
"Apa?!"
"Dari kapan?"
Raja Xin menutup matanya ketika suara Yun Yi begitu keras. Lalu Kemabli membuka nya. "Kemarin kabar itu di sampaikan Shen."
"Tapi kenapa?" Mereka bru saja berpisah, dan Yun Yi sudah mendengar kabar tidak enak seperti ini. Walau ia dan Jun Shu Ren belum resmi menjadi teman, tapi karakter Shu Ren sangat cocok dengan karakter nya.
Raja Xin mengangkat bahunya, lu berucap. "Aku tidak tahu alasannya. Lagi pula itu bukan urusanku. Jika kamu ingin tahu, coba tulis surat dan kirimkan ke rumah makan AuJun."
"Rumah makan AuJun?" Alis Yun Yi terangkat, tidak mengerti kenapa suratnya harus di kirim ke rumah makan AuJun.
"Rumah makan AuJun adalah bisnis yang di dirikan ibunya dulu. Dan tentu saja sebagai anak satu-satunya dia menjadi pewaris." Jelas Raja Xin.
"Begitu..." Gumam Yun Yi.
"Tapi Yi'er. Kamu jangan memulai menjelajahnya sekarang, reruntuhan yang di bicarakan Guang Luo sudah semakin dekat." Ucap Raja Xin.
"Benar juga. Memang tepatnya berapa lama lagi?" Tanya Yun Yi. "Aku lupa." Lanjutnya.
"Kalau tidak di undur. Empat hari lagi." Jawab Raja Xin.
"Apakah tidak bisa di majukan menjadi besok. Kalau empat hari lagi, makin lama dong nanti pergi jalan-jalan nya." Yun Yi menyimpan kepalanya di atas meja. Dia menatap langit biru yang sangat indah.
Tiba-tiba, Yun Yi merasa matanya memburam.
"Shi'er. Apakah langitnya begitu indah? sampai-sampai kamu mengabaikan ibunda."
Di depannya ada wanita cantik yang tengah menampilkan raut kesal. Wajahnya sangat cantik, bahkan lebih cantik dari yang pernah ia lihat.
"Apakah kamu mau menemani ibunda untuk berjalan-jalan di taman?"
Tangan wanita itu menggapai Yun Yi. Dan ketika Yun Yi berdiri.
Bruk
__ADS_1
Ia terjatuh, wanita tadi sudah tidak ada. Hanya Raja Xin yang tengah khawatir karena ia terjatuh.
"Yi'er, sebenarnya kamu sedang melakukan apa sampai bisa jatuh." Yun Yi merasa tubuhnya melayang, dia di gendong Raja Xin.
Raja Xin mendudukkan Yun Yi di atas pahanya dan Raja Xin yang kembali duduk di kursi.
"A-A'Guang."
"Hm?" Raja Xin berdeham, mata nya menatap Yun Yi, mengisyaratkan 'Apa?' dari matanya.
"Wanita tadi ke mana?" Yun Yi menatap kesekitar, mencoba mencari wanita tadi.
"Wanita siapa? Sedari tadi hanya ada kita di sini." Raja Xin ikut melihat ke sekitar. Namun, ia tidak menemukan siapapun.
"Ta-tapi, tadi ada wanita yang berdiri di depan ku. Wanita itu sangat cantik, dia memakai Hanfu berwarna putih, tapi... Bentuk Hangu nya sangat berbeda dengan Hanfu yang kita pakai." Yun Yi masih terus mencari keberadaan wanita itu.
'Tidak mungkin hilang begitu saja bukan?' Batin Yun Yi.
"Yi'er, sepertinya kamu masih mengantuk." Raja Xin memeluk Yun Yi, lalu berjalan kembali ke dalam kamar.
"Lalu... Bagaimana wajah wanita itu?" Tanya Raja Xin.
"Yang paling mencolok itu matanya. Matanya berwarna emas, dan itu sangat cocok dengan senyum indah nya." Jantung Raja Xin semakin berdetak kencang, apakah Dewi cahaya menghampiri Yun Yi? Atau Yun Yi mendapatkan sebagian ingatan nya?
"Lalu rambutnya berwarna blonde, tapi wajahnya tidak seperti orang-orang barat." Yun Yi kembali melanjutkan ucapannya.
"Orang-orang barat? Apa maksudnya?" Ketika Raja Xin menunduk, matanya seketika melebar.
"Yi'er." Raja Xin sedikit menggoyangkan Yun Yi.
"Yi'er!" Walau Raja Xin sudah meninggikan suaranya, Yun Yi masih tetap menutup matanya, Yun Yi pingsan.
Meong
An She dan Zi Yui muncul secara tiba-tiba, dengan wajah panik An She berucap.
__ADS_1
"Cepat bawa Dewi ke dalam."
Raja Xin menurut, di dalam Raja Xin segera membaringkan Yun Yi di peraduan. Setelah nya An She terlihat tengah memeriksa Yun Yi.
"Apa yang terjadi?" Tanya An She di sela-sela pemeriksaan.
"Sepertinya Yi'er mengingat satu kejadian bersama dengan Dewi cahaya. Dia menyebutkan ada wanita yang memanggilnya Sui'er lalu dari penjelasan Yi'er tentang ciri fisiknya, aku yakin dia adalah Dewi cahaya." Jelas Raja Xin, dengan mata yang terus menatap Yun Yi yang tidak sadarkan diri.
"Untunglah orang pertama yang di ingat Dewi adalah Dewi cahaya. Jika sampai ingatan pertama yang di ingat Dewi adalah pertarungan antara dirinya dan Dewi Bencana. Aku yakin yang akan bangkit pertama adalah sisi gelapnya." Tutur Zi Yui.
An She mengangguk, ia juga senang karena kejadian dan orang yang pertama di ingat Dewi nya adalah saat bersama Dewi cahaya.
An She menyibakkan rambut yang menghalangi lehernya, setelahnya ia memegang tanda peri yang ada di tengkuknya.
Zi Yui melotot, ia menghalangi leher An She menggunakan ujung Hanfu tangannya. "Jangan di lihat!" Peringat nya pada Raja Xin.
Raja Xin hanya diam, ia tidak berminat melihat hal itu. Adis nya lebih penting dari apa pun.
An She hanya melirik singkat, setelah berapa saat menekan tanda perinya. An She melepas gelang berbandul mutiara Hijau di tangan kiri nya. Bandul itu ia lepas, lalu di letakan di kening Yun Yi.
Setelah An She mengucapkan beberapa mantra, mutiara Hijau itu menghilang. "Dengan ini, ketika Dewi mendapatkan ingatan lainnya dia tidak akan merasa sakit apalagi sampai pingsan. Ku harap kau menjaga junjungan ku dengan baik. Untuk saat ini, kami para roh hutan dan peri tidak bisa menemuinya sampai ingatan Dewi ku kembali separuh nya."
"Tanpa kau mintapun, aku memang menjaganya." Ucap Raja Xin.
"Aku harus segera pergi, takut nya Ru-an atau bawahan Dewi itu merasakan aura ku di kediaman ini." Setelah mengucapkan itu, An She menghilang di udara, dan di ikuti Zi Yui.
Raja Xin menatap Yun Yi yang masih memejamkan matanya, andai ia tahu cara agar Yun Yi tidak erasakan sakit saat mengingat masa lalu nya.
Andai saat pertarungan itu terjadi ia dapat membantu Yun Yi. Andai waktu itu tidak ada tabir yang di pasang Dewi licik itu.
Semua kata andai hinggap di kepala Raja Xin. Ia memegang tangan Yun Yi, di katakan kalau seorang Dewi yang bereinkarnasi akan susah mengingat masa lalunya, dan jika bisa mengingat masa lalunya. Mereka akan melupakanbkejadian saat dirinya lupa tentang masa lalunya. Itulah pakta yang baru Raja Xin ketahui pagi tadi, dan yang memberitahunya adalah Shen.
Shen menemukan tempat yang menjelaskan semua Dewi, termasuk Dewi alam. Danendapatkan banyak informasi tentang Dewa dan Dewi
...🔸️To Be Continued🔸️...
__ADS_1