Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Apa masih sakit?


__ADS_3

"Akbar... " gumam Mila begitu melihat Akbar yang kini berada tepat dihadapkannya. Tidak lama kemudian Nando, Bima dan beberapa siswa lainnya datang menghampiri mereka.


"Apa kepalamu terluka?" lanjutnya lagi sambil menyentuh dan mengamati kepala Mila yang terkena bola basket tadi.


"Tidak" jawab Mila singkat, lalu menipis tangan Akbar dari kepalanya.


"Sorry Mila, tadi aku benar-benar tidak sengaja menendang bolanya" ucap Nando dengan raut wajah khawatir. Rupanya bola basket tadi melayang, itu karna ulah Nando.


"Sudah berapa kali aku bilang, main basket itu menggunakan tangan, kenapa masih saja menggunakan kaki" bentak Akbar, dia sangat marah dan menatap Nando dengan tajam. Semua terdiam, tidak ada satu pun yang berani bersuara, Nando pun hanya diam menunduk menyadari kesalahannya.


"Sebaiknya kamu keluar dari tim basket" lanjutnya dengan suara yang sedikit rendah dari sebelumnya namun tegas dan penuh penekanan.


Semua tercengang mendengar penuturan Akbar. Nando memang paling payah ditim basket, tapi apa tidak kelewatan memperlakukan sahabat sendiri seperti itu.


"Akbar, kamu tidak perlu memarahi Nando seperti itu, aku baik-baik saja" kata Mila berusaha menenangkan Akbar, namun Akbar diam saja tidak menanggapi ucapan Mila.


Akbar kembali mengamati kepala Mila, kembali menyentuh bagian kepala Mila yang memerah karna bola basket tadi.


"Apa masih sakit? " ucapnya dengan lembut. Mila menggeleng, meski sebenarnya masih terasa sakit, tapi dia berusaha menyembunyikannya, Mila takut Akbar semakin memarahi Nando. Dia juga sama terkejutnya dengan yang lain, tidak menyangka Akbar bisa semarah itu pada Nando, padahal sudah pasti Nando tidak sengaja.


Bersamaan dengan itu, Rio pun datang menerobos kerumunan yang disusul Nayra dan Irene.


"Mila.... " teriak Rio begitu melihat Mila, dan langsung menghampirinya. Begitu juga dengan Nayra dan Irene. Mereka sama-sama berlari menghampirinya.


"Kamu kenapa Mila?" tanya Nayra dan Irene serentak dengan penuh kekhawatiran lalu Nayra membantu Mila untuk berdiri.


"Apa yang sudah kamu perbuat dengan Mila?" bentak Rio pada Akbar dengan suara tingginya dan tentunya dengan tatapan sinis.


"Kak, aku baik-baik saja, dan ini bukan salah Akbar" jawab Mila dan berusaha menenangkan Rio, sementara Akbar diam dan sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Rio.


Akbar mulai berdiri dan sekilas memandang Mila lalu berpaling meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


"Dasar pengecut, bisanya selalu mengganggu dan melukai perempuan" teriak Rio. Mendengar itu, Akbar pun menghentikan langkahnya lalu memutar badannya untuk melihat wajah Rio.


"Kalau tidak ingin pacarmu terluka sebaiknya kamu jaga dia baik-baik" jawabnya lalu kembali melanjutkan langkahnya yang disusul Nando dan Bima.


"Pacar... " gumam Mila dengan dahi yang berkerut. Mila ingin protes dengan ucapan Akbar yang menyatakan dirinya pacar Rio, namun Akbar sudah lebih dulu menghilang dari pandangannya. Akhirnya dia pun mengikuti Nayra dan Irene meninggalkan tempat itu.


Tini dan Dara yang kebetulan berada disana juga ikut menyaksikan amarah Akbar pada Nando. Mereka berdua sama-sama memberikan tatapan penuh kebencian pada Mila.


"Pembawa sial, gara-gara dia, Akbar jadi memarahi Nando, padahal mereka berdua adalah sahabat yang selalu akur" bisik Dara ke telinga Tina.


"Dan sekarang lihat... dia malah dekat dengan Rio, dia memang licik, berusaha mendekati semua keluarga pemilik sekolah ini" sambung Tina.


***********


Keesokan harinya dijam istirahat, Mila dan kedua sahabatnya Nayra dan Irene memilih menghabiskan waktu di kantin. Setelah memesan makanan mereka pun mencari tempat duduk.


Dari tempat mereka berdiri, Mila melihat Nando duduk sendirian. Dengan semangat Mila menghampiri Nando dan duduk di kursi yang berada didepan Nando. Seketika Nando terkejut melihat Mila yang tiba-tiba duduk dihadapaannya lalu disusul Nayra dan Irene.


"Kenapa kita harus duduk dengannya ? " protes Nayra dengan kesal melihat Nando.


"Kalian berdua seperti Tom and Jerry saja, tiap jumpa selalu berantem" ucap Irene dengan menggelengkan kepalanya berulang.


"Iya nih, apa salahnya kalian berbaikan dan berteman saja" sambung Mila


"Big No.... tidak mau" jawab Nayra spontan.


"yaahh.... siapa juga yang mau temanan sama cewek aneh kayak kamu" balas Nando dengan geram, dan adu mulut antara Nayra dan Nando pun tidak bisa dihindari lagi. Mereka berdebat begitu heboh hingga seisi kantin memperhatikannya.


"Astaga.... " keluh Mila dan Irene. Mila menghela napas panjang. Tidak lama kemudian pesanan mereka pun tiba, dan akhirnya debat antara Nayra dan Nando pun berhenti.


"hmmm... kenapa kamu makan sendiri? temanmu yang lain kemana?" kata Mila sambil menyendok bakso pesanannya.

__ADS_1


"Akbar dan Bima? Mereka latihan basket" jawabnya santai.


"Kamu tidak ikut latihan? kamu benaran keluar dari tim basket? " Mila tidak menyangka kalau apa yang Akbar katakan kemarin benar terjadi.


"Iya, aku sudah mengundurkan diri, dan sudah resmi keluar dari tim basket" jawabnya dengan tetap santai sambil menguyah makanan yang dimulutnya.


"Keterlaluan.... aku akan bicara dengan Akbar supaya kamu bisa kembali masuk tim basket"


"Untuk apa Mila ? aku keluar karna aku memang tidak layak ditim basket, aku keluar atas kemauan ku sendiri" Nando mulai bicara serius, dia meletakkan sendoknya.


"Jadi, sebenarnya aku tidak bisa main basket, aku hanya bisa main futsal, menendang bola, tapi karna Akbar masuk tim basket, aku ingin masuk tim basket juga, akhirnya aku masuk tim basket, sudah beberada bulan aku ikut latihan tapi gak ada kemajuan sama sekali, aku selalu memakai kaki ku jika bola menghampiri ku, dan sebenarnya Akbar sudah banyak kasih aku kesempatan, dan aku merasa sudah saatnya juga aku keluar"


"Benarkah? aku merasa bersalah karna Akbar kemarin memarahimu, aku pikir kamu keluar karna masalah itu" jawab Mila dengan raut wajah penyesalan.


"Akbar memang marah karna aku menendang bola ke arah mu, tapi aku keluar atas kemauan ku sendiri" ucapnya dengan tegas.


"Teman-teman ku tidak seburuk yang kalian pikirkan" sambungnya lagi dengan senyum lalu kembali menikmati makanannya.


"Tentu saja kamu memuji, mereka temanmu" sengkal Nayra.


"Jika tidak baik lalu kenapa kamu mau jalan berdua dengan Bima? " jawab Nando dengan kesal.


Mendengar ucapan Nando, serentak Mila dan Irene memandang Nayra dengan tatapan penuh selidik. Selama ini Nayra hanya cerita kalau Bima sering menyapanya dan sekali-kali meneleponnya, Nayra sama sekali tidak pernah bercerita kalau dia dan Bima pergi berduan. Nayra mengerti maksud tatapan kedua sahabatnya, tapi dia enggan untuk menjawabnya, Nayra berusaha menghindar dari tatapan Mila dan Irene.


"Dasar mulut ember" kutuknya dalam hati melihat Nando yang dengan santainya melanjutkan makanannya.


-


-


-

__ADS_1


-


bersambung


__ADS_2