Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Bunga di dasar laut


__ADS_3

Mata Yun Yi perlahan terbuka, desiran ombak langsung menyapa pendengaran nya. Dia menatap ke sekelilingnya, tempat ini nampak aisng di mata nya.


Kepalanya menoleh ke samping, ada Raja Xin yang tengah tertidur di samping nya. "Saat tidur pun, dia masih tetap tampan. Sungguh tidak adil." Gumam Yun Yi.


Mata Yun Yi menelusuri semua bagian wajah Raja Xin. Tangannya terulur meraba rahang Raja Xin.


"Rahang tegas, bibir tebal, hidun lurus dan mancung,mata sipit nan tajam, alis tebal yang menukik indah. Mungkin itu yang akan di tuliskan dalam novel kalau mereka memakai wajahmu sebagai inspirasi untuk tokoh utama nya." Monolog Yun Yi.


Tangan nya Kemabli ke hidun Raja Xin. "Bagaimana bisa hidung nya begitu sempurna?"


Melihat Raja Xin yang masih tertidur, sebuah ide jahil terlintas di kepalanya, Yun Yi menekan hidung Raja Xin cukup keras. Elis Raja Xin mengkerut ketika is tidak bisa bernafas lewat hidung nya.


Raja Xin menyingkirkan tangan Yun Yi, menjauh dari hidung nya. "Ugh.." lenguhnya, mata nya perlahan terbuka.


"Aku kira siapa yang begitu jahil, ternyata kamu." Yun Yi terdiam kaku ketika Raja Xin menyatukan kenin mereka. Suara seram Raja Xin yang baru saja bangun tidur membuat bulu-bulu halus di punggung nya berdiri.


Yun Yi memang sudah hidup beratus-ratus tahun, tapi ia baru kali ini memiliki pasangan.


"Kamu jangan tidur lagi, cepat bangun." Yun Yi mendorong tubuh Raja Xin, untuk melepaskan pelukan nya.


"Biarkan seperti ini dulu, aku masih mengantuk." Raja Xin tidak membiarkan Yun Yi keluar dari pelukan nya, ia semakin memeluk Yun Yi dengan erat.


"A'Jian, ini sudah siang. Lihatlah keluar, matahari mungkin sudah ada di atas kepala kita." Sekuat apapun Yun Yi berusaha untuk keluar dari dekapan Raja Xin. Dirinya tidak bisa melepas kan nya, tenaga raja Xin jauh lebih kuat dari pada dirinya.


"Kamu tenang saja, kita sekarang ada di dalam dunia ruang ku. Jadi walau kita menginap di sini seharian pun di luar masih belum ¼ dupa¹." Ujar Raja Xin.


"Walau begitu, apakah kita harus diam di kasur terus? Perutku sedari tadi terus berbunyi, apa kamu tidak mendengar nya?"


Yun Yi semakin di buat kesal saat Raja Xin malah asik memjamkan matanya. "A'Jian! Aku lapar!" Pada akhirnya, Yun Yi berteriak tepat di depan telinga Raja Xin, karena terlalu kesal.


Raja Xin mengusap telinga nya yang terasa berdengung, dia melepas pelukan nya lalu duduk di pinggir peraduan. "Ini berdengung."


"Itu juga karena dirimu sendiri. Huh." Yun Yi mendengus, ia turun dari peraduan.

__ADS_1


"Di mana kamar mandi nya?" Tanya Yun Yi ketika dirinya akan keluar dari kamar.


"Di sana." Raja Xin menunjuk sebuah pintu yang tak jauh dari peraduan, itu berarti Yun Yi harus kembali.


Dengan kesal Yun Yi pun pergi ke kamar mandi.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Setelah mandi, Raja Xin mengajak Yun Yi untuk pergi ke pantai. Raja Xin berencana untuk memasarkan Yun Yi makanan laut, tentunya di bantu Yun Yi juga.


Awalnya Raja Xin akan menangkap kepiting dan yang lain nya menggunakan Qi spiritual nya. Namun Yun Yi mencegah nya, dirinya ingin menangkap nya sendiri. Maka dari itu, kini mereka tengah menaikki kapal, Yun Yi akan berenang ke dalam laut untuk menangkap ikan nya sendiri, seperti yang di lakukan nya saat menjadi Xiao Lin dulu.


Yun Yi menjadi teringat akan ucapan Báishé, seperti nya ucapan  Báishé benar, kehidupan yang paling mendapak di dirinya adalah kehidupan saat dirinya menjadi Xiao Lin.


Setelah mereka cukup jauh dari daratan, Yun Yi segera melompat ke dalam air. Raja Xin yang tidak ingin diam saja, ia pun ikut masuk ke dalam air.


Ketika Yun Yi akan berenang semakin ke dalam, Raja Xin menahan angan Yun Yi. Ia menciptakan sebuah gelembung besar dan menyelimuti tubuh Yun Yi dengan gelembung itu.


"Dengan ini kamu bisa bernafas sesukamu di dalam air." Ujar raja Xin.


"Long Jianheeng, jika kamu mendengar ini maka patuhilah. Jangan ikuti wanita mu, ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya, dan kamu jangan khawatir. Dia adalah teman lama nya, dan kau pasti tau siapa dia."


Raja Xin sangat kenal dengan suara itu, dia adalah petapa Lan yang hidup di lautan. Dia menatap Yun Yi yang berenang semakin jauh.


"Apakah mungkin.. orang yang ingin bertemu dengan Yun Yi adalah dia?"


.


.


Semakin ke dalam, Yun Yi semakin takjub dengan pemandangan dalam laut ini. Banyak ikan unik yang belum pernah ia lihat.


Ikan-ikan nya sangat lucu, ada juga hiu yang berkeliaran di sekitar nya. Tapi dia tidak menyerang Yun Yi, malahan dia terlihat seolah-olah tengah menjaga Yun Yi.

__ADS_1


Tanpa Yun Yi sadari, dirinya melewati sebuah batas laut, dan dirinya baru menyadarinya saat batu-baru karang di sekitarnya menjadi berbeda dari sebelum nya.


"Apakah aku salah mengira?" Yun Yi menatap hiu biru yang sedari tadi terus mengikutinya.


Ketika mata nya melihat tanda bintang di salah satu bagian ekor hiu itu, ia merasa pernah melihat nya.


"Aku senang kamu datang, sahabatku."


Perhatian Yun Yi teralihkan oleh sebuah suara. Dia melihat ada tiga kerang besar yang berada di dasar laut, ketiga kerang itu melingkari sebuah bunga kecil berwarna biru gelap yang sangat indah.


"Bagaiman bisa ada bunga di dasar laut?" Ujar Yun Yi, keheranan.


"Bukankah kamu sendiri yang menanam nya, Xiao Sui." Suara itu kembali terdengar, tapi Yun Yi tidak tahu dari mana asal suara itu.


"Siapa kau?"


"Jika kamu mendekat ke bunga yang ada di dasar laut. Kamu pasti akan tahu siapa aku."


Yun Yi pun berenang mendekati bunga biru itu, semakin dekat Yun Yi bisa melihat nya dengan jelas, bunga itu mirip seperti bunga sepatu, tapi hanya mirip saja.


Kaki Yun Yi berpijak di pasir, dia menatap ke Tika kerang besar yang mengelilinginya. Semua nya sangat indah, ketika tangan Yun Yi menyentuh kulit kerang yang ada di dekat nya.


Kulit kerang yang tadinya berwarna putih, perlahan menjadi warna pink muda. Ketiga kerang itu secara perlahan terbuka, gumpalan-gumpalan gelembung cahaya menyatu di dekat bunga biru.


Gumaplan itu membentuk seorang wanita cantik dengan ekor biru nya yang indah. Matanya seperti kristal biru yang indah.


Sebuah nama tiba-tiba terlintas di kepala Yun Yi, "Duan."


...🔸️To Be Continued🔸️...


Note 📝 :


__ADS_1


¼ dupa \= 30 menit.



__ADS_2