
Yun Yi menatap wanita dengan kipas itu dengan wajah dingin. "Peraturan apa saja yang di hapuskan dan di ganti peraturan baru?" Tanya Yun Yi.
Alis wanita itu mengkerut. "Apakah kamu baru keluar dari gua? Mengapa peraturan kecil seperti itu saja tidak tahu."
Sstt
Wanita itu membuka kipasnya, dia berbicara sambil menutup setengah wajahnya. "Hampir sebagian besar peraturan yang dulu sudah terhapus, hanya ada enam peraturan yang tidak di hapus dan di gantikan. Salah satunya adalah setiap pajak di tentukan oleh pangkat, semakin tinggi pangkat atau kekayaan semakin besar pula pajaknya. Begitupun sebaliknya, semakin rendah pangkat, maka pajak yang di wajibkan pun hanya beberapa koin perak atau perunggu."
"Hanya enam?" Gumam Yun Yi penuh tanya.
"Siapa nama pemimpin saat ini?" Tanya Yun Yi, sekali lagi.
"Kamu gadis adalah gadis paling aneh yang pernah ku temui, mengapa nama pemimpin dari dunia siluman kamu tidak tahu." Wanita itu menggerutu.
"Pemimpin saat ini adalah Kaisar Yue Yi." Namun tak urung, wanita itu tetap memberitahu Yun Yi.
"Yue Yi? Bukan Ye Lian?"
Wanita itu menggeleng. "Pangeran Ye Lian telah menghilang sebelum Yang mulia Kaisar sebelumnya jatuh sakit."
'Jatuh sakit? Sangat aneh, bagaimana bisa Kaisar sebelumnya bisa jatuh sakit. Dia adalah Kaisar racun, Kaisar sebelumnya imun yang sangat kebal, jangankan sebuah penyakit, bahkan dia akan baik-baik saja walau di beri satu teko racun mematikan.' Batin Yun Yi bertanya-tanya.
Bagaimana bisa seorang kaisar yang terkenal gagah dan tak dapat mati bisa tiba-tiba jatuh sakit begitu saja. Yun Yi merasa ada yang janggal dengan hal ini.
Tak
"Sudah-kan bertanya-nya?" Tanya wanita itu sambil menutup kipasnya.
"Kalau sudah, lepaskan gadis itu." Titahnya.
"Maaf, tapi aku menolak." Yun Yi memegang tangan Yang Hua, lalu setelahnya kedua gadis itu menghilang dari hadapan wanita itu.
"S****n!" Wanita itu nampak sangat marah, dia menatap kedua pria berbadan besar yang sedari tadi hanya diam sambil mendengarkan saja.
"Kalian berdua tidak berguna! Apakah kalian aka terus diam saja?!"
Dua pria berbadan besar itu nampak bodoh, salah satu dari mereka menggaruk tengkuknya, lalu bertanya. "Lalu, apa yang harus kami lakukan nyonya?"
"Tentu saja mengejar gadis tadi!!"
__ADS_1
Melihat kemarhan yang meletup-letup di mata tuannya, ke dua pria itu segera berlari terbirit-birit.
...> > > ✧✧✧ < < <...
Di sisi lain, Yun Yi dan Yang Hua kini tengah tertawa bersama di kerumunan pasar. Kedua wanita itu memegang masing-masing satu tusuk tanghulu.
"Parti wanita itu akan terus mencari kita, apakah tidak apa?" Yang Hua bertanya dengan kening mengkerut.
"Apanya yang tidak apa? Tentu saja tidak apa-apa, mereka tidak akan menemukan kita di tengah-tengah kerumunan seperti ini. Kalaupun bertemu lagi, kita tinggal kabur seperti tadi saja." Ucap Yun Yi dengan enteng.
Yang Hua hanya mengangguk dengan kaku. Gadis yang ia temui ini seperinya memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan sebuah teleportasi di anggap biasa saja. Padahal, kali menurut Kultivator lainnya, teleportasi adalah kemampuan yang sangat berharga An tidak bisa di lakukan sembarangan.
"Kalau begitu saya sangat berterimakasih, karena anda sudah menolong saya." Yang Hua membungkukkan badannya, sembilan puluh derajat.
"Tak perlu sungkan, aku senang bisa membantu. Apalagi, wanita tadi terlihat sangat menyebalkan." Ujar Yun Yi ketika mengingat wajah wanita tadi.
Yun Yi menatap YangHua yang tengah menundukkan kepalanya. "Ada apa denganmu?"
Tidak ada jawaban, hanya sebuah isak tangis saja yang keluar dari mulut Yang Hua.
"Hei, mengapa malah menangis?" Yun Yi memegang bahu Yang Hua, lalu menggoyang-goyangkannya.
"Tak apa. Hanya saja, aku tidak menyangka, wanita yang aku panggil ibu itu malah menjualku pada orang itu." Yang Hua kembali terisak.
"Lalu, kalau tidak pulang ke rumah, kamu ingin pergi ke mana?" Tanya Yun Yi.
"Sebenarnya, aku ingin menemui Yang Hai Gē. Tapi aku tidak tahu apakah Yang Hai Gē akan menerimaku nantinya." Tutur yang Hua.
Yun Yi tertawa kecil, dan itu berhasil membuat Yang Hua terkejut. "Yang Hua apakah kamu tidak ingat kalau Yang hai begitu mencintai adik perempuannya. Dan sekarang kamu tengah kesusahan, mana mungkin laki-laki itu tidak mau menerimamu."
"Ka-kamu siapa? Mengapa bisa mengetahui hal itu?" Yang Hua memundurkan langkahnya, menjauh dari Yun Yi, bersikap waspada.
"Ah..." Yun Yi teringat satu hal, dirinya kini tengah memakai satu lembar kain untuk menutupi setengah wajahnya.
Dengan gerakan cepat, Yun Yi membukanya. "Ini aku."
"Kamu? Bagaimana bisa ada di sini?" Tanya Yang Hua dengan wajah bingung.
"Hanya berjalan-jalan di tengah malam saja, dan kebetulan aku melihatmu di seret dua pria tadi." Ujar Yun Yi.
__ADS_1
Yang Hua terlhat kebingungan dirinya tidak tahu harus berbuat apa.
"Jadi, apakah kamu mau pergi ke kediaman Yang Hai?"
Yang Hua terdiam, dirinya masih ragu apakah Kakaknya akan menerimanya atau tidak.
"Kamu terlalu banyak berpikir." Yun Yi memgang tangan Yang Hua lalu mengajaknya berlari dari satu atap ke atap lain.
Yang Hua hampir jatuh karena di tarik secara tiba-tiba oleh Yun Yi, untungnya kemampuan Qinggong nya bisa di katakan baik.
"Apakah kediaman Kakakmu masih kediaman yang dulu?" Tanya Yun Yi ketika mereka sudah berjalan cukup lama.
"Iya, Kakak masih menempati kediamannya yang dulu." Walau tidak terlihat oleh Yun Yi, Yang Hua tetap menganggukkan kepalanya.
Mendengar jawaban itu, Yun Yi semakin mempercepat langkahnya, sehingga membuat Yang Hua kualahan untuk menyamai langkahnya dengan Yun Yi.
Ketika sudah sampai di depan sebuah rumah sederhana dengan halaman luas, dan pagar bambu kecil.
"Rumah ini tidak berubah sedikitpun." Ujar Yun Yi dengan senyum kecil.
Yang Hua menatap kediaman Kakak laki-lakinya itu. "Ya, semenjak keluar dari kediaman utama dan sampai saat ini, bahkan sepertinya Yang Hai Gē tidak berniat mengubahnya." Yang Hua menyahuti perkataan Yun Yi.
Kedua gadis itu sama-sama mengamati rumah sederhana itu dengan senyum kecil.
"Kalau begitu, Karen kamu sudah sampai di sini, aku akan pergi dulu. Aku masih harus melakukan sesuatu." Dengan cepat Yun Yi pergi dari sana.
"Eh? Gūniáng tunggu," Terlambat, sosok Yun Yi duah menghilang dari sana dalam beberapa detik saja.
"Aku lupa menanyakan namanya." Yang Hua menghela nafas.
"Mèimèi?" Sebuah suara pria dewasa terdengar dari belakang Yang Hua.
Ketika Yang Hua berbalik, dia segera menghampiri pria itu dan memeluknya. "Gēgē."
Yang Hai membalas pelukan Yang Hua, sebuah senyum bahagia tidak dapat di sembunyikan dari wajahnya.
"Apakah kamu datang kemari karena merindukan Gēgēmu ini?"
"Tidak salah, tapi alasan utamanya bukan itu." Ujar Yang Hua, dirinya mendongak menatap Kakak laki-lakinya dari bawah.
__ADS_1
"Lalu apa alasan utamanya?"
...🔸️To Be Continued🔸️...