
Begitu sampai di panti, Akbar memarkir motornya lalu membantu Mila turun dari motor tersebut.
"apa masih sakit? kamu bisa jalan? atau mau ku gendong?" dengan sangat khawatir Akbar menahan tubuh Mila yang kesulitan untuk berjalan.
"tidak perlu berlebihan seperti ini Akbar, aku baik-baik saja, aku bisa jalan sendiri, kamu pulang saja" jawab Mila sambil menjauhkan tangan Akbar dari tubuhnya.
"hah.... jangan salah paham dulu, aku hanya... hanya..... "
"hanya apa?, sudahlah Akbar sebaiknya kamu pulang saja, lututku akan semakin sakit kalau kamu disini" jawab Mila kesal.
"apa hubungannya ?" kata Akbar dan masih diam di tempatnya berdiri. Akbar sebenarnya belum ingin pulang namun dia enggan untuk mengatakannya, dia mencoba mencari alasan.
"Aku mau menemani mu di sini". Ahhh memalukan sekali kalau aku harus mengatakan seperti itu.
"ada apa lagi? kenapa kamu masih berdiri di situ" bentak Mila
"Nak Akbar " tiba-tiba Bunda Rita datang menghampiri mereka.
"kenapa berdiri saja, ayo masuk, Mila.. kenapa tidak mengajaknya masuk" tegur Bunda Rita sambil menuntun Akbar masuk.
"Bunda, Akbar sudah mau pulang kenapa masih mengajaknya masuk"
__ADS_1
"oh ya... Nak Akbar sudah mau pulang ?"
"tidak kok, saya belum mau pulang, hmm.. bahkan kalau boleh saya mau makan siang disini" jawab Akbar yang langsung mendapat tatapan kesal dari Mila. "tawaran ibu sebelumnya masih berlaku kan?" sambungnya dengan senyum penuh kemenangan.
"tentu nak Akbar, ibu akan senang kalau nak Akbar bersedia makan bersama kami, ayo..ayo masuk, kebetulan ibu baru selesai masak" dengan senang Bunda Rita mengajak Akbar masuk, Akbar pun menurut untuk masuk, sementara Mila mengikuti mereka dari belakang.
Akbar dan bunda Rita langsung menuju meja makan, sementara Mila masuk ke kamarnya terlebih dahulu untuk mengganti bajunya. Sesampainya di meja makan, Bunda Rita menuntunnya untuk duduk di salah satu kursi kosong, setelah itu Bunda Rita pun ikut duduk di samping Pak Dedi yang tidak lain adalah suaminya. Meja itu begitu ramai, Mba Indah selaku orang yang bertugas di dapur terlihat sibuk menghidangkan makanan di meja, semua anak panti ada disana, begitu juga dengan Mona, dia begitu girang saat melihat kedatangan Akbar.
"Kak Akbar "sapanya begitu Akbar duduk disebelahnya. Akbar menjawabnya dengan senyum.
"Pak, Kak Akbar ini yang membantu Mona waktu itu" kata Mona pada Pak Dedi.
"oh ya... terimah kasih Nak Akbar karna sudah membantu Mona waktu itu" kata Pak Dedi dengan ramah.
Mereka makan bersama dengan sesekali tertawa karna cerita anak-anak kecil itu. Akbar sangat menikmati makan siang ini, suasananya sangat berbeda dengan makan di rumahnya, sangat jarang Akbar bisa makan bersama mama dan papanya karena kesibukan kedua orangtuanya, papanya yang seorang pengusaha jadi sangat jarang berada dirumah, begitu juga dengan mamanya yang seorang dokter, mamanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit dari pada di rumah. Akbar bahkan lupa kapan dirinya makan bersama kedua orangtuanya. Papanya akan mengajaknya makan bersama jika ada sesuatu hal penting yang harus dibahas.
Akbar menyantap makanannya dengan lahap begitu juga dengan yang lain. Selesai makan satu per satu dari mereka meninggalkan meja makan, sementara Bunda Rita dan Mila membantu Mba Indah membersihkan meja makan, mereka mengangkati piring kotor lalu mencucinya, yang tertinggal di meja ini hanya Pak Dedi, Akbar dan juga Mona. tiba-tiba Mona mendekati Akbar.
"Kak Akbar, apa Kakak sudah mau pulang? " bisik Mona ditelinga Akbar, Akbar tersenyum lalu menggeleng.
"Mona, kenapa berbisik seperti itu, katakan langsung kalau butuh sesuatu dengan kak Akbar" tegur Pak Dedi
__ADS_1
"hmm.... Mona ada tugas menggambar di sekolah, apa Kak Akbar mau membantu Mona?"
"Kak Akbar baru selesai makan, biarkan dia istrahat dulu" jawab Pak Dedi.
"tidak apa-apa kok Pak, saya bisa bantu, ayo Mona, kakak akan membantu mu" ajak Akbar yang langsung disambut girang oleh Mona. Kemudian mereka pamit pada Pak Dedi lalu bergegas ke ruang belajar.
Mila yang sudah selesai dengan pekerjaannya kembali ke meja makan, di sana dia tidak menemukan Akbar yang ada hanya Pak Dedi. Mila berjalan mendekati Pak Dedi, dan ternyata dari belakang Bunda Rita mengikutinya.
"Mila, kaki mu kenapa? apa kaki mu terluka?" tegur Bunda Rita yang melihat Mila kesulitan berjalan.
"tidak apa-apa Bunda, tadi disekolah Mila jatuh pas olahraga" jawabnya berbohong.
"lain kali kamu harus hati-hati" sambung Pak Dedi
"iya pak.... oh ya Pak, Akbar kemana? apa dia sudah pulang? " tanya Mila sambil mencari Akbar dengan pandangannya.
"dia bersama Mona, tadi Mona minta dibantu mengerjakan tugasnya"
"Akbar memang anak yang baik ya pak" sahut Bunda Rita.
"hah... baik apanya" jawab Mila
__ADS_1
"dia anak yang baik, sopan, dan lembut makanya Mona menyukainya, tiap hari Mona selalu menceritakan dia" sambung Bunda Rita.
Bunda tidak tau aja bagaimana dia disekolah. Batin Mila, lalu dia pamit untuk menyusul Akbar dan Mona.