
Sesampai di Panti Asuhan Nurul Iman Mila turun dari motor Nayra.
"Terima kasih Nayra" ucap Mila
"Bolehkah saya mampir sebentar" sambil mematikan mesin motornya.
"ya, masuklah"
Kemudian mereka sama sama masuk, setibanya di dalam rumah terlihat beberapa anak anak berdiri di depan kamar sambil mengintip kedalamnya.
"ada apa ini? " tegur mila yang membuat anak anak itu menoleh ke arahnya
"mona menangis kak, dia tidak mau sekolah lagi" jawab salah satu dari mereka
Mendengar hal itu Mila langsung menerobos masuk yang di ikuti nayra. Begitu sampai di dalam kamar Mila mendekati Bunda Rita yang sedang menenangkan Mona dari tangisnya.
"Ada apa dengan Mona bunda? tanya Mila lalu duduk di samping Bunda Rita. Sementara Mona sedang menangis di atas tempat tidurnya dengan posisi membelakangi mereka.
"Teman2 di sekolahnya mengejeknya, dan sekarang dia tidak mau bersekolah lagi"jawab bunda menjelaskan
"Bunda tunggu di luar saja, biarkan Mila bicara dengan Mona"
"baiklah, bicaralah dengannya" Lalu bangkit dari duduknya, dan meningglkan ruangan itu.
"Mona kenapa menangis?" sambil mengusap lembut rambut Mona. Mila mencoba menenangkan. Namun mona tidak menyahut dia masih dengan tangisnya.
"Bukannya Mona ingin ke sma kakak? kalau mona tidak mau sekolah lagi bagaimana bisa sampai ke sma"bujuknya
"tapi disekolah mona selalu diejek"dengan tersedu sedu mona menjawab
__ADS_1
"mereka mengejek mu apa"
"mereka bilang mona anak panti, tidak punya orang tua, tidak punya keluarga" masih dengan tangisnya
"bangunlah, lihat kakak" lalu menarik badan Mona.
Mona berbalik melihat Mila, lalu duduk sembari menghapus air matanya.
"Tidak perlu menangis kalau dibilang anak panti, dan kamu tidak perlu mendengarkan mereka, kamu punya orang tua, bunda rita sama pak dedi adalah orang tua kita, kak mila adalah keluarga mu, dan semua yang ada dipanti ini adalah keluarga mu"
"coba kamu hitung berapa banyak keluargamu dipanti ini?, bahkan mereka tidak punya keluarga sebanyak kita" lanjut mila
Mona masih terdiam, tapi dia berusaha memikirkan apa yang barusan di katakan mila.
"mona anak yang hebat, masa gini aja nangis" dengan senyum mila menyemangati mona
Dan akhirnya Mona tersenyum lalu memeluk Mila. Sementara Nayra dari tempatnya berdiri memandang Mila dan Mona dengan perasaan iba.
Pelajaran hari ini benar benar menguras pikiran, bagaimana tidak, di jam ini x ipa 3 sedang belajar bidang study matematika yang begitu memusingkan, di tambah lagi guru yang membawakannya adalag bu Reni yang sekaligus wali kelas mereka. Semuanya berharap agar bel cepat berbunyi. Namun tidak dengan Mila dia begitu menikmati pelajaran ini.
Tidak lama kemudian bel pun berbunyi, semua bernafas lega mendengar bel itu.
"oke anak anak, pelajaran hari ini cukup di sini, dan ingat beberapa minggu lagi akan ujian semester 2, ibu harap kalian belajar dengan baik"ucap bu reni menutup pelajaran
"iya bu"jawab siswa serentak. Kemudian Bu reni berlalu dari kelas itu. Begitu bu reni keluar Ifan Yuda dan Parto datang menghampiri meja Mila dan Nayra.
"Bagaimana dengan tugas kelompok kita? tanya parto
"Nanti sepulang sekolah kita sama sama mengerjakannya" jawab mila
__ADS_1
"dimana kita akan mengerjaknnya" tanya parto lagi
"bagaimana kalau diperpustakaan, kemarin saya melihat ada buku yang sesuai dengan tema tugas kita" usul Mila
"boleh juga, tapi kita masih kekurangan anggota, tiap kelompok harus ada 6 orang, sementara kita hanya berlima"
Nayra melirik sekilas ke meja yang di sampingnya.
"Sepertinya Irene belum punya kelompok, bagaimana kalau kita ajak dia gabung"bisik Nayra
"boleh juga, dengar2 disekolahnya yang lama dia juara kelas, tapi kenapa sampai disini dia begitu pendiam" jawab Yuda.
"wajar lah, dia masih baru di sekolah ini"sahut ifan, "saya akan mengajaknya gabung dengan kita" lalu berjalan menghampiri Irene. Ifan menyapa Irene, dan terlihat mereka berbincang, tidak lama kemudian ifan dan Irene menghampiri Mila dan yang lain.
"Irene mau gabung dengan kita" ucap Ifan dengan senyum bangga, yang di sambung riang Mila dan yang lainnya.
"Karna kelompok kita sudah utuh bagaimana kalau kita makan bersama ke kantin" ajak Yuda
"setuju" jawab yang lain serentak. Mereka pun sama sama bergegas ke kantin. Sesampai di kantin mereka mencari tempat duduk dan mulai memesan makanan, dan ternyata di kantin itu ada Akbar bersama Nando dan teman sekelasnya yang lain. Akbar mengawasi Mila dari tempat duduknya.
Begitu makanan mereka datang, dengan semangat mereka menyantap, namun tiba2 seseorang datang menghampiri meja mereka, dan orang itu adalag Tio, ketua kelas x ipa 3.
"Mila, tidak biasanya kamu berada di kantin dijam istirahat seperti ini " sapanya pada mila dan langsung duduk di kursi yang berada di depan mila.
Mila tidak menyahut dia hanya menoleh sekilas dan kembali dengan makanannya.
"Ini adalah peresmian kelompok kami" jawab Ifan dengan memandang tidak suka ke Tio
"kalau begitu saya akan traktir makanan kalian" jawabnya dengan sedikit sombong tanpa henti menatap Mila.
__ADS_1
"wahhh kalau begitu saya harus tambah pesanan lagi nih" seru ifan yang sambut tawa teman2nya yang lain.
Sementara Akbar dari tempat duduknya mulai kesal dan menatap tajam.