Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Shi Wen sang Dewi Bencana


__ADS_3

Melihat wajah Yun Yi yang berubah kaku, Wang Lan pun ikut cemas. "Apakah luka nya sangat serius?"


Yun Yi melirik Wang Lan sekilas. "Seperti ya begitu. Kita harus segera menemui ahli medis, walau aku merasa familiar dengan luka ini, aku tidak tahu pasti bagaimana cara menyembuhkannya."


Wang Lan mengangguk, ia segera membantu Mein berjalan. Tapi, Mei Liu malah menghentikan langkahnya lalu ia berucap.


"Tapi bagaimana dengan hewan buruannya? Kita bahkan belum menangkap satu ekor pun." Mei Liu merasa bersalah kalau mereka berhenti hanya karena dirinya.


"Tak perlu memikirkan hal itu, yang terpenting sekarang kita harus keluar dari hutan ini, segera." Yun Yi memasang wajah serius, bagi dirinya tak masalah walau tidak menang dalam acara perburuan ini.


Mei Liu adalah calon JiěJiě nya, jadi dia harus mengutamakan nya lebih dari apapun.


Ketika baru saja beberapa langkah, tiba-tiba banyak Venus Flytrap yang tumbuh, jika Venus Flytrap biasanya berbatang kecil, ini sangat berbeda. Batangnya panjang, menjulang tinggi, lalu banyak akar-akar yang keluar dari tanah, sepertinya itu adalah akar milik Venus Flytrap raksasa.


"Apa-apaan ini! Mengapa ukurannya sangat besar!" Ujar Yun Yi.


Ketiga nya hanya bisa terdiam, tidak bisa melangkah, karena terkepung oleh Venus Flytrap raksasa ini.


Srak


Akar-akar itu melayang, berniat mencelakai Mei Liu.


Brak


Untungnya, Wang Lan dengan sigap menarik Mei Liu menghindar.


"S**l*n!!" Bagian putih dari mata Yun Yi memerah, ia geram karena terus di ganggu.


"Bisakah mereka muncul di saat yang tepat, mengapa harus muncul di sekarang!!" Yun Yi mengambil belatinya dari dunia ruang, dengan menggunakan kecepatan fisik nya, Yun Yi berlari ke arah akar-akar yang terus menyerang Wang Lan dan Mei Liu.


Srtt


Srtt


Dengan belatinya, Yun Yi menebas semua akar-akar itu. Karena kemarahan, Yun Yi menjadi lupa kalau dirinya adalah seorang Kultivator, karena kemarahannya juga, jiwa gelap pada saat dirinya masih menjadi Xiao Lin bangkit.


Ketika tanaman yang mirip dengan Venus Flytrap tapi dengan ukuran raksasa itu akan melahap Yun Yi. Dengan kasar Yun Yi menebas nya.


"Aaa...!!"

__ADS_1


Walau tidak langsung mati, tumbuhan itu malah mengeluarkan suara jeritan. Jeritan yang di keluarkan tumbuhan itu melengking, membuat telinga Wang Lan, Yun Yi dan Mei Liu berdenging.


"B*d*b*h! S**l*n! Mengapa kau malah berteriak, b*ngs*t!"


Yun Yi semakin marah, sekilas mata hitam Yun Yi berubah menjadi biru gelap, namun kembali hilang. Yun Yi kini mengalirkan Qi pada belatinya.


"Ku bunuh kau!"


Yu Lin berlari, lalu kembali menebas tanaman itu. Tebasan Yun Yi menjadi sangat agresif, dan karena Yun Yi mengalirkan Qi nya pada belati, efek serangannya menjadi lebih kuat, dan lebih parah.


Bruk


Satu tanaman pun tumbang, tapi walau begitu, masih banyak tanaman raksasa itu, mungin hampir ratusan.


Ketika Yun Yi berbalik, ia melihat Wang Lan yang sedang kewalahan melawan satu tanaman raksasa. Di belakangnya Mei Liu hanya bisa terduduk sambil memegang lukanya yang semakin merambat ke sisi lain.


Amarah Yun Yi memuncak, walau Mei Liu belum resmi menjadi JiěJiě nya, tapi Yun Yi sudah mengakuinya. Karena kemarahannya yang semakin tinggi, lagi-lagi mata hitamnya berubah menjadi biru gelap, kini warna itu bertahan, tidak menghilang seperti tadi.


"S**l*n! S**l*n! S**l*n! S**l*n!"


Entah sudah berapa kali Yun Yi mengumpat, ia tidak peduli. Yun Yi segera berlari menyerang tanaman tadi.


Bruk


Bruk


Dalam satu kali tebasan Yun Yi berhasil membunuh satu tanama raksasa itu. Dan hanya dalam beberapa detik, tidak sampai satu menit. Yun Yi berhasil membunuh semua tanaman raksasa itu.


Walau begitu, akar-akar itu masih terus bermunculan. Dan kini terjadilah pertarungan antara Wang Lan, Yun Yi dan akar-akar.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Di tempat lain, seorang wanita yang tengah bersila, duduk di atas awan. Kini matany terbuka, tatapannya menajam, bahkan awan-awan yang tadinya berkumpul kini mulai menjauh.


"Mengapa aura wanita s**l*n itu kembali muncul?! Bukankah ia sudah hancur?!" Ujarnya.


"Ru-an!" Ketika wanita itu berteriak, memanggil seseorang, tiba-tiba muncul sebuah petir hitam. Petir itu kini berubah menjadi se-sosok pria berjubah hitam, setengah wajahnya tertutupi oleh topeng, rambut hitam gelapnya begitu panjang. Pria itu berjongkok di hadapan wanita tadi.


Ru-an menekuk sebelah kakinya. "Hamba memberi salam pada Dewi Bencana."

__ADS_1


"Apakah kau merasakan aura wanita s**l*n itu?" Shi Wen, sang Dewi Bencana itu bertanya dengan wajah merah, karena marah.


"Ya, hamba merasakannya walau samar, sepertinya itu berasal dari dunia manusia." Sahut Ru-an.


"Kalau begitu, perintahkan bawahanmu untuk mencari keberadaannya. Dia tidak boleh hidup lagi, seperti waktu itu, kita harus hancurkan dia. Dari raga sampai jiwanya, jangan sampai dia bisa hidup lagi." Shi Wen memberi perintah dengan wajah dingin, matanya menyiratkan kebencian yang amat dalam.


"Hamba mematuhi perintah Dewi." Setelah mengucapkan itu, Ru-an kini kembali berubah menjadi petir lalu menghilang.


"Ini tidak bisa di biarkan. Aku tidak akan membiarkan kau hidup, apalagi sampai kau bisa mengingat masa lalu kembali." Shi Wen bergumam.


Sudah bukan rahasia umum, jika seorang Dewa/Dewi yang di hancurkan jiwanya, kalau dia bisa ber-reinkarnasi melalui salah satu pecahan jiwanya, dia akan melupakan masa lalunya. Tapi, jika Dewa/Dewi itu bisa mengumpulkan semua bagian jiwanya, dia akan mengingat kembali semua ingatannya.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Adapun seorang wanita yang tadinya tengah menyiram tanaman, tubuhnya tiba-tiba menegang. Tangannya bergetar, lalu tubuhnya pun ikut bergetar.


Bruk


Tubuhnya pun terjatuh, dia terudduk di tanah dengan air mata yang mengalir deras.


"De-dewi, apakah itu engkau? Apakah kau akan kembali?" Gumamnya, bahunya bergetar tangisan nya semakin mengencang.


"De-dewi, hamba rindu, An She rindu." Wanita yang menyebut dirinya An She itu tiba-tiba berdiri.


"Jika benar Dewi hidup kembali, aku harus melindunginya. Jangan sampai orang itu menemukannya, aku takut kejadian itu terulang kembali."


An She berlari keluar dari taman, ia segera memasuki istana. Dia berjalan tergesa-gesa, lorong yang tadinya hening, kini di buat bising dengan suara sepatu An She.


An She memasuki ruangan yang di penuhi dengan mutiara-mutiara putih. Lalu mengambilnya satu.


Krek


An She menggigit mutiara itu, tubuhnya pun kini berubah menjadi seekor kucing, kucing berwarna putih bersih, dengan ukuran yang agak besar dari kucing pada umumnya.


Meong


Kucing itu berlari keluar istana, entah akan pergi kemana. Istana yang tadinya terlihat begitu indah, kini berubah menjadi sebuah pemukiman warga yang cukup kecil. Banyak warga yang beraktivitas, di depan gerbang ada baru dengan tulisan.


'Desa Aidelwis.'

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2