Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Jun Shu Ren bukan Wang Shu Ren


__ADS_3

Perjalanan kali ini berjalan lancar sampai kekaisaran Wang. Mereka di ajak putri Wang untuk menginap di istana, tapi Raja Xin menolaknya. Pada akhirnya mereka menyewa satu penginapan.


Baru saja Putri Wang masuk ke dalam istana. Sudah ada Yahnya yang tengah menunggu di gazebo yang terletak ak jauh dari gerbang istana.


Putri Wang menghampiri Kaisar Wang. "Salam kepada Ayah kaisar." Putri Wang berlutut, memberi salam pada sang Ayah.


"Kamu sangat berani, kembali ke istana dengan hanya memenangkan juara ke tiga." Suara Kaisar terdengar tajam, sampai tubuh Putri Wang bergetar.


"Ma-maafkan saya Ayah. Anda tahu kalau banyak orang dari dunia lain yang datang." Ujar Putri Wang.


"Tapi orang-orang dari kekaisaran langit kan tidak datang." Seorang gadis dengan Hanfu merah muda yang tampak mewah datang dari arah belakang putri Wang.


"Lalu, bagaimana bisa JiěJiě di kalahkan oleh orang dari Dunia siluman, sungguh memalukan." Wang Dui An, adik dari Wang Shu Ren


Wang Shu Ren diam-diam mengepalkan tangannya, adik nya seperti ya sengaja menyiram minyak ke dalam api.


Mata Kaisar Wang semakin memancarkan ketidaksukaan pada Wang Shu Ren. "Dasar tidak berguna. Ternyata tidak hanya tidak mendapatkan peringkat pertama. Kau juga ternyata kalah dari bangsa siluman itu?!"


Tubuh Wang Shu Ren bergetar, ia semakin membungkukan badannya. "Ma-maafkan saya Ayah."


"Jangan panggil Zhen Ayah, Zhen tidak Sudi mengakui anak tidak berguna seperti mu!" Kaisar Wang berlalu begitu saja.


Ketika di luar gazebo ia berkata. "Zhen sudah lelah mengurusimj, sesuai perjanjian awal. Karena kamu tidak mendapatkan peringkat pertama di perburuan tahun ini, kau harus keluar dari keluarga ini."


Deg


Hati Wang Shu Ren hancur, hanya karena dia tidak mendapat peringkat pertama, mengapa Ayahnya tega mengusirnya?


Yah, ini salahnya juga malah menjanjikan posisi pertama kepada Ayahnya.


Setelah Kaisar Wang tidak terlihat lagi, Wang Dui An menatap Wang Shu Ren dengan penuh ejekan. "JiěJiě, ah bukan bukan, sekarang kau bukan lagi bagian dari keluarga ini. Jadi... Seharusnya aku memanggilmu Jun Shu Ren, benar?"


Wang Dui An tertawa senang, sekarang di istana ini hanya ada seorang putri, yaitu dirinya. "Kalau begitu, pengawal antar pergi rakyat biasa ini." Titah Wang Dui An kepada salah satu prajurit yang ada di sana.


"Lepaskan!" Wang Shu Ren melepas paksa angan prajurit itu.

__ADS_1


"Aku akan keluar dari sini setelah mengambil kembali rumah makan ibuku." Ujar Wang Shu Ren.


"Semua orang juga tahu, rumah makan AuJun adalah rumah makan yang di dirikan ibuku sebelum menikah dengan Kaisar." Jun Shu Ren tidak akan pernah Sudi menyerahkan rumah makan Ibunya pada permaisuri Wang.


"Kamu!" Wang Dui An menggeram, ia lupa akan hal ini. Seharusnya sebelum-sebelumnya ia harus memindah tangankan kepemilikan rumah makan itu atas nama dirinya atau ibunya, permaisuri Wang.


Tanpa memberi salam pada Wang Dui An, Jun Shu Ren berlalu begitu saja. Ia berjalan ke arah ruang pengadilan, ia akan mengambil kembali rumah makan itu.


"Lancang! Beraninya rakyat biasa sepertimu tidak menghormati Putri ini." Teriak Wang Dui An.


Jun Shu Ren mengabaikan teriakkan mantan adiknya itu, ia harus segera meminta Kaisar untuk mengembalikan rumah makan AuJun. Supaya dia cepat pergi dari istana ini.


Brak


Jun Shu Ren membuka paksa pintu ruang pengadilan. Semua orang yang ada di dalam terkejut termasuk kaisar Wang.


"Lancang! Berani sekali kamu masuk ke ruang pengadilan!" Ucap Xue Fu an, Mentri keuangan, Ayah permaisuri saat ini, Kakek Wang Dui An.


Jun Shu Ren hanya menatap datar Mentri keuangan, ia menghadap Kaisar Wang lalu berkata. "Aku ingin mengambil kembali rumah makan milik ibuku." Ucap nya To the point.


"Tentu saja rumah makan AuJun, rumah makan itu adalah bisnis yang di dirikan oleh mendiang ibuku sebelum menikah." Ucap Jun Shu Ren dengan menekan dua kata terakhir.


Tangan Kaisar Wang semakin mengepal erat.


"Untuk apa putri pertama mengambil rumah makan itu? Bukankah rumah makan itu kini tengah di kelola oleh Permaisuri?" Tanya Jun Quqi, Ayah dari selir pertama, mendiang ibu Jun Shu Ren yang telah lama meninggal.


"Jangan panggil aku putri lagi Kakek, Kaisar Wang sudah mengeluarkan ku dari keluarga Wang. Sekarang namaku adalah Jun Shu Ren, bukan Wang Shu Ren." Ucap Jun Shu Ren secaa lantang.


"Apa?!" Semua orang yang ada di ruang pengadilan sangat terkejut, apalagi Jun Quqi, Mentri pertahanan.


"Bixia, apakah yang di katakan cucuku adalah kebenaran?" Tanya Jun Quqi pada Kaisar Wang.


"Itu benar." Sahut Kaisar Wang dengan wajah datar.


"Tapi, kenapa Bixia?" Jun Quqi tidak terima ketika cucu nya di perlakukan seperti ini.

__ADS_1


"Dia menjanjikanku untuk menangkan posisi pertama di acara perburuan Kekaisaran Wu dan memberikan hadiahnya untukku. Dan aku memberi syarat, akalu dia kalah dia harus keluar dari keluarga Wang." Jelas Kaisar Wang masih dengan wajah datarnya.


Ketika Jun Quqi akan memprotes, Jun Shu Ren lebih dulu menghalanginya. Dia menggelengkan kepalanya, memberi isyarat kalau Kakeknya tidak perlu mengatakan apapun lagi.


"Jadi, apakah Kaisar mau mengembalikan kembali rumah makan AuJun?"


Mata Kaisar Wang memicing, jika ia tidak memberikan rumah makan itu pada Jun Shu Ren pasti akan banyak orang yang proses apalagi para rakyat Kakisaran nya.


'Anak ini sedang memainkan trik, dia pasti sengaja meminta rumah makan itu di persidangan.' Batin Kaisar Wang.


Kaisar Wang sangat enggan mengembalikan rumah makan AuJun, bisnis itu adalah salah satu yang bisa menghasilkan banyak uang untuknya. Namun,mau tidak mau ia haru mengamembalikan rumah makan itu.


"Besok rumah makan itu akan menjadi milikmu sepenuhnya." Ucap Kaisar Wang pada akhirnya.


Jun Shu Ren tersenyum senang, peninggalan ibunya akhirnya menjadi miliknya. "Kalau begitu saya pamit." Jun Shu Ren membungkukkan badannya, lalu segera keluar dari ruang pengadilan.


Sepeninggal Jun Shu Ren, ruang pengadilan menjadi ricuh. Kaisar Wang menggeram marah. "Diam!"


Baru saja keluar dari gerbang istana, air mata yang sedari tadi Jun Shu Ren tahan pun pecah, dengan cepat ia berlari ke tempat sepi. Lalu meraung kencang, meluapkan rasa sedihnya.


"Kenapa? Kenapa Ayah tidak mau mengakui ku?" Teriak Jun Shu Ren.


"Kenapa Ayah begitu membenciku?"


"Kenapa Ayah? Kenapa?"


"Hiks, hiks."


Tubuh Jun Shu Ren lirih ke bawah, ia bersandar ke tembok pembatas istana Wang.


"Ibunda... Aku kira kalau aku berusaha Ayah akan mengakui ku dan menyayangiku. Namun sekuat apapun usahaku, kenapa Ayah masih tetap membenciku?"


"Ibu... Hariku sakit." Suara Jun Shu Ren terdengar begitu menyakitkan. Air matanya terus turun dengan deras.


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2