Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Akbar Dan Carmila


__ADS_3

Mendengar bunyi bell satu per satu siswa mulai meninggalkan perpustakaan. Namun Carmila terlihat masih sibuk dengan bukunya, Akbar terus memperhatikannya.


"apa dia tidak mendengar bunyi Bell itu" gumam Akbar dalam hati.


"hemm"akbar berusaha mengalihkan perhatian mila, namun mila masih belum mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya.


Akbar mulai kesal, dia merampas buku mila lalu menutupnya. mila terkejut, dan menatap Akbar dengan tatapan tidak Suka. Sementara Akbar mengalihkan pandangannya.


"hei apa maksud kamu menutup Buku ku" teriak mila pada Akbar


"Sejak kapan Buku perpustakaan ini jadi milik mu"jawab akbar datar dengan tatapan tajam. Mendengar itu mila terdiam dan meraih bukunya kembali.


"hmm... apa kamu tidak mendengar bunyi bel tadi? tanya Akbar dengan nada mengejek.


Setika itu Mila panik menyadari bahwa kini tinggal dirinya dan Akbar yang tertinggal diperpustakaan itu. Mila melihat kesekeliling memastikan apa benar hanya tinggal dirinya dan Akbar di sini.


"semua siswa Sudah masuk ke kelas masing masing" kata akbar dengan senyum sinis, lalu beranjak dari duduknya untuk mengembalikan buku yang sempat diambilnya tadi. Mila mengikutinya mengembalikan buku yang dibacanya ke tempat semula.

__ADS_1


"sepertinya telinga mu perlu diperiksa, bunyi bel sekencang itu bisa tidak terdengar oleh telinga mu " ejek Akbar pada mila


"aku terlalu fokus membaca sampai tidak menyadari bunyi bel" jawab mila seadanya dan berniat keluar dari perpustakaan, namun langkahnya terhenti karna di halangi Akbar yang kini berdiri tepat dihadapannya.


"selain bunyi bel, masih ada satu lagi yang terlewat oleh kamu " kata Akbar dengan menatap tajam ke mila


"apa ?" kata mila sambil mengingat apa yang terlupa


"Aku" jawab Akbar datar


"kamu terlalu fokus membaca sampai tidak menyadari orang tampan seperti diriku duduk disebelahmu" jawab Akbar dengan percaya diri.


"perpustakaan memang tempatnya membaca" jawab mila sambil berusaha melewati Akbar. Namun Akbar tetap menghalanginya.


"kamu belum mengerti sedang berhadapan dengan siapa ? Carmila kamu akan menyesal sudah mengacuhkan aku seperti ini " saut Akbar masih dengan tatapan tajamnya disertai senyum sinis yang membuat lesung pipi nya muncul.


"Akbar Bachtiar Wijaya cucu dari pemilik Sma Pelita dan orang yang suka mengganggu sahabat ku, kamu pikir saya takut dengan mu?, dan satu hal lagi, kalau kamu merasa semua orang suka memperhatikan Mu karna kamu tampan, hmmm sorry itu tidak berlaku dengan ku, bahkan segaris pun saya tidak melihat kamu tampan" jawab mila dengan semangat lalu mendorong Akbar yang sedari tadi menghalangi jalannya, kemudian berlalu meninggalkan Akbar menuju kelasnya. Dan beruntung gurunya belum datang hingga mila bisa masuk ke kelasnya dengan tenang.

__ADS_1


Sementara Akbar masih terpaku di dalam perpustakaan.


"Wow berani sekali Dia, dan ini yang membuatnya menarik" gumam Akbar dengan melebarkan senyumnya. Tiba tiba seseorang datang menghampirinya.


"rupanya kamu disini, dari tadi aku mencari mu "tegur orang itu yang tidak lain adalah Nando.


Akbar tidak menyahut tapi dia berjalan mendekati Nando lalu merangkul bahu temannya itu kemudian mereka sama sama keluar dari perpustakaan itu.


"sejak kapan kamu suka membaca?" ledek Nando


"sejak hari ini, kamu tidak sadar sebentar lagi kita ujian, kita harus banyak banyak belajar Nando" jawabnya santai


"dan sejak kapan kamu peduli dengan ujian" Nando semakin mengejeknya.


"heii berhenti mengejek ku seperti itu, liat saja semester ini aku akan mendapat rangking 10" seru Akbar lalu berjalan mendahului Nando.


" hah rangking 10, yang benar saja kamu, bahkan kamu naik kelas saja itu merupakan sebuah keajaiban" teriak nando sambil mengejar Akbar.

__ADS_1


__ADS_2