
Mila sudah mempersiapkan dirinya sedari tadi untuk berangkat kepertandingan basket antara SMA Pelita melawan SMA 70. Akbar memberinya kabar kalau pertandingannya dimulai lebih cepat dari jadwal yang seharusnya, dan karna hal ini, ia tidak bisa menjemput Mila kepanti. Tadinya Akbar meminta Mila untuk berangkat dengan Nando, namun Mila menolaknya karna dia akan berangkat dengan Nayra.
Pertandingan basket antar SMA ini adalah pertandingan rutin yang diadakan setiap tahun. Sudah tiga minggu pertandingan berlangsung, dan hari ini adalah babak finalnya. SMA 70 selaku tuan rumah sangat antusias dalam memberikan dukungan untuk tim sekolahnya, begitu juga dengan SMA Pelita, banyak yang datang untuk mendukung mereka.
Akbar yang hampir bermain disetiap pertandingan selalu saja menjadi sorotan, terutama bagi mereka para kaum hawa baik dari SMA Pelita maupun SMA lain. Mereka selalu berteriak menyebut namanya, dan dulu teriakan itu akan membuatnya semangat, namun tidak dengan hari ini, sekarang yang dia butuhkan adalah Mila, tapi gadis itu belum juga muncul.
Nando berlari mendatangi Akbar yang mulai bersiap untuk memulai pertandingan.
"Dimana Mila?" ucap pada Nando
"Dia tidak mau berangkat denganku, katanya dia akan datang bersama Nayra"
Akbar berdecak kesal.
"Lalu kamu meninggalkannya begitu saja?" langsung menunjukkan kekesalannya.
"Sorry, tapi dia mengusirku, katanya Nayra akan marah kalau melihatku disana".
"Akbar! kemarilah pertandingan akan dimulai" panggil pelatihnya.
"Ahh sial, kemana mereka?" umpatnya sambil mengelilingi lapangan basket tersebut dengan pandangannya, mencari Mila yang barangkali ada disana.
__ADS_1
Semua pemain mulai mengambil posisi, dan dengan terpaksa Akbar pun melangkah memasuki lapangan, sorakan kaum hawa pun kian histeris ketika idola mereka telah berdiri ditengah lapangan. Tepat setelah Akbar berdiri diposisinya, Mila dan Nayra pun sampai dilapangan itu dan kini berada disamping Nando. Mereka berdua tiba dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Hah! kalian sudah sampai ?" terkejut dengan Mila dan Nayra yang tiba-tiba sudah berada disampingnya. Mila mengangguk dan mencoba mengatur nafasnya. "Akbar!" seru Nando pada Akbar yang sedang bersiap untuk memulai pertandingan. Akbar menoleh kearahnya, Nando menunjukkan Mila yang sudah berdiri disampingnya.
Mila tersenyum kearahnya, lalu melambaikan tangannya.
"Semangat" ucapnya sambil mengangkat tangannya yang dikepal. Akbar mengangguk lalu mulai fokus pada pertandingan yang sudah didepan mata. Tadinya ia sangat berharap Mila datang dengan kertas bertulisan besar untuk menyemangatinya, tapi nyatanya Mila datang tidak membawa apa-apa, namun tetap saja ia senang dan tidak merasa kecewa sama sekali. Ternyata senyuman dan kata "semangat" dari Mila sudah cukup untuk menyemangatinya.
Pertandingan berlangsung dengan sengit, meski diawal tim SMA Pelita ketinggalan banyak poin, namun mereka bisa menyusulnya dan memenangkan pertandingan. Akhir yang menyenangkan bagi semua pendukung SMA pelita, mereka bersorak girang begitu pertandingan selesai, dan penggemar Akbar semakin histeris memanggil-manggil namanya.
"Akbar! kami padamu" teriak sekelompok kaum hawa. Akbar tersenyum menanggapinya.
"Aku penasaran, bagaimana wajah Mila mendengar teriakan-teriakan itu" gumam Akbar dalam hati, Akbar tertawa sambil membayangkan wajah Mila yang cemberut karena cemburu. Akbar berbalik meninggalkan lapangan dan mendatangi Nando yang sedang berdiri sendirian. "Dimana Mila?" tanyanya pada Nando, yang ditanya malah menghela napas panjang lalu menunjuk sekelompok kaum Adam yang sedang mengelilingi dua orang gadis yang tidak lain adalah Mila dan Nayra.
"Sialan!" umpat mereka berdua secara bersamaan.
Akbar dan Nando terlihat sangat marah, sementara Mila dan Nayra terlihat sangat menikmati kerumunan itu.
"Kamu benar Mila? si bunga Pelita itu" kata cowok yang satu.
"Ternyata benar apa yang dikatakan teman-teman ku yang bersekolah disana, kamu memang cantik" ucap yang satunya lagi.
__ADS_1
"Aku menyesal, kenapa dulu tidak sekolah di SMA Pelita" sambung yang lainnya.
"Kalian berdua sangat cantik? apa boleh aku minta nomor Hpmu?" sambil menyodorkan Hpnya kearah Nayra, dan dengan senang hati Nayra langsung memasukkan nomornya. "Bagaimana dengan nomor mu?" menyodorkan HPnya kearah Mila.
"Coba saja memberikan nomor HP mu pada mereka" teriak Akbar yang membuat mereka semua tersentak kaget. Akbar dan Nando berjalan kerah mereka.
"Siapa mereka?" ucap orang yang meminta-minta nomor tadi. Namun semuanya terdiam, tidak ada yang berani menjawab, meskipun sebagian dari mereka mengenal Akbar.
"Kamu ikut aku sekarang!" lalu menarik tangan Mila dan membawanya dari sana.
"Ngapain lagi kalian disini? ayo bubar!" teriak Nando yang membuat mereka ketakutan dan langsung membubarkan diri. Nayra langsung menatapnya sinis.
Akbar menarik tangan Mila dan membawanya ketempat yang ia rasa sepi. Tatapan penuh amarah dia hunuskan pada Mila.
"Akan seperti apa nasibku? " batin Mila.
-
-
-
__ADS_1
bersambung....