
Kini Mila Nayra dan juga Irene sudah berada didalam sekolah, mereka menuju aula sekolah karna acaranya memang diadakan disana, dan teman sekelasnya yang dulu juga sudah banyak disana. Di panggung terlihat penampilan band dari adik kelas mereka yang ikut memeriahkan acara reuni ini. Mila berjalan di belakang nayra dan irene, dia sengaja menutupi dirinya karna merasa tidak Pede dengan penampilannya, dan berharap orang orang tidak mengenalinya.
Padahal dari ujung aula semua mata sudah tertuju pada mila, baik laki2 maupun perempuan semuanya terpesona dengan Mila yang begitu anggun, dan sebetulnya sejak sma mila memang primadona di sini. Bunga pelita begitu dulu orang menyebutnya.
Situasi ini membuat mila makin risih, ditambah lagi satu per satu temannya datang menghampirinya, ada yang hanya sekedar menyapa, menanyakan kabar, dan menanyakan kenapa dirinya tidak pernah hadir di reuni2 sebelumnya, mila menjawab sesingkatnya saja, hingga orang yang tidak mila suka pun datang menyapanya.
"hay mila, apa kabar"sapa Tio yang dulunya ketua dikelasnya
"baik"jawab mila dengan senyum
"kamu semakin cantik mila"sambung tio sambil memperhatikan mila dari bawah sampai keatas, lalu tersenyum.
Mila tidak menyahut dia hanya tersenyum. Mila melirk ke arah Nayra yang mulai sibuk ngobrol dengan yang lain begitu juga dengan irene.
"Mila, bagaimana kalau kita ngobrol ditempat yang lebih santai"ajak Tio
"saya senang disini"jawab mila singkat mulai memperlihatkan reaksi tidak suka. Tio adalah cowok playboy, dari dulu selalu berusaha mendekati mila, namun mila selalu menghindar. Lima tahun berlalu namun ternyata Tio masih dengan sifat yang sama.
Tiba2 datang 3 laki laki menghampiri mila. Ketiga laki2 ini adalah Yuda Ifan dan Parto. Mereka teman sekelas mila juga dulunya.
__ADS_1
"hay... bunga pelita" sapa mereka serentak
"ahhh kalian"seru mila girang melihat temannya
"apa kabar mila? "sapa yuda sembari mengulurkan tangannya yang kemudian disambut mila
"baik, kalian apa kabar? " jawab mila dengan senyum
"jauh lebih baik setelah melihat mu"jawab ifan, lalu mereka tertawa. Mila senang bertemu dengan mereka, dulunya mereka bertiga ini adalah orang yang sering menghiburnya.
Nayra yang melihat Mila di kerumumin datang menghampiri.
Tio yang merasa dicuekin akhirnya memilih meninggalkan mereka dan bergabung dengan temannya yang lain. Sementara Mila, nayra dan ketiga trio ini sibuk bercerita kehidupan masing2 setelah lulus.
"oh ya mila bagaimana hubungan mu dengan akbar, apa kalian sudah tunangan ? atau jangan jangan kalian sudah menikah?" kata yuda dengan semangat.
Seketika semuanya terdiam dan melirik tajam ke Yuda, sementara Mila diam menunduk dan mulai merasakan jantungnya berdetak dengan sangat kencang.
Nayra melotot tajam ke yuda dengan memberi isyarat untuk diam. Yuda pun menutup mulutnya, dan menyenggol bahu ifan untuk meminta penjelasan apa yang salah dengan ucapannya.
__ADS_1
Ifan tidak menyahut dia hanya menggelengkan kepala nya dan mengisyaratkan juga untuk diam. Yuda memang tidak tahu apa yang terjadi antara mila dan akbar namun melihat ekspresi mila, dia sadar ada yang tidak beres dengan hubungan mereka. Penasaran dan ingin bertanya kenapa namun melihat Mila akhirnya Yuda nurut untuk menutup mulutnya.
"mila kamu tidak apa apa " nayra mencoba menenangkan sahabatnya
"saya baik baik aja" kata mila dengan mencoba tersenyum dan mengangkat wajahnya. "saya mau ke toilet sebentar "sambungnya lalu berjalan meninggalkan nayra dan trio itu.
Mila terus berjalan keluar dari gedung aula itu. Dan ternyata dari kejauhan ada dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan Mila. Dua pasang mata itu adalah milik Dara dan Tina kakak kelas mila dulu.
"lihat lah Tin, hingga sekarang dia masih berlagak sok primadona"kata dara dengan meyunggingkan senyumnya.
"huh dia pikir dia paling cantik apa, anak panti asuhan bergaya seperti anak pejabat, hahahaha dia pikir dia pantas apa? sambung tina yang disertai tawa mereka berdua.
Sementara itu Mila kini berada di taman. Taman yang dulunya mila datangi hampir setiap hari di jam istrhat, dia duduk di sebuah kursi ditaman itu. Kini mila sudah mulai tenang, entah kenapa setiap mendengar nama akbar hatinya begitu sakit, ingin rasanya berteriak pada semua orang untuk tidak menyebut nama itu dihadapkannya.
Mila duduk terdiam dan melihat kesekitar taman itu, tidak banyak yang berubah gumamnya dalam hati. Taman ini masih seperti dulu cuma bedanya sekarang pohon pohannya lebih besar dan daunnya lebih lebat yang membuat taman ini semakin sejuk.
Mila mencoba tersenyum dan melupakan yang terjadi di aula tadi. Mila menepuk nepuk kursi yang didudukinya dan menyadari sesuatu, dahinya berkerut lalu berdiri dan memperhatikan kursi itu, melihat kesekitar dan kembali duduk.
"bukankah ini kursi yang dulu sering kami tempati"gumamnya lirih menyadari kursi yang didudukinya kini adalah tempat favorit nya dulu dengan akbar, dan ditempat ini juga dulunya dia pertama kali bertemu dengan akbar.
__ADS_1
Seketika kenangan itu muncul lagi dan mengingatkannya kembali pada Akbar.