Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Pertemuan tidak terduga


__ADS_3

Akbar mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, sementara Mila masih setia diboncengannya. Mereka melewati jalan besar yang dipadati oleh pengendara lainnya. Disisi lain panasnya terik matahari membuat pengguna jalan semakin mempercepat laju kendaraannya. Di lampu merah, klakson bahkan saling bersahutan satu sama lain, tidak sabar untuk kembali melanjutkan perjalanannya begitu lampu berubah ke warna hijau. Yah seperti inilah suasana kota ini disiang hari, padat dan macet, ditambah lagi jam pulangnya anak sekolah membuat jalanan semakin sempit.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Mereka berhenti tepat didepan gedung perpustakaan. Mila pun turun dari boncengan, lalu memperhatikan gedung didepannya.


"Perpustakaan?" dengan dahi menyerngit.


"Iya, ayo masuk" ajak Akbar begitu melepas helm dan turun dari motornya.


"Untuk apa kita kasini ?" belum mau berpindah dari tempatnya.


"Pertanyaan mu sangat konyol Carmila" dengan sengaja menekankan kata konyol. "Keperpustakaan ya untuk belajar, kamu pikir mau ngapain? kencan?" godanya.


"Tidak!" jawabnya dengan setengah berteriak.


Akbar tersenyum penuh maksud lalu berjalan mendekati Mila. "Sepertinya ini bukan tempat yang kamu harapkan"


"Maksud kamu?" mulai gugup dan menghindari kontak mata dengan Akbar.


"Tenang saja, besok aku akan mengajakmu kencan ke tempat yang paling romantis" godanya lagi. "Hari ini kita belajar dulu" sambungnya.


"Siapa yang mau kencan?" gumam-gumam tidak jelas lalu berjalan mendahului Akbar.


Akbar mengejar dari belakang lalu mereka sama-sama masuk kedalam perpustakaan itu. Begitu masuk, mereka langsung disuguhkan dengan pemandangan rak-rak buku yang tersusun rapi. Semua jenis buku ada disana dan disusun berdasarkan jenisnya. Perpustakaan ini adalah perpustakaan terbesar dan terlengkap dikota ini. Bahkan perpustakaan ini menjadi salah satu yang terbesar dinegeri ini.


"Wow.... " ucap Mila dengan mulut yang menganga, dia sangat kagum dengan gedung ini.


"Apa ini hari pertama mu ketempat ini?". Mila mengangguk tanpa berpaling dari pandangannya pada rak buku yang didepannya. Akbar tersenyum melihat Mila yang sepertinya menyukai tempat pilihannya. Padahal awalnya dia ragu akan membawa Mila ketempat ini.


"Buku disini sangat lengkap" ujar Mila sambil memperhatikan susunan buku yang didepannya. Mila mulai memilih buku untuk segera dia baca. "Aku mau mempelajari buku ini" sambil menunjukkan buku ditangannya. "Kamu tidak memilih buku?" menyadari Akbar yang sedari tadi hanya berdiri dibelakangnya.


"Ah iya, aku akan memilih buku, kamu tunggu aku disana" sambil menunjuk meja kosong yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Baiklah" lalu berjalan menuju meja yang ditunjuk Akbar. Dengan antusias Mila langsung membuka buku yang ditangannya. Buku Matematika yang sudah lama dia incar, buku ini juga yang selalu dibawa guru Matematika di SMA Pelita, Mila dan Irene sudah mencari buku ini diperpustakaan sekolah dan dibeberapa perpustakaan yang dekat dengan sekolah, namun mereka tidak pernah menemukannya. Mila sangat sibuk dengan bukunya, sementara Akbar masih mencari buku yang diinginkannya.

__ADS_1


Mila mulai membuka lembar demi lembar buku itu dan menyalin beberapa rumus didalamnya. Saking fokusnya dengan catatannya, Mila tidak sadar kalau sedari tadi ada seseorang yang berdiri didepannya.


"Kak Mila!" sapa orang itu, namun Mila tidak mendengarnya. "Kak Mila!" sedikit meninggikan suaranya, dan kali ini Mila mendongak.


"Milva" kaget melihat Milva yang berdiri dihadapannya dengan beberapa buku ditangannya. "Kamu disini?" yang ditanya tersenyum mengangguk. "Bukankah seharusnya kamu menjemput Nayra? kenapa ada disini ?"


"Dia bukan anak kecil, dia bisa pulang sendiri" jawabnya acuh. "Kak Mila dengan siapa kesini? "


"Aku kesini sama.... " tiba-tiba Akbar sudah muncul. "Sama dia" sambungnya dengan menunjuk Akbar.


Milva menatap Akbar, berusaha mengingat sesuatu, baginya wajah ini tidak asing. Akbar juga menatapnya, namun dengan tatapan yang berbeda, tatapan tidak ramah dan tidak suka yang dia layangkan pada Milva.


"Apa kalian sudah saling kenal?" berusaha mencairkan suasana. "Aku rasa belum" sambungnya, Mila beranjak dari duduknya. "Akbar, ini adalah Milva, adiknya Nayra" mulai memperkenalkannya. "Dan Milva, ini adalah Akbar, hmmm... dia.... "


"Pacar Mila" sambung Akbar memotong ucapan Mila.


Mila terkejut dengan Akbar yang tiba-tiba menyambung ucapannya. "Iya, dia pacar ku" ucapnya setelah mendapat tatapan dari Akbar.


"Kenapa?" kali ini Akbar yang menjawab.


"Tidak apa-apa, aku hanya penasaran, dirumah Kak Nayra sesekali membicarakan mu, sekarang aku tidak penasaran lagi, salam kenal Kak Akbar" ucapnya ramah, namun tidak mendapat jawaban dari Akbar.


"Oh ya kalian sedang belajar apa ? apa aku boleh gabung?" ujarnya sambil menarik kursi yang didepannya dan berniat duduk disana, namun dengan cepat Akbar mendudukinya terlebih dulu.


"Sudah penuh, tidak ada tempat lagi" kata Akbar dan meletakkan buku keatas buku dengan sedikit membantingnya hingga menimbulkan suara.


"Akbar! " tegur Mila karna pengunjung lain mulai menatap mereka.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kapan-kapan kita belajar bersama" kata Milva dengan penuh harap.


"Tidak bisa, Mila sudah jadi guru les pribadi ku, dia tidak punya waktu lagi untuk belajar dengan orang lain" kata orang lain, Akbar sengaja menatap Milva.


"Oh sayang sekali, padahal aku sangat ingin belajar dengan Kak Mila, kak Nayra sering cerita kalau Kak Mila selalu diperingkat 1"

__ADS_1


"Sudahlah, sebaiknya kamu pergi, kenapa masih saja disini" kesabarannya mulai habis. Akbar mengusir Milva.


"Akbar kenapa bicara seperti itu ? Maaf ya" Mila merasa tidak enak dengan Milva.


"Tidak apa-apa Kak, maaf kalau aku mengganggu" ucapnya lalu bergegas dari sana.


"Kenapa mengusir Milva seperti itu?" kata Mila begitu Milva pergi.


"Lalu aku harus membiarkannya tetap disini dan terus mendengarkan ocehannya yang ingin belajar dengan mu? menyebalkan sekali" ucapnya dengan sedikit emosi.


"Ada apa dengan mu? dia hanya ingin belajar dengan ku, kenapa marah? " jawab Mila dengan sedikit tertawa.


"Awas saja kalau mau belajar dengannya" ancam Akbar, namun tidak membuat Mila takut. "Anak itu benar-benar menyebalkan, dan wajahnya tidak asing bagiku, sepertinya aku pernah melihatnya" sambil berusaha mengingatnya.


"Pasti disekolah, mungkin kamu melihatnya pas dia jemput Nayra"


"Bukan disekolah"


"Lalu? "


Menatap Mila dengan tajam.


"Dipanti, dia kan cowok kurang ajar yang mengantarkan mu ke panti waktu itu "


Mila terperanjak mendengar ucapan Akbar. Dia tertegun dan tidak bisa berkata apa-apa.


-


-


-


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2