
"Struktur selnya?"
Yun Yi menepuk keningnya, lagi-lagi, entah ke erapa kalinya ia mengucapkan kata yang tidak di mengerti orang di dunia ini, kosa kata zaman modern.
"Struktur itu susunan. Lalu Sel itu adalah unit/organ terkecil yang menyusun tubuh mahkluk hidup." Jelas Yun Yi.
Mei Liu menganggukkan kepalanya, mencoba mengerti.
Tanpa memikirkan hal lain lagi, Yun Yi kembali memperhatikan lumut-lumut yang ada di batu. Jika di lihat oleh mata manusia biasa, lumut ini hanya lumut biasa. Namun, karena Yun Yi mengalirkan Kekuatan Roh pada matanya, ia dapat dengan jelas melihat setiap Struktur dan Jaringan yang membentuk lumut ini.
"Ini seperti lumut buatan." Gumam Yun Yi.
Dengan rasa penasaran yang tinggi, Yun Yi pun mengambil beberapa bagian lumut menggunakan belatinya. Ia mengambil lumut yang hampir berbunga, lumut yang sudah di tumbuhi rumput dan lumut yang masih baru.
Setelah melakukan itu Yun Yi memasukkannya ke dalam cincin ruang nya. Lalu Yun Yi mencuci tangannya menggunakan air yang sudah di beri tetesan sari bunga Krisan milik Jú huā.
"Manusia apakah batu ini berbahaya?" Harimau putih yang tadinya hanya diam saja. Kini mengeluarkan suara nya.
"Sepertinya begitu." Ucap Yun Yi masih tidak yakin.
"Bisakah kau membawa batu ini pergi. Aku takut kalau ada hewan lain menjadi seperti ku tadi." Ucap Harimau putih.
"Membawanya ke amna? Yun Yi menatap bingung ke arah Harimau putih.
"Tentu saja ke dalam cincin ruang mu." Ucap harimau putih.
Yun Yi mengerutkan keningnya. "Memangnya bisa?"
'Tentu saja bisa.' Bukan Harimau putih yang menyahut, melainkan Zisè.
'Bagaimana Caranya?'
'Cukup kau bayangkan benda itu masuk ke sini.' Sahut Zisè.
Yun Yi pun mulai membayangkan kalau batu itu berpindah ke padang rumput yang ada di dalam cincin ruang nya.
Harimau putih menatap Yun Yi datar. 'Tadi dia bertanya, tapi dia sendiri yang memasukkan batu itu dengan mudah, tanpa menunggu jawaban dari ku.' Batin Harimau putih.
Namun, katika mata Harimau putih tak sengaja melihat cincin yang di pakai Yun Yi ia secara spontan mendudukkan tubuhnya.
Bruk
__ADS_1
Yun Yi kaget, katika Harimau putih tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya ke tanah. "Ada apa dengan mu?" Tanya Yun Yi.
"Aku hanya melakukan apa yang harus ku lakukan." Ujar Harimau putih dengan kepala tertunduk.
"Hah? Maksudnya apa?" Alis Yun Yi bertaut.
"Cincin yang kau pakaj adalah cincin ke dua paling istimewa di seluruh dunia. Dan yang membuat cincin itu adalah Dewa agung sendiri. Tentu saja, makhluk rendahan seperti kamj harus menunduk ketika melihat cincin-cincin itu. Sebut saja ini adalah tanda hormat kami pada Dewa agung." Jelas Harimau putih, cukup panjang.
Yun Yi mengerti, tapi ada satu hal yang membuatnya penasaran. "Ke dua? Lalu yang pertama milik siapa?" Tanya Yun Yi.
Harimau putih nampak terdiam, tak lama ia mengangkat kepalanya. "Kalau tidak salah, cincin yang satunya lagi di miliki Raja Xin, Raja dari Kerajaan yang di juluki Pintu dunia." Ucapan Harimau putih mampu membuat senyum Yun Yi terukir.
"Untunglah bukan orang lain."
Yun Yi menatap Harimau putih yang masih diam dalam posisi awal. "Lebih baik kau bangkit, pasti akan pegal jika kau diam dalam posisi itu." Ujar Yun Yi.
Harimau Putih pun bangkit, ya memang ia sudah mulai agak pegal karena terduduk seperti tadi. Tiba-tiba Harimau putih terpikirkan akan satu hal. Dengan agak ragu ia menatap Yun Yi.
Yun Yi yang merasa di tatap segera menoleh. "Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Tanya Yun Yi.
"Begini.. jika kau mau bagaimana jika aku kau jadikan hewan Kontrak? Mungkin kau butuh tunggangan yang lebih nyaman di bandingkan dengan kuda?" Ujar Harimau putih gugup.
"Hm?" Yun Yi menatap Harimau putih. Tunggangan ya... Tapi, sepertinya Xiăo Bai juga cukup.
'Keuntungan untuk ku? Contohnya seperti apa?' Tanya Yun Yi.
'Kultivasi mu akan semakin mudah, lalu jika dalam keadaan tertentu kau bisa memerintah Harimau putih untuk melakukan sesuatu untukmu, contohnya bertarung melawan musuh.' Zisè menjelaskan.
Yun Yi mengangguk-anggukan kepalanya. Ia kembali menatap Harimau putih. "Baiklah, mari kita buat kontrak."
Harimau Putih tersenyum senang, dia menundukkan kepalanya.
'Zisè bagaimana caranya?'
'Cukup kau teteskan satu tetes darah mu ke keningnya.' Jawab Zisè.
Yun Yi pun menggores jarinya sedikit, lalu meneteskan darahnya ke kening Harimau putih.
Srth
Beberapa saat, Yun Yi merasa seperti ada sengatan listrik bertenaga kecil yang mengalir di seluruh tubuh nya.
__ADS_1
Ketika mata Yun Yi melihat ke arah Harimau putih, ia sekarang bisa melihat keadaan Harimau putih hanya dengan melihatnya saja.
Setelah itu, Yun Yi kembali ke arah Mei Liu yang tengah membersikan luka-luka di tubuh kelinci tadi.
Yun Yi ikut berjongkok di samping Mei Liu. "Apakah kita akan memasak kelinci ini?" Tanya Yun Yi.
Mei Liu menatap Yun Yi dengan mata melotot. "Tentu saja tidak, makhluk lucu sepertinya mengapa kita jadikan makanan." Ujar Mei Liu.
"Ngomongnya biasa aja dong gak usah nge-gas?" Gumam Yun Yi dengan suara agak keras.
"Xiăo Jiě Huang berkata apa?" Tanya Mei Liu.
Yun Yi menggelengkan kepalanya. "Tidak jadi."
Yun Yi pergi ke arah sungai, lalu menciptakan bambu runcing dari elemennya. Dia menatap satu persatu ikan-ikan spiritual yang tengah berenang ke sana kemari.
Bluk
Cass
Yun Yi melemparkan bambu runcing itu, dan ketika Yun Yi mengangkatnya. "Aku dapat satu!" Seru Yun Yi dengan senyumannya.
Wang Lan menatap aneh Yun Yi. "Xiăo Jiě Huang, memangnya kau mau makan?" Tanya nya.
Yun Yi mengangguk tanpa menoleh, ia kembali mencari ikan lagi, jika hanya satu itu sangat kurang.
"Bukankah kita baru saja masuk ke dalam hutan?" Mei Liu berbicara.
"Aku tahu, tapi perutku sudah berbunyi. Jadi, lebih baik kita makan terlebih dahulu, baru kita lanjutkan perjalan nya lagi."
Cass
Yun Yi kembali mendapatkan satu ikan. Ia mencabut ikan itu dari bambu, lalu melemparkannya ke daratan.
Mei Liu tidak ingin diam, dia pun mengambil ikan-ikan yang sudah Yun Yi tangkap. "Xiăo Jiě Huang, bolehkan aku nanti minta satu?" Tanya nya.
"Baiklah. Tapi kau yang memasak ya?"
"Baik." Mei Liu menganggukkan kepalanya, ia pun mulai membersihkan sisik-sisik dari ikan tersebut.
Wang Lan yang juga agak laparpun berteriak. "Xiăo Jiě Huang, aku juga ingin."
__ADS_1
Dan pada akhirnya Harimau putih pun meminta, mereka bertiga pun ber-istirahat sejenak.
...🔸️To Be Continued🔸️...