sedang menutup mata dengan keringat membanjiri keningnya, Raja Xin segera memeriksanya.


"Kenapa kamu begitu dingin Yun'er?" Raja Xin menatap Yun Yi.


Baru saja ia pulang ke kerajaannya, Raja Xin malah mendapat kabar bahwa Yun Yi terkena racun embun mimpi.


Tersadar bahwa ia hampir membuang-buang waktu, Raja Xin segera pengeluarkan botol porselen kecil dari lengan Hanfunya.


Raja Xin mendudukkan Yun Yi, lalu mulai memberikan penawarnya. Setelah habis, Raja Xin kembali membaringkan Yun Yi. Ia menunggu penawar itu bereaksi di dalam tubuh Yun Yi.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba tubuh Yun Yi kejang-kejang, di saat yang bersamaan Jendral Huang beserta Qiou Yue masuk ke dalam kamr Yun Yi.


Mata Mereka melotot kaget, ketika melihat tubuh Yun Yi yang kejang-kejang.


"Apa yang kau lakukan pada Mèimèi ku?!" Qiou Yue yang terlalu khawatir sekaligus syok, segera menghampiri Raja Xin.


Namun Jendral Huang segera menghentikannya, "Diam dulu Qiou Yue, jangan langsung bertindak gegabah, kita harus mendengarkan penjelasannya dulu." Ucap Jendral Huang, bijak.


Qiou Yue terpaksa mematuhi Ayahnya, ia pun diam menunggu Raja Xin menjelaskan semua situasi, namun matanya sedari tadi melihat je arah Yun Yi yang masih seperti tadi, kejang-kejang.


"Bisa di jelaskan Raja Xin? Mengapa anak saya bisa seperti ini?" Tunjuk Jendral Huang, ia mengarahkan tangan nya ke arah tubuh Yun Yi.


"Pemilik pelelangan bilang, ini adalah hal yang wajar. Karena reaksi ini mengartikan bahwa tubuh Yun Yi menerima penawar itu, pemilik pelelangan juga berkata bahwa kita tidak boleh menghentikan atau menyentuh Yun Yi terlebih dulu. Kita harus menunggunya sampai sekitar lima menit." Jelas Raja Xin.

__ADS_1


Qiou Yue mengerutkan alisnya, "Apakah benar-benar tidak apa-apa?" Tanya nya,masih dengan perasaan cemas yang menyarang di hatinya.


"Kau tenang saja, jika penawar itu membahayakan Yun Yi Raja ini siap menanggung resikonya." Raja Xin mencoba meyakinkan.


"Ugh..." Erangan itu mengalihkan perhatia ketiga lelaki.


"Yun'er!"


"Yi'er!"


"Mèimèi!"


Secara bersamaan mereka berteriak, lalu mengahapiri Yun Yi dengan tergesa-gesa.


"Pelayan! Panggilkan tabib Ao." Mendengar teriakkan dari Jendral Huang, Lan Mei yang baru saja akan masuk segera berlari keluar paviliun untuk mencari tabib Ao.


Raja Xin berjongkok di dekat peraduan Yun Yi, ia merai satu tangan Yun Yi.


"Yun'er, kau sudah sadar?" Tanya Raja Xin, ia mengelus tangan Yun Yi, tangan nya bergetar, matanya memanas.


Yun Yi yang baru saja membuka matanya, langsung di suguhkan dengan wajah tampan Raja Xin yang seperti akan menangis.


"A'Guang..." Suara Lirih yang di keluarkan Yun Yi mampu membuat Raja Xin meneteskan air matanya.


"Ya, aku di sini." Raja Xin mengecupi punggung tangan Yun Yi, setelah itu ia membenamkan wajahnya.


Yun Yi tersenyum, "Ayah, Gēgē. Mengapa kalian menangis?" Tanya Yun Yi.


"Kau masih bertanya kenapa?!" Qiou Yue mengusap air matanya dengan kasar lalu menatap Yun Yi dengan lekat.


"Ini semua karena kau, Mèimèi. Kenapa kamu membuat kami khawatir, aku sampai takut." Qiou Yue menunduk, menyembunyikan iar matanya yang kembali menetes.


"Yi'er, maafkan Ayah yang kurang menjaga mu." Ucap Jendral Huang penuh sesal.


"Ayah tidak perlu meminta maaf."


Jendral Huang menggeleng, ia benar-benar menyesal dan juga marah. Kenapa ia bisa kecolongan seperti ini.


Tak lama datanglah Tabib Ao dengan Lan Mei. Namun, ketika akan memberi salam, Jendral Huang menggeleng kan kepalanya.


"Tidak perlu, yang harus kau lakukan sekarang adalah memeriksa keadaan putri ku." Titah Jendral Huang.


"Baik Jendral."

__ADS_1


Tabib Ao maju, namun langsung berhenti. Bagaimana ia bisa memeriksa Yun Yi jika Raja Xin duduk di sana.


Paham akan keterdiaman Tabib Ao, Jendral Huang menegluarkan suara.


"Raja Xin, tolong menyingkirlah sebentar. Biarkan Tabib Ao memeriksa keadaan Yun Yi. Ucap Jendral Huang.


"Tidak, aku ingin tetap seperti ini. Dia bisa memeriksa Yun Yi." Raja Xin tetap diam, tidak berniat pergi dari sana.


Jendral Huang menghela nafasnya, "Tabib Ao, biarkan saja Raja Xin untuk tetap seperti itu. Anda bisa memeriksanya di sebelah Raja Xin." Ucap Jendral Huang pasrah, tidak berniat memaksa Raja Xin untuk bangkit.


Walau takut, tapi tabib Ao segera melangkah. Lalu mulai memeriksa Yun Yi, ia memegang tangan Yun Yi.


Setelah memastikan keadaan Yun Yi, tabib Ao bangkit. "Er'Xiăo Jiě Huang, saat ini baik-baik saja Jendral. Namun ia butuh batuh untuk memulihkan diri. Saya akan menuliskan resep untuk mempercepat pemulihannya." Ujar Tabib Ao, ia pun menulis resep obatnya.


Tabib Ao menyerahkan resep itu ke Lan Mei, "Di minum pagi setelah bangun tidur, dan malam, sebelum tidur."


Lan Mei mengangguk, ia segera pergi menyimpan resep itu.


"Kalau begitu saya pamit Jendral." Tabib Ao membungkukkan badannya, lalu keluar dari kamar Yun Yi setelah Jendral Huang mengangguk.


"Syukurlah jika kau baik-baik saja." Jendral Huang bernafas lega, ia menatap Raja Xin yang tidak beranjak sama sekali.


Lalu beralih ke arah Yun Yi, "Apakah kamu mau minum?" Tanya Jendral Huang.


Yun Yi mengangguk, lalu Jendral Huang pun menuangkan air ke gelas kecil. Ketika akan menyerahkannya ke Yun Yi, Qiou Yue mencegahnya.


"Ayah, biarkan aku yang membantu Yun Yi." Tawarnya.


"Baiklah."


Qiou Yue pun membantu Yun Yi meminum air, setalah itu ia menatap ke arah Raja Xin yang benar-benar tidak beranjak sama sekali.


"Raja Xin, bisakah anda beranjak dari sana. Biarkan Yun Yi beristirahat." Qiou Yue mengusir Raja Xin secara halus.


Walau Raja Xin mendengarnya, tapi ia tetap diam. Yun Yi yang melihat itu terdiam.


"Apakah kau akan terus seperti itu?" Tanya Jendral Huang.


Raja Xin mendengus, lalu mengangkat kepalanya, "Kalian berdua! Buarkan aku tidur untuk beberapa saat, kalian sebaiknya keluar." Dengan kesal Raja Xin berucap.


Yun Yi menepuk punggung Raja Xin, "Yah biarkan Raja Xin di sini, lebih baik kalian beristirahat. Ini sudah mulai malam." Ucap Yun Yi.


Qiou Yue ingin protes tai Jendral Huang menggeleng, "Baiklah, kalau begitu kamu juga harus istiraha. Jika dia berani macam-macam padamu, kau berteiak saja."

__ADS_1


Yun Yi hanya mengangguk, mengiyakan ucapan Jendral Huang.


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2