
Setelah kesepakatannya dengan Mila, Akbar begitu riang, dia benar benar tidak sabar menunggu bunyi bel untuk pulang. Akbar bolak balik melihat jam yang menempel ditangan kirinya.
Guru yang sedang mengajar didepan kelasnya pun sama sekali tidak dipedulikannya. Akbar hanya fokus dengan jamnya dan menghitung menit demi menit berlalu.
Dan akhirnya bunyi bel yang ditunggu pun berdering, seketika itu pun Akbar langsung beranjak dari kursinya lalu bergegas keluar dari kelasnya. Guru yang masih sibuk menjelaskan di depan kelas menatap tajam Akbar, namun ia sama sekali tidak menghiraukannya. Akbar setengah berlari menuju kelas X Ipa 3, kelas Mila. Siswa dari kelas lain pun mulai berhamburan keluar dari kelasnya masing masing. Semuanya bergegas akan pulang. Ada yang berjalan berombongan, ada pula yang sambil lari kejar-kejaran hingga membuat Akbar kesulitan untuk sampai di kelas Mila yang lumayan jauh dari kelasnya. Dari belakang samar samar terdengar seseorang memanggil namanya.
"Akbar, Akbar" seru orang tersebut yang tidak lain adalah Nando. Kemudian Akbar menghentikan langkahnya, menoleh kebelakang dan melihat Nando berlari kearahnya.
"Ada apa? " jawabnya dengan sedikit kesal kepada Nando yang sekarang berada dihadapkannya. Nando yang ngos-ngosan tidak langsung menjawab, dia terlebih dahulu mengatur nafasnya.
"Ada apa ?" tanya Akbar lagi karna belum mendapatkan jawaban.
"Harusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu, kenapa buru-buru seperti itu" jawab Nando kesal, namun Akbar tidak menyahut. Nando melemparkan tas ke arah Akbar yang dengan sigap ditangkap Akbar.
"Bahkan kamu meninggalkan tas mu" lanjut Nando masih dengan nada kesal. Akbar tersenyum lalu merangkul bahu Nando.
"Sorry" jawab Akbar santai dengan memamerkan lesung pipinya. Nando mengibaskan tangan Akbar dengan sedikit kasar, hingga akhirnya Akbar tertawa dengan tingkah Nando.
"Kenapa sekarang kamu malah seperti cewek yang lagi ngambek" ejek Akbar dan tertawa dengan sikap Nando. Akbar mulai lupa dengan tujuannya yang ingin ke kelas Mila, dan tidak lama kemudian Bima datang menghampiri mereka berdua.
"Ternyata kalian disini, aku mencari kalian diparkiran" tegur Bima dan berjalan mendekati Akbar dan Nando. Mereka tidak menyahut, sementara Akbar masih saja menertawai Nando.
"Ada apa denganmu ?" tegur Bima pada Akbar sambil mengamati Nando yang terlihat kesal.
"Nando jadi cewek ngambek" jawab Akbar
"Sialan kau" jawab Nando makin kesal lalu Bima mencoba menenangkannya.
"Hmmm... tadi aku bertemu kak Hendra anak bantara tingkat II, katanya sore ini ada latihan" kata Bima mulai menjelaskan informasi yang dia punya.
"Kenapa mendadak seperti ini ? jawab Nando dengan setengah mengeluh.
"Katanya pelantikan kita akan dipercepat, dan untuk lebih mahir kita harus banyak latihan" sahut Bima menjelaskan.
"kalau begitu aku pulang duluan, aku mau ganti seragam lalu kembali lagi nanti untuk latihan" lanjut Bima. Nando dan Akbar menggangguk. Dan tiba tiba Akbar mengingat dirinya yang akan pulang bersama Mila.
"Astaga.... kenapa aku jadi lupa" umpat Akbar dan berniat lari menuju kelas Mila, namun ditahan Nando.
"Kamu mau kemana? "
__ADS_1
"Aku mau ke kelas Mila, aku lupa ada janji dengannya" jawab Akbar spontan.
"Janji? " ulang Nando sambil mengernyitkan dahinya.
"Mila sudah pulang dari tadi, aku melihatnya dibonceng Nayra sewaktu mencari kalian diparkiran tadi" jawab Bima. Tanpa banyak kata Akbar langsung berlari ke parkiran.
"ternyata Mila yang membuatnya tadi langsung kabur dari kelas" ucap Nando sambil tersenyum melihat Akbar yang sudah menghilang dari pandangannya.
"baru kali ini aku melihat Akbar mengejar cewek, apa dia benaran suka dengan Mila" sambung Bima.
"sepertinya begitu" jawab Nando datar. Kemudian mereka sama sama berjalan menyusul Akbar. Sementara Akbar sesampai di parkiran, dia berlari berkeliling di area parkiran mencari Mila namun tidak menemukannya sama sekali.
Akbar kesal dan merasa dibohongi Mila, karna tidak menunggunya padahal tadi sudah bilang bersedia pulang dengannya.
************
Keesokan harinya sesudah bel istirahat berbunyi, Akbar bergegas ke kelas X Ipa 3, sesampai disana dia langsung menerobos masuk ke kelas tersebut, semua mata tertuju padanya namun tidak dihiraukannya sama sekali, Mila dan Nayra pun dibuat tercengang dengan kedatangan Akbar ke kelasnya.
Sesampainya di meja Mila, dia menarik tangan Mila dan menyeretnya keluar dari kelas itu menuju taman sekolah yang letaknya tidak jauh dari kelas anak Ips atau lebih tepatnya taman tempat mereka bertemu untuk pertama kalinya.
Mila meronta ronta minta tangannya di lepaskan dan berusaha melawan Akbar yang terus menyeretnya, namun usahanya sia-sia karna tenaganya kalah jauh dengan Akbar, akhirnya Mila pasrah mengikuti langkah Akbar. Sesampainya di taman Akbar memaksa Mila duduk di salah satu kursi yang ada di taman itu.
"kamu sudah gila ya" bentak Mila lalu berusaha berdiri namun baru saja beranjak Akbar sudah menahan bahunya dan memaksanya duduk kembali.
"kenapa dia menatap ku seperti itu" batin Mila dan mulai takut dengan sikap Akbar.
Akbar menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu mencoba melunakkan pandangannya pada Mila, mulai duduk di samping Mila, sementara Mila yang mulai merasa ketakutan menggeser sedikit duduknya untuk menjauh dari Akbar, namun ketika Akbar memandangnya dia kembali diam tidak bergerak.
"kenapa kamu membohongi ku? " Akbar mulai mengeluarkan suaranya.
"apa? ini maksudnya apain sih? gerutu Mila dalam hati.
"kenapa kamu diam aja? "
"membohongi apa? " jawab Mila pelan
"kamu bilang akan pulang dengan ku, nyatanya kemarin kamu malah pulang duluan" kata Akbar dan mulai menatap Mila dengan tajam. Mendengar jawaban Akbar, Mila ingin tertawa terbahak bahak, tapi melihat tatapan Akbar dia menahannya, dia mencoba tenang.
dasar gila, jadi gara gara itu kamu menyeretku ke sini dan membuatku ketakutan seperti ini, benar benar gila, umpat Mila dalam hati.
__ADS_1
"Pokoknya aku tidak mau tau, nanti begitu bel pulang berbunyi kamu harus nyamperin aku ke kelas ku, begitu aku keluar kelas kamu harus sudah ada di depan kelasku" bicara tanpa peduli dengan ekspresi Mila yang seperti akan menelannya hidup hidup.
"kenapa ? kamu tidak mau, kalau begitu lupakan makan bersama di panti mu" ancam Akbar.
Mila mengepalkan tangannya menahan geram, kalau tadi dia merasa takut dengan Akbar sekarang dia ingin menjambak rambut Akbar dan merobek robek mulutnya, namun mengingat Bunda Rita yang sampai sekarang masih bersikap dingin padanya, karna belum bisa membawa Akbar makan bersama mereka, dia pun mengurungkan niatnya itu. Mila mencoba menahan emosinya.
"siapa bilang aku tidak mau, dengan senang hati aku akan menunggu di depan kelas mu" jawab Mila dan menampilkan senyum yang di paksakan.
"bagus, awas aja kalau kamu kabur" ancam Akbar.
"kalau gitu aku akan kembali ke kelas ku" mulai beranjak dari duduknya, namun lagi lagi ditahan oleh Akbar.
"kamu mau kemana ? mulai sekarang setiap jam istirahat kamu jadi guru private ku di taman ini"
Lagi lagi Mila menahan emosinya mendengar permintaan Akbar. Sementara Akbar tersenyum puas melihat ekspresi Mila yang berusaha terlihat tenang.
"baiklah" akhirnya Mila menuruti kemauan Akbar, menolak juga akan percuma gerutu Mila dalam hati.
"hmmm... kamu mau memulai pelajaran apa? tanya Mila.
"terserah bu guru dong, aku akan siap mendengarkan apapun itu" jawabnya enteng.Mila mencoba menghela nafas.
"aku akan mengambilkan beberapa buku, kamu tunggu lah disini" jawab Mila dan kembali mencoba beranjak dari duduknya, namun lagi lagi di tahan tangan Akbar.
"hari ini tidak perlu pakai buku, jelaskan saja apa yang kamu ketahui" dengan senyum menyebalkan.
Turuti saja dulu apa maunya, ucap Mila dalam hati. Dan akhirnya Mila memutuskan memulai pelajaran yang dianggap mudah, dia mencoba menjelaskan tentang ciri ciri makhluk hidup, pelajaran Ipa paling dasar. Alih alih mendengarkan penjelasan Mila, Akbar malah sibuk memperhtikan Mila dari dekat.
-
-
--
-
bersambung.......
Setelah beberapa bulan gak up, akhirnya aku bisa up lagi, bukan tidak niat dalam menulis novel ini, hanya saja beberapa bulan ini adalah hari hari yang berat bagiku, mudah mudahan setelah ini bisa lebih rutin lagi up nya.
__ADS_1
Untuk kalian yang suka dan bersedia membaca novel ini, aku ucapkan terima kasih, ini novel pertama ku di noveltoon dan pada kesempatan ini aku mengikutsertakannya di kontes happyteen yang diadakan noveltoon, mohon dukungannya ya....
Sekali lagi terimakasih.