Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Karna kamu menyebalkan


__ADS_3

Akbar masih memeluk Mila, dia membenamkan wajah gadis itu di dadanya yang lumayan bidang untuk orang seumurannya. Sementara Mila, dia masih merasa malu untuk membalas pelukan itu, namun dia juga tidak memberi penolakan.


Setelah beberapa saat, Akbar melepas pelukannya, lalu menatap Mila dengan tatapan hangatnya. Akbar menyentuh pipi Mila dan mengelusnya dengan lembut. "Terimakasih" ucapnya lembut dengan senyum yang menampakkan giginya. Bahagia terlihat jelas di wajahnya. Mila mengangguk dan membelas senyuman Akbar. "Ayo aku antar kamu kembali ke aula, ini sudah tengah malam, kamu harus istirahat" ajak Akbar mengingat malam yang sudah larut.


"Iya... " jawab Mila sembari menganggukkan kembali kepalanya.


Mereka keluar dari gudang itu dan berjalan bersama menuju aula tempat anggota osis dan tamu undangan lainnya istirahat. Akbar menggandeng tangan Mila, menggenggamnya dengan erat seolah tidak mau melepaskannya sampai kapan pun, senyum masih terlihat dikedua sudut bibirnya yang membuat lesung pipinya terlihat makin dalam. Sesekali Akbar melirik Mila yang berjalan persis disampingnya. Kebahagiaan juga terpancar dari wajah gadis itu, namun sepertinya dia masih malu, hal itu terlihat dari wajahnya yang sedari tadi terlihat memerah.


"Sepertinya kamu memang sengaja menungguku digudang" goda Akbar.


"Hm... " memandang Akbar dengan dahi berkerut.

__ADS_1


"Kamu sengaja menungguku digudang supaya aku datang menemui mu, lalu kamu berpura-pura akan keluar padahal kamu yang duluan mau nembak aku" dengan gaya cool yang dibuat-buat. Mila langsung terperanjak mendengarnya. "Sedikit saja aku tahan tadi, pasti kamu akan nembak aku duluan, iya kan?" dengan percaya dirinya. Mila menghentikan langkahnya dan langsung mencubit lengan Akbar dengan kuat. "Aw... sakit, kenapa kamu menyiksa pacar mu?" keluh Akbar sembari menekan lengannya yang terkena cubitan Mila.


"Karna kamu menyebalkan" jawab Mila dengan wajah pura-pura marah. Namun ketika Akbar tertawa dia pun ikut tertawa.


"Aku akan bilang sama teman-teman mu kalau kamu nembak aku duluan " dengan entengnya membuat pernyataan sendiri. Mila semakin kesal dan kembali memberinya cubitan.


"Jangan pernah bilang seperti itu, kamu yang nembak aku" balas Mila dengan geram.


"Pokoknya kamu tidak boleh mengatakan hal konyol seperti itu, aku tidak mau" menolak dengan tegas.


"Kalau begitu kamu harus kasih tahu teman-teman mu kalau kita sudah berpacaran" kali ini terdengar lebih serius.

__ADS_1


"Tidak mau" masih saja menolak.


"Kenapa tidak mau? kamu harus memberi tahu mereka kalau kita berpacaran... "


"Siapa yang berpacaran?" Nayra tiba-tiba sudah ada didepan mereka. Mila terkejut melihat Nayra yang sekarang berdiri dihadapkannya dengan tatapan penuh kecurigaan. "Siapa yang pacaran?" ulangnya lagi.


Mila terdiam tidak berani menjawab, dia memang berniat akan memberi tahu Nayra kalau dia dan Akbar sudah berpacaran, namun bukan sekarang, ini bukan waktu tepat untuk memberi tahunya. "Siapa? siapa yang berpacaran, kamu salah dengar kali" jawab Mila dengan kaku sambil melirik Akbar dan berharap cowok itu diam dan tidak mengatakan apapun.


Disisi lain, Akbar merasa semua orang harus segera tahu akan hubungan dengan Mila, dia berjalan mendekati Nayra, lalu berhenti tepat dihadapan Nayra. "Aku dan Mila berpacaran, digudang tadi dia menyatakan perasaannya dan meminta aku jadi pacarnya" ucap Akbar dengan santainya tanpa merasa berdosa sedikit pun.


"Akbar..... " seru Mila, dia langsung berlari kearah Akbar dan menutup mulut pria yang sekarang sudah menjadi pacarnya itu.

__ADS_1


__ADS_2