
"Apa kamu terluka?" sapa sipengendara motor kepada Mona seraya membantu Mona berdiri lalu membawanya ke tepi jalan.
"Tiiidak, maaf Kak, tadi saya nyebrang tidak lihat kiri kanan" ucap Mona dengan sedikit ketakutan.
"Kakak juga salah, harusnya lebih berhati hati,maaf ya" ucapnya dengan senyum lega karna Mona tidak terluka.
"Mama kamu dimana, kenapa anak SD sepertimu dibiarkan berjalan sendirian? Bertanya sambil melihat kesekitar. Mona tidak menjawab, dia hanya menggeleng pelan.
"hmmm.... rumah kamu dimana? biar kakak antar kamu pulang" lanjutnya, namun Mona masih diam tidak menjawab.
"heii kamu sepertinya habis menangis" serunya lalu mengusap lembut pipi Mona, namun Mona masih diam saja. "Hah kenapa dia diam terus"gumamnya dalam hati.
"oh ya, perkenalkan nama kakak Akbar,adik kecil namanya siapa? "( yah si pengendara motor ini Akbar yang ada dipikiran kalian, Akbar sma pelita yang suka mengganggu Nayra, ehh salah sekarang Dia suka ganggu Mila deh.)
Akbar mengulurkan tangannya dengan senyum dan seperti biasa menampilkan lesung pipinya, lalu dengan ragu ragu Mona menyambutnya.
"Mona" jawab Mona pelan. Akhirnya dia mau mengeluarkan suaranya.
"oke, Mona" Ulang Akbar mencoba menghapal nama itu dikepalanya.
"Mona mau kakak antar pulang" ajak Akbar, Mona mengganggukan kepalanya.
__ADS_1
"baiklah, sekarang kamu tunjukkan rumah kamu ya" kemudian Akbar menaiki motornya dan membantu Mona untuk naik juga ke motornya. Akbar menghidupkan mesin motornya lalu melaju menuju rumah Mona sesuai arah jalan yang ditunjuk Mona.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di Panti Asuhan Nurul Iman. Begitu sampai Akbar memarkirkan motornya di halaman lalu membantu Mona turun dari motor itu. Lalu Mona mengajaknya untuk ikut masuk kedalam rumah. sampai di pintu Bunda Rita langsung menghampiri mereka.
"Mona, kamu dari mana saja Jam segini baru pulang, bunda khawatir nak" sambut Bunda Rita lalu memeluk Mona.
"Maaf bunda" jawab Mona menunduk
"Maaf bu, ini salah saya, tadi di jalan saya hampir menabrak Mona bu, maaf tapi saya benar benar tidak sengaja tadi bu" kata Akbar menjelaskan.
"menabrak, astaga kamu tidak ada yang luka kan nak" kata Bunda Rita panik dan memutar badan Mona memeriksa apa ada yang terluka.
"Mona tidak apa apa bunda, tadi itu Salah Mona karna nyebrang tidak liat kiri kanan, bunda jangan marahi kak Akbar ya " jawab Mona memelas. Mendengar itu Akbar tersenyum sembari mengusap lembut kepala Mona. Sementata bunda Rita bernafas lega mendengar Mona tidak ada luka, lalu bunda Rita menyuruh Mona masuk ke kamar untuk ganti baju dan mengajak Akbar untuk duduk diruang tamu.
"nak Akbar diminum dulu teh nya" kata bunda rita sambil meletakkan minuman yang dibawa nya di atas meja. Akbar duduk dan meminum teh yang di suguhkan bunda rita.
"terima kasih nak Akbar sudah mau mengantarkan Mona pulang" ucap Banda Rita dengan senyum tulus.
"iya bu sama sama" Jawab Akbar sopan.
"nak Akbar tinggal di dekat sini?"
__ADS_1
" gak bu, rumah saya lumayan jauh dari sini, tadi saya habis dari rumah teman, dan akhirnya bertemu Mona di jalan" jawab Akbar menjelaskan, karna tadi dirinya memang dari rumah Nando, dan sebenarnya Akbar Dan Bima sama sama keluar dari rumah Nando, namun karna arah rumah yang berlawanan akhirnya Akbar Dan bima berpisah di persimpangan lalu Akbar bertemu dengan Mona.
" tadinya ibu pikir tinggal dekat sini, nak Akbar sekolah dimana" sambung bunda Rita melanjutkan pertanyaannya.
"Sma pelita bu"
"wah sama dong dengan anak ibu, namanya Mila, dia di kelas ipa" jawab bunda Rita dengan semangat.
"Mila" ulang Akbar dan mulai berpikir apa benar Mila yang di maksud ibu ini adalah Mila yang dia kenal.
"mungkin nak Akbar tidak mengenalnya, Mila bisa masuk ke sekolah itu juga karna dapat beasiswa, pemilik sekolah itu memang baik karna membebaskan semua biaya terhadap Mila, tapi Mila anak ibu memang pintar" bunda Rita menjelaskan panjang lebar dan terlihat jelas dia begitu bangga dengan Mila.
Sementara Akbar terus berfikir dengan Mila yang di maksud bunda Rita. Bersamaan dengan itu seorang anak kecil datang menghampiri Bunda Rita.
"Bunda, kak Mila sudah pulang, dia di antar pake mobil sama cowok" ucapnya pada Bunda Rita.
Dan tidak Lama kemudian Mila pun masuk. Begitu sampai di ruang tamu Mila menghampiri bunda Rita lalu menyalimnya kemudian berbalik melihat tamu bundanya. Dan owhh.... begitu terkejutnya dia melihat siapa yang di depannya. Mila menatap kesal pada Akbar sementara Akbar melambaikan tangannya dan tersenyum memamerkan lesung pipinya.
-
-
__ADS_1
-
bersambung