Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Tutup Mulutmu


__ADS_3

Sudah dari 1 jam yang lalu Mila berusaha untuk tidur, namun matanya tetap saja tidak bisa tidur. Berguling guling ditempat tidurnya, beberapa kali berganti posisi berharap bisa tidur dengan nyenyak. Rasanya sia sia saja karna sampai sekarang matanya masih terjaga. Mila bangun dan beranjak dari tempat tidurnya. Mila berjalan menuju meja belajarnya yang berada di sudut kamarnya, duduk dikursinya dan mulai mengambil buku pelajarannya.


Ujian semester dua akan segera tiba, aku harus lebih banyak belajar lagi.


Membolak balik buku yang diambilnya. Berusaha mengulang pelajarannya. "Besok Akbar akan privat pelajaran apa ya? " gumamnya dalam hati.


"astaga..... kenapa aku malah mikirin dia, menyebalkan" malu dengan dirinya sendiri lalu menutup kembali buku yang ditangannya. Mila kembali ketempat tidurnya, dan merebahkan tubuhnya, mulai memejamkan matanya berharap bisa segera tidur.


**********


Besoknya dikelas X ipa 3, begitu bel istirahat berbunyi Mila segera menyusun kembali bukunya kedalam tas.


"Mila kamu mau keperpustakaan? kemarin ada buku baru masuk, kamu pasti menyukainya, aku sudah membaca sebagian"


"Buku apa Nay? " jawab Mila spontan


"hmmm... apa judulnya ya? aku lupa, tapi dijamin bukunya bagus" jawab Nayra


"ya udah kalau gitu sekarang kita keperpustakaan, kita ajak Irene juga". Mila berbalik berniat mengajak Irene.


"owh...sepertinya Irene tidak akan ikut". Langsung membuat kesimpulan begitu melihat Irene duduk berdua dengan Ifan. Nayra pun ikut melihat kearah pandangan Mila.


"mereka makin akrab saja, apa Irene dan Ifan sudah pacaran?". Mila menggeleng tidak tau. Lalu mereka sama-sama berdiri dan berjalan keluar kelas menuju perpustakaan, baru saja mereka sampai dipintu Akbar sudah muncul dihadapkan mereka.


"kamu ngapain kesini? " bentak Mila begitu melihat Akbar.


"menjemput bu guru privat ku" jawabnya santai sambil bersandar dipintu.


"bisa tidak kalau hari ini gak ada privat, aku mau.... "


"tidak bisa" sela Akbar


"apaan coba, aku belum selesai ngomong kamu sudah bilang tidak bisa"


"apapun itu, tidak bisa, kamu sudah jadi guru privat ku dan sekarang aku mau belajar". Mila menatapnya kesal.


"kamu ikut Akbar saja" akhirnya Nayra mengalah. "aku keperpustakaan sendiri, besok kita bisa pergi keperpustakaan bersama" kata Nayra.

__ADS_1


"besok aku juga akan belajar dengannya, apa kamu tidak bisa keperpustakaan sendiri ?" kata Akbar dan mulai menatap Nayra.


"bisa" jawab Nayra dengan tegas, kemudian pamit pada Mila lalu bergegas keperpustakaan meninggalkan Mila dan Akbar.


Mila menatap kesal Akbar, namun sama sekali tidak dihiraukan Akbar. Begitu Nayra pergi, Akbar dan Mila juga pergi ketaman. Mila berjalan dibelakang Akbar, mengikuti langkah cowok itu sambil memaki- makinya dalam hati.


Dasar cowok gila, selalu bersikap semaunya, kamu pikir aku takut denganmu, aku nurut hanya karna Bunda Rita ya, begitu nanti kamu selesai makan bersama kami di panti, lihat saja, aku pasti membalasmu. Akbar, aku membencimu.


Begitu sampai di taman, Akbar duduk lalu diikuti Mila duduk disampingnya dengan jarak yang cukup jauh, dan masih menatap Akbar dengan kesal. Akbar sama sekali tidak memperdulikan sikap Mila yang jelas-jelas memperlihatkan tidak suka dengannya. Akbar tetap bersikap santai seolah semuanya baik-baik saja bahkan masih sempat-sempatnya senyum memamerkan lesung pipinya.


Hah.... bisa-bisanya dia tersenyum seperti itu, ingin rasanya aku menusuk lesung pipinya dengan jari ku, menusuknya hingga bolong. Mila terus memakinya dalam hati.


Akbar melemparkan sebuah buku yang mendarat dengan sempurna dipangkuan Mila. Dengan geram Mila mengambil buku itu.


"aku mau belajar matematika" kata Akbar. "sebentar lagi akan ujian semester, aku ingin memperbaiki nilai matematika ku, satu minggu kedepan kita belajar matematika" lanjutnya. Mila tidak menyahut, menjawab juga percuma, toh semuanya Akbar yang menentukan, jadi menurut saja begitu batin Mila.


Mila mulai membuka buku, menjelaskan materi yang ada di buku, dan tidak seperti biasanya, kali ini Akbar mendengarkan penjelasan Mila, sepertinya sekarang dia benar-benar ingin belajar.


Belajar di taman bersama Akbar di jam istirahat sekarang sudah menjadi rutinitas Mila, begitu juga dengan pulang sekolah, Akbar selalu mengantarnya. Tiap jam istirahat Akbar akan datang ke kelas Mila untuk menjemputnya, dan begitu bel pulang sekolah Mila akan berlari ke kelas Akbar. Terkadang Mila mencari alasan agar bisa bersama teman-temannya di jam istirahat, namun Akbar selalu bilang "tidak bisa", pun dengan pulang sekolah, Mila selalu mencari ide agar bisa pulang bersama teman-temannya dan tetap saja Akbar menolaknya "kamu pulang dengan ku". Semua usahanya rasanya sia-sia, hingga akhirnya Mila pasrah menjalaninya, jadi guru privat Akbar dan selalu pulang dengannya.


Namun makin hari, Mila merasa risih dengan bebarapa omongan siswi lain kepadanya, yang mengatakan dia sengaja mendekati Akbar supaya bisa mendapatkan beasiswa di sekolah itu, dan sebenarnya rumor ini disebarkan oleh Tina dan Dara yang merasa iri dengan Mila, karna dia bisa dekat dengan Akbar.


Mila berharap supaya Akbar bersedia makan bersama mereka di panti sesuai keinginan Bunda Rita, tapi Akbar selalu punya alasan menolaknya dengan bilang, "aku ada latihan pramuka hari ini" atau dengan alasan "ada latihan basket", dan paling menyebalkan Akbar pernah beralasan "aku ada tugas kelompok", ahhh yang benar saja, tidak mungkin Akbar peduli dengan tugas kelompok seperti itu. Mila kesal setiap Akbar memberi alasan seperti itu, "menyebalkan, selalu saja punya alasan untuk menolaknya" umpat Mila pada Akbar setiap mendengarnya menolak ajakan bunda Rita, namun yang paling menyebalkan Bunda Rita makin menyukai Akbar, dia selalu menyapa Bunda Rita dengan ramah, "dasar, cari muka" maki Mila dalam hati tiap melihat Akbar tersenyum ramah pada Bunda Rita.


Sekarang Mila hampir tidak punya waktu bersama teman-temannya karna di jam istirahat dia menjadi guru privat Akbar, dan pulang bersama Akbar juga. Sama halnya dengan hari ini, begitu bel untuk pulang berbunyi, dengan malas Mila menyusun semua bukunya kedalam tas begitu juga dengan Nayra. Irene menghampiri meja mereka dan berdiri di samping Mila.


"aku ingin sekali pulang bersama kalian" keluh Mila.


"cup, cup" Nayra mencoba menenangkan sahabatnya itu dengan menepuk bahu Mila.


"ayo Mila, kami akan mengantarmu ke kelas Akbar" kata Irene dengan semangat.


"hah? kalian mau mengantarkan ku" seru Mila dengan girang. Irene mengangguk begitu juga dengan Nayra. Lalu mereka sama-sama bergegas dari kelas itu, mereka berjalan sambil sesekali tertawa. Akbar adalah siswa X Ips 10 dan ruangan itu berada paling ujung, dan sebelum sampai di sana, mereka akan terlebih dulu melewati ruangan kakak kelasnya yang salah satunya adalah ruang kelas Tina dan Dara, dan kebetulan sekali hari ini mereka bisa berpapasan seperti ini.


Begitu melihat Mila, amarah Tina dan Dara seakan memuncak, selama ini mereka sudah geram melihat kedekatan Mila dengan Akbar, sejenak mereka saling bertatapan, namun Mila yang merasa tidak ada masalah dengan mereka berlalu begitu saja.


"dasar cewek murahan" teriak Tina. Mendengar itu, Mila dan juga teman-temannya berbalik memandang Tina dan Dara. Tina berjalan mendekat ke arah Mila.

__ADS_1


"Mila... Mila...kamu memang cerdas memanfaatkan keadaan" sambil melipat kedua tangannya diatas perut.


"maksud kamu apa?" bentak Nayra


"cih... semua orang juga tau, kamu.... "sambil menunjuk Mila, "kamu sengaja mendekati Akbar supaya bisa mendapatkan beasiswa di sekolah ini " bentak Tina. Mendengar itu, dengan kasar Mila menipis jari Tina yang menempel di bahunya.


"aku gak ngerti apa yang kamu bicarakan, tapi sebaiknya kamu jaga omongan mu" balas Mila dengan mencoba menahan emosinya. Seketika siswi siswa mulai berkumpul ingin menyaksikan apa yang terjadi, bagi sebagian mereka ini adalah tontonan yang menarik.


"hah, kamu pikir kami tidak tau, kamu adalah anak panti asuhan, yang tidak punya biaya tapi ingin tetap bisa bertahan di sekolah ini, dan kamu mendekati penguasa sekolah ini supaya kamu bisa mendapatkan beasiswa dan tetap bisa bertahan di sekolah ini" kali ini Dara yang berbicara. Dara sengaja meninggikan suaranya, seolah dia sedang memberi pengumuman. Dan sontak semua yang mendengar itu dibuat terkejut, mereka tidak menyangka kalau ternyata Mila anak panti asuhan.


"tutup mulut mu" bentak Nayra. "Mila mendapatkan beasiswa karna dia memang siswi yang cerdas" sambungnya.


"iya, dan sebenarnya Akbar yang mendekati Mila" kali ini Irene juga ikut menyengkal. Meskipun takut dengan Dara dan Tina, namun dia tidak bisa diam saja kalau sahabatnya direndahkan seperti ini.


"sudah lah, sebaiknya kita pergi dari sini" jawab Mila dan mengajak kedua sahabatnya untuk pergi. Namun Dara dan Tina belum puas, masih banyak makian yang ingin dia lontarkan.


"dasar anak panti asuhan, seperti ini didikan di panti, mendekati cowok..... "


plak....


Satu tamparan melayang di wajah Dara, semua orang terkejut bahkan Nayra dan Irene sampai membulatkan kedua mata saking terkejutnya, padahal Dara belum menyelesaikan ucapannya, Mila sudah terlebih dulu membungkam mulutnya dengan sebuah tamparan.


"aku sama sekali tidak perduli kamu mengataiku, apapun itu, tapi jangan pernah sekalipun menjelekkan panti ku" kata Mila dengan geram.


"kurang ajar, beraninya kau " bentak Dara lalu mendorong Mila dengan sekuat tenaga sampai Mila tersungkur di lantai yang membuat lututnya tergores.


"astaga, Mila...."teriak Nayra dan Irene, mereka sama-sama berlari menghampir Mila dan membantunya berdiri. Belum puas mendorong Mila, Dara kembali mendekati Mila dan mulai melayangkan tangannya ingin membalas tamparan Mila tadi, namun begitu dia mengangkat tangannya, seseorang sudah lebih dulu menahannya, dan menepis kasar tangannya.


"Akbar... " Dara terkejut melihat Akbar yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


-


-


-


-

__ADS_1


-


bersambung....


__ADS_2