Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Spirit Beast


__ADS_3

"Ah ya, hampir lupa. Perkenalkan namaku adalah Guang Luo." Pria itu memperkenalkan diri sambil membuka barier pelindung yang ia pasang


Yun Yi mengangguk. "Saya Huang Yun Yi." Yun Yi pun memperkenalkan dirinya, ia sedikit membungkukkan badannya, sopan


Guang Luo tersenyum senang, Yun Yi ini memang masuk ke dalam tipe muridnya.


"Yun Yi, aku ingin menanyakan beberapa hal padamu. Jadi, tolong jawab dengan jujur." Mendengar bahwa calon gurunya akan bertanya, ia tiba-tiba menjadi tegang.


'Kira-kira, pertanyaan yang akan di ajukannya apa ya?' Yun Yi mencoba mencari tahu lewat ekspresi Guang Luo.


'Akh! Aku tidak tahu. Ekspresi nya susah di baca.' Yun Yi berteriak frustasi di dalam hatinya.


'Xiăo Jiě, lebih baik anda tenangkan diri. Calon guru anda seperti nya akan segera bertanya.' Yun Yi mengikuti ucapan Zisè. Ia menarik  nafas untuk membuang rasa tegangnya.


"Pertanyaan pertama, apakah kekuatan fisikmu kuat?" Guang Luo mengacungkan jari telunjuknya di depan dada.


"Lumayan." Sahut Yun Yi agak ragu. Tubuhnya yang dulu memang memiliki kemampuan fisik yang bagus. Namun, tubuhnya yang sekarang ia masih belum mengetahuinya, karena ia belum mencari tahu.


"Lumayan?" Gumam Guang Luo. "Mengapa jawabamu seperti itu?" Tanya Guang Luo.


"Ya, karena aku juga tidak tahu apakah keadaanku saat ini di bilang memiliki fisik yang kuat atau tidak. Menurutku, setiap guru selalu berbeda pendapat." Yun Yi tidak berbohong, ia memang mengatakan apa yang dia tahu selama ini. Di dunianya yang dulu, ia mempunyai tiga guru yang mengajarinya tentang kemampuan fisik. Dan masing-masing guru mempunyai standar-nya masing-masing.


Guang Luo menatap bangga pada Yun Yi. Jawaban yang di berikan Yun Yi sungguh di luar pemikiran Guang Luo. Namun, karena jawabannya yang inilah membuat Guang Luo semakin ingin cepat-cepat menjadikan Yun Yi muridnya.


Setelah mengembalikan ekspresinya, Guang Luo kembali bertanya. "Pertanyaan ke dua, jika nanti setelah kamu menjadi muridku. Lalu ada orang yang jauh lebih hebat dari ku, dalam segala hal, menawari mu untuk di jadikan muridnya. Apakah kamu akan menerimanya atau tidak?"

__ADS_1


Guang Luo awalnya berpikir, kalau Yun Yi akan diam dulu, memikirkan jawabannya. Namun siapa sangka, tanpa pikir panjang Yun Yi langsung menjawab.


"Tentu saja saya tolak, sehabat apapun dia, karena anda sudah menjadi guru saya, saya tidak mungkin berbalik arah begitu saja. Karena andalah yang pertama menerima saya." Ujar Yun Yi dengan tegas.


"Hahaha." Tawa Guang Luo keluar, ia di buat takjub dengan jawaban Yun Yi. Selama ini memang banyak yang mencarinya untuk di jadikan guru. Namun, ketika ia menanyakan beberapa pertanyaan mereka malah menjawab dengan acuh tak acuh, ada juga yang mengeluh karena pertanyaan yang di berikan Guang Luo menyia-nyiakan waktu mereka.


"Baiklah, kau akan ku angkat menjadi murid pertama ku." Ujar Guang Luo setelah meredakan tawanya.


"Apakah anda tidak bisa menjadikan saya murid satu-satunya?" Tanya Yun Yi, mencoba bernegosiasi.


Yang di tanggapi gelengan oleh Guanv Luo. "Maaf sekali muridku, untuk yang satu ini, gurumu ini tidak dapat mengabulkannya. Hanya punya satu murid itu tidak seru, terlalu sepi. Aku ingin sebuah keramaian, tapi juga jangan terlalu ramai. Mungkin aku akan mengkat tiga sampai lima orang murid." Ucapnya.


Yun Yi mengangguk, ia akan mencoba mengerti walau sedikit agak tidak terima. Yun Yi sedikit tidak suka dengan keramaian, tapi bukan berarti benar-benar tidak suka. Lebih tepatnya, Yun Yi tidak suka dengan keramaian yang di buat seseorang ketika dirinya tengah belajar.


"Karena dekarang kau sudah menjadi murid ku, ayo masuklah ke dalam." Ajak Guang Luo.


Ketika Raja Xin akan melayangkan protes, matanya menangkap sinyal dari Yun Yi. Yun Yi menggeleng, seolah berkata tidak.


Raja Xin punmemundurkan langkahnya, ua menatap punggung Yun Yi yang mulai menjauh, tak lama punggung Yun Yi sudah tidak terlihat lagi oleh mata Raja Xin.


Dengan terpaksa ia pergi dari sana, sebanarnya tidak benar-benar pergi. Ia sudah memerintahkan bayangannya untuk menjaga Yun Yi, kalau-kalau dia dalam keadaan berbahaya. Raja Xin juga meminta bayangannya itu untuk melapor ketika Yun Yi sudah keluar dari barier.


Raja Xin ber-teleportasi kembali ke Kerajaannya. Ia segera memanggil tangan kanannya, Shin Luo.


"Shin, perintahkan para pelayan yang bekerja di kebun untuk membuat taman bunga di belakang Paviliun Raja ini." Ujar Raja Xin.

__ADS_1


"Anda ingin menanam bunga apa Yang Mulia?" Shin Luo bertanya.


"Semua bunga, tapi yang pasti harus ada bunga Wisteria. Gadisku sangat menyukainya." Ujar Raja Xin. Ia mengingat bagaimana senyumman Yun Yi ketika berada di bawah pohon Wisteria, sangat mempesona.


"Baik Yang Mulia." Shin Luo segera mundur, ia pergi mencari para tukang kebun untuk segera membuat taman.


"Raja ini berharap, Yun'er akan menyukai taman nya." Monolog Raja Xin.


Raja Xin pun menghilang dari sana, entah pergi ke mana.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Sedangkan di sisi lain, Yun Yi kini memasuki rumah yang katanya di buat Guang Luo. Di dalam banyak sekali buku-buku yang di simpan di rak, sudah seperti perpustakaan saja.


"Yun Yi duduklah, aku akan mengambil sesuatu dulu." Setelah berucap Guang Luo pun pergi ke ruangan lain.


Sebelum duduk, Yun Yi mengambil dua buku yang menarik perhatiannya sedari awal ia memasuki rumah ini. Ia pun duduk.


'Spirit beast' itulah yang terltulis di sampul buku nya. Yun Yi membuka lembaran pertama, di sana tertulis. Bahwa spirit beast memiliki tingkatan di atas hewan spiritual, dari segi kekuatan maupun derajatnya.


Jika hewan spiritual baru hidup beberapa ribu tahun. Spirit beast sudah hidup lebih dari eatusan ribu tahun. Ada juga spirit beast kuno, seperti namanya, spirit beast kuno sudah ada sejak era Kuno dahulu. Karena mereka berasal dari era kuno, tentu saja kekuatannya bahkan lebih hebat dari spirit beast.


Di tuliskan juga ada Soul Beast. Namun, mereka adalah hal terlangka di dunia, bahkan di era purba pun soul beast di katakan sangatlah sulut untuk di temukan. Tapi di katakan Soul beast tidak sehebat hewan purba, dari namanya saja kalian juga pasti mengerti mengapa.


Di era purba, Qi spiritual sangatlah murni, bahkan lebih murni dari era kuno. Alasannya karena di era itu belum ada mahluk lain, selain para Dewa/Dewi dan hewan purba.

__ADS_1


Dewa kehidupan mulai menciptakan manusia di era purba akhir, lalu Dewa kehidupan menciptakan para siluman di era kuno awal.


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2