Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Berani sekali dia


__ADS_3

Hubungan Mila dan Akbar berjalan sangat baik, banyak orang yang mendukung hubungan mereka, terutama orang-orang yang paling dekat dengan mereka. Semua teman-temannya menyambut hubungan mereka dengan baik, dan seiring waktu berjalan kini Nayra juga sudah benar-benar menerima Akbar sebagai pacar sahabatnya. Semenjak Akbar memukuli Bima demi membelanya waktu itu, perlahan Nayra bisa melihat sisi baik dari diri Akbar, namun berbeda dengan Nando, mereka masih saja berantem setiap kali bertemu. Walau banyak yang mendukung hubungan Mila dan Akbar, tetap saja ada juga orang yang tidak menyukai hubungan mereka, diantaranya adalah Rio,Tina dan Dara.


Rio memang tidak terlalu memperlihatkan ketidaksukaannya, tetapi diam-diam dia masih saja berusaha mendekati Mila. Sementara Tina dan Dara selalu saja menatap sinis tiap kali berpapasan dengan Mila.


Disisi lain, Bima sekarang sudah berada disekolah lain, dan sama sekali tidak pernah lagi muncul di SMA pelita. Bima terakhir kali mendatangi SMA pelita saat dirinya meminta maaf pada Nayra. Kala itu Nayra bersama Mila dan Irene menghampirinya yang sedang menunggu di depan sekolah.


"Aku sudah memaafkanmu, aku juga sudah melupakannya, jadi aku mohon, mulai sekarang jangan pernah lagi muncul dihadapan ku" ucap Nayra dengan tegas kala itu.


Meskipun belum sepenuhnya bisa melupakan rasa sakit hatinya, tapi Nayra tetap semangat dan ceria dalam menjalani hari-harinya, dan ini semua berkat dukungan teman-temannya.


Siang itu begitu bel istirahat berbunyi, Mila, Nayra dan Irene langsung keluar dari kelasnya menuju kantin sekolah. Sebenarnya Irene dan Mila enggan untuk ke kantin, namun karena dipaksa oleh Nayra akhirnya mereka pun menurut.


"Kalian tidak makan?" ucap Nayra pada kedua sahabatnya itu sambil menyantap makanannya yang baru saja tiba.


"Tidak, makanlah yang kenyang, kelihatannya kamu sangat kelaparan" sahut Irene.


"Iya, aku sangat lapar" sambil terus mengunyah makanannya. Mila dan Irene menatap Nayra yang makan dengan lahapnya.


Nayra masih sibuk mengunyah makanannya ketika Ifan datang menghampiri mereka. Irene langsung tersenyum begitu melihat kehadiran Ifan. "Kamu mau makan juga ?" tanyanya pada Ifan.


"Tidak, aku kesini mau mengajak mu untuk pergi ke perpustakaan, katanya ada buku baru masuk " jawab Ifan.


"Perpustakaan ? aku juga ingin kesana, ayo kita kesana" langsung berdiri. "Nay, kamu habiskan makanan Mu ya, aku mau keperpus" sambil melambaikan tangannya pada Nayra dan Mila. Kemudian merangkul tangan Ifan lalu berjalan bersama meninggalkan kantin tersebut.


"Lihatlah, dia bilang tidak ingin hubungannya diketahui banyak orang, tapi dia sendiri yang memamerkan kemesraan seperti itu" gerutu Nayra setelah kepergian Irene.


"Jomblo diam saja" tukas Nando yang tiba-tiba menyahuti ucapan Nayra. "Makanya punya pacar dong" ejeknya pada Nayra sambil mendudukkan tubuhnya disamping Nayra.


"Siapa yang memberi mu izin duduk disini !" bentaknya begitu Nando duduk.


"Aku tidak butuh izin siapa pun untuk duduk disini" menjawab dengan santai, dan Mila hanya bisa geleng kepala melihat mereka berdua.

__ADS_1


"Mila, kamu tidak kelapangan ? Akbar sedang latihan disana" ucapnya pada Mila yang duduk di depannya.


"Benarkah?" dengan senyum lebar, Nando mengangguk menjawabnya. "Kalau begitu aku kesana ya" langsung berdiri dan bergegas meninggalkan Nayra dan Nando.


"Mila...... " teriak Nayra memanggil Mila, namun yang dipanggil sama sekali tidak menghiraukannya. "Menyebalkan, kenapa malah meninggalkan ku " gerutunya.


"Ngapain memanggilnya? biarkan saja, dia mau menonton pacarnya latihan" kata Nando sambil menahan tawanya. "Kamu benar-benar menyedihkan, kedua sahabat mu pergi bersama pacar mereka, sementara kamu disini makan sendirian" lalu tertawa puas diakhir kalimatnya.


"Cih, kamu saja hanya duduk sendirian disini tanpa ada sahabat mu yang menemani" membalas ucapan Nando dengan kesal.


"Kata siapa aku sendiri, aku berdua denganmu, apa jangan-jangan kita jodoh ya" mengedipkan matanya lalu kembali tertawa yang membuat Nayra semakin kesal.


"Dih....mending jomblo seumur hidup"


**********


Mila sudah sampai dilapangan dan duduk di tribun yang berada di tepi lapangan basket tersebut. Dia menonton Akbar dari kejauhan, dan sesekali melambaikan tangannya agar Akbar melihatnya. Namun, sudah beberapa kali Mila melambaikan tangannya, Akbar masih saja tidak menghiraukannya, padahal biasanya Akbar akan langsung menyamparinya.


"Kenapa Akbar tidak melihat ku? "berbicara sendiri. "Apa aku duduknya kejauhan?" mengamati tempat duduknya, lalu berpindah ke paling depan, namun tetap saja Akbar tidak melihatnya. "Menyebalkan" mulai kesal sendiri.


"Oh.... berani sekali dia !" ucap Mila dengan geram. Sekarang Akbar malah berjalan menghampiri mereka yang berdiri memberi dukungan untuknya, Mila masih memperhatikannya dari tempatnya duduk dan sekarang rasanya dia ingin sekali meneriaki dan membubarkan siswi-siswi itu. Wajahnya memerah menahan kesal. "Awas saja kamu!" ancamnya pada Akbar dalam hati.


Akbar menghampiri siswi-siswi itu dengan tersenyum ramah yang membuat mereka histeris saking senangnya, lalu dari tempatnya berdiri Akbar menatap Mila. Akbar tersenyum melihat Mila yang melotot kearahnya, sepertinya Akbar memang sengaja membuat Mila kesal.


Akbar menunjuk ke arah Mila, lalu para siswi itu serentak mengikuti arah telunjuk Akbar, setelahnya mereka terlihat mengangguk. "Malah mengobrol dengan mereka" ucap Mila makin kesal.


Akbar berjalan kearah Mila, namun Mila langsung berdiri begitu melihatnya. "Mila.... " teriak Akbar sembari mempercepat langkahnya mengejar Mila. Hingga sampai di depan UKS Akbar pun bisa menggapai tangan Mila. "Mila.. kamu mau kemana?" menarik tangan Mila dan menahannya.


"Ke kelas" jawabnya singkat.


"Aku dari tadi memanggil mu, kenapa malah meninggalkan ku ?"

__ADS_1


"Bukannya kamu sibuk dengan penggemar mu" cetusnya, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya, atau lebih tepatnya rasa cemburunya. "Teruskan saja dengan mereka" sambungnya lagi tanpa mau menatap Akbar.


"Kamu benar-benar menggemaskan" ucap Akbar dengan gemasnya mencubit pipi Mila. Akbar tertawa ketika Mila menipis tangannya. "Apa kamu cemburu?" ucapnya kemudian.


"Tidak, untuk apa cemburu" mengelak dengan tegas.


"Kamu cemburu, akui saja, aku senang kamu cemburu seperti ini" tersenyum lebar dan kembali mencubit pipi Mila.


"Kamu memang menyebalkan, kenapa tebar-tebar pesona seperti itu? kamu senang cari perhatian ya ?" masih kesal.


"Tidak, aku tidak tebar pesona dan tidak cari perhatian" jawab Akbar masih dengan senyum memamerkan lesung pipi.


"Lalu kenapa tersenyum dan melambaikan tangan mu, kamu bahkan mendatangi mereka" mulai meninggikan suaranya.


"Astaga kamu benar-benar cemburu" tertawa bahagia. Menarik tangan Mila dan mengajaknya duduk disalah satu kursi yang ada disekitar UKS itu. "Aku tersenyum dan melambaikan tangan, itu hanya bentuk terimakasih ku pada mereka karna sudah mendukung ku, hanya itu tidak ada maksud lain" berusaha meyakinkan Mila. "Dan aku mendatangi mereka, itu untuk menunjukkan kamu yang sedang duduk di tribun, aku mengatakan pada mereka kalau pacar ku sedang menunggu ku" sambungnya lagi.


"Benarkah?" masih tidak percaya.


"Iya, untuk apa aku berbohong" kembali tersenyum. "Jadi seperti ini kamu kalau lagi cemburu" lalu tertawa lagi, Mila langsung memukul lengannya namun akhirnya tersenyum melihat tingkah Akbar.


"Kalau begitu besok aku juga akan berbuat yang sama dengan mu"


"Tidak boleh, awas saja kalau kamu berani" menolak dengan tegas.


"Kenapa tidak boleh, kamu sendiri......"


"Pokoknya tidak boleh, titik" selanya dengan tegas. "Aku sudah banyak merasakan cemburu, jadi kamu tidak perlu lagi berbuat seperti itu" ucapnya lembut. Mila hanya menatapnya. "Aku tidak mau cemburu lagi" sambungnya dengan wajah memelas yang membuat Mila tertawa melihatnya.


-


-

__ADS_1


-


bersambung.......


__ADS_2