Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Menjemput mu, apa lagi?


__ADS_3

Mila membawa Nayra dari kerumunan siswa-siswa itu, dengan hati-hati Mila dan Irene membimbing Nayra berjalan menuju kelas. Meskipun penasaran setengah mati dengan apa yang sebenarnya terjadi namun mereka berusaha memendamnya, dan memilih menunggu Nayra sendiri yang bercerita. Begitu sampai di kelas, mereka mendapati ruangan kelas yang sudah kosong, tidak ada orang lain selain mereka bertiga disana. Tidak lama kemudian Ifan, Yuda dan Parto pun datang memasuki ruangan itu.


"Ayo segera ganti baju olahraga, semua orang sudah ke lapangan" seru Ifan begitu masuk kedalam kelas. Mila dan Irene pun bara sadar kalau sekarang jam pelajaran olahraga, mereka harus segera menyusul teman-temannya yang lain ke lapangan sebelum guru olahraganya sampai lebih dulu disana.


"Aku benar-benar lupa kalau sekarang jam olahraga, bisa kena hukum kita kalau terlambat ke lapangan" kata Irene sambil mengambil baju olahraganya di tas. Mereka mengganti baju seragam dengan baju olahraga, setelah Ifan, Yuda dan parto keluar dari kelas itu. Selesai berganti baju, mereka pun langsung berlari menuju lapangan, dan sesampainya disana mereka langsung lemas karna ketiga teman pria mereka sudah berdiri di depan tiang bendera dengan posisi menghormat ke arah bendera yang tengah berkibar dilapangan itu.


"Kalian bertiga !" seru guru olahraga pada mereka yang baru sampai di lapangan. Mereka berbalik dan menghadap ke asal suara. "Telat 20 menit" sambungnya sambil melihat jam ditangannya.


"Maaf pak, kami...... ". Belum selesai Irene berucap bapak olahraga sudah mengangkat tangannya yang mengisyaratkan tidak butuh penjelasan apapun.


Guru itu berjalan mendekati mereka bertiga. "Silahkan bergabung dengan teman kalian" ucapnya dengan tegas sambil menunjuk Ifan, Yuda dan Parto.


"Pak.... " seru mereka serentak dengan muka memelas berharap si bapak olahraga mengampuni mereka. Namun, bapak tersebut langsung mengibaskan tangannya dan kembali menunjuk Ifan, Yuda, Parto menyuruh mereka untuk segera ikut bergabung dengan mereka yang sudah duluan mendapatkan hukuman.


Mereka mendengus kesal, dan akhirnya menurut dan bergabung dengan Ifan, Yuda dan Parto. Akhirnya, kini mereka berenam sama-sama berdiri sambil menghormat bendera.


********


"Maaf untuk semuanya, gara-gara ku, kalian terlambat ke lapangan dan mendapat hukuman seperti ini" ucapnya Nayra setelah beberapa menit kemudian.


"Kenapa minta maaf, justru ini pengalaman baru untuk ku, kapan lagi coba di hukum bareng kalian seperti ini" seru Parto yang membuat mereka tertawa serentak, bahkan Nayra yang tadinya terlihat murung juga ikut tertawa dibuatnya.


"Tidak usah dipikirkan Nay, kami semua disini untuk mu" sahut Mila dengan mengembangkan senyumnya.


"Terimakasih semuanya" balas Nayra dengan senyum yang mengembang juga. "Kalian pasti penasaran dengan yang terjadi hari ini" ucapnya ragu-ragu.


"Ah iya benar sekali, aku sangat penasaran, ayo ceritakan pada kami". Jawab Yuda dengan sangat antusias. Semua mata langsung melotot ke arahnya. "Apa? emang kalian tidak penasaran?" keluhnya begitu mendapat tatapan dari semua orang.


Nayra menarik napasnya dalam-dalam, lalu menatap semua teman-temannya. "Sepulang dari cafe kemarin, Bima nembak aku, tapi aku tidak langsung jawab dan meminta waktu untuk berpikir, meskipun sejujurnya aku juga menyukainya, tapi aku merasa tetap butuh waktu untuk menjawabnya" Nayra memberi jeda beberapa menit di kalimatnya. "Pagi ini, Bima menunggu ku di parkiran, dia menanyakan jawaban ku, dan tiba-tiba sekelompok siswi dari sekolah lain datang menghampiri kami, aku tidak tahu bagaimana mereka bisa masuk ke sekolah ini"

__ADS_1


"Ha ? sekelompok siswi? siapa mereka?" Yuda makin penasaran, bahkan sekarang dia sudah menurunkan tangannya, dia tidak lagi menghormat bendera seperti hukuman yang seharusnya dia jalani.


"Salah seorang dari mereka ternyata pacar Bima" jawab Nayra dengan lemas. "Dia tahu kalau Bima mendekati ku, dia mendatangi kami lalu mendorong ku dan meneriaki ku perebut pacarnya" ucap Nayra sambil mengingat kembali kejadian paling memalukan itu. "Sepertinya mereka ingin memukuli ku, tapi beruntung di waktu yang tepat, Akbar dan Nando datang membantu ku, satpam juga datang lalu mengusir mereka keluar dari sekolah ini"


"Wah... Akbar dan Nando sudah jadi pahlawan mu hari ini" seru Irene. "Aku tidak menyangka kalau Bima adalah cowok kurang ajar, untung kamu kamu belum sempat berpacaran dengannya".


"Hm...Akbar sangat marah begitu tahu Bima sudah punya pacar" kali ini Nayra lebih bersemangat. "Kenapa mendekati Nayra kalau kamu sudah pacar?" sambil menirukan gaya bicara Akbar. "Akbar memarahinya seperti itu, lalu menyeretnya ke belakang perpustakaan, Akbar memukuli Bima berulang kali, dan entah kenapa rasanya begitu melegakan, kali ini Akbar yang terbaik deh" sambungnya.


"Ini tidak seperti Nayra yang selalu membenci Akbar" cibir Ifan melihat Nayra yang semangatnya bercerita.


"Apa setelah ini kamu akan merestui Akbar dengan Mila?" sambung Irene.


"Tidak ! tetap saja Mila terlalu baik untuk nya" balas Nayra dengan melototkan matanya.


"Akbar juga orang baik, aku rasa mereka adalah pasangan paling serasi" balas Irene tidak mau kalah. Dan perdebatan diantara mereka berdua pun tidak bisa dihindari lagi. Ifan, Yuda dan Parto berusaha melerai mereka, sementara Mila sibuk dengan pikirannya sendiri, dan kini diam-diam dia mengagumi sikap Akbar.


Suara peluit bapak olahraga. Bapak itu sengaja meniup peluitnya dengan keras untuk menghentikan keributan diantara mereka, semua tersentak lalu kembali merapikan barisan dan mulai menghormat bendera.


*****


Bel pulang berbunyi, dan seperti biasa semua siswa langsung berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Seperti burung yang terkurung disangkar sekian lama, lalu tiba-tiba diberi kebebasan untuk terbang, begitulah semua siswa setiap mendengar bunyi bel. Mereka berjalan berdesak-desakan untuk segera keluar dari kelas, ada juga yang sampai lari untuk segera keluar dari gedung sekolah.


Nayra dan Mila keluar dari kelasnya setelah Irene terlebih dulu pulang bersama Ifan. Kedua orang yang sedang kasmaran itu semakin hari semakin lengket saja, kini pulang sekolah mereka selalu bersama.


Begitu keluar dari kelas XI IPA 3 mereka mendapati Akbar yang sudah setia menunggu Mila di depan pintu, dia bersandar disalah satu tiang disana. Akbar langsung mendatangi Mila begitu melihatnya.


"Kenapa kesini? " tanya Mila.


"Menjemput mu, apa lagi ?" jawabnya santai.

__ADS_1


"Aku akan pulang dengan Nayra" sambil melirik Nayra yang berdiri disampingnya.


"Tidak bisa, kamu pulang dengan ku" balasnya dengan seenaknya.


"Tapi hari ini aku mau pulang dengan Nayra" masih berusaha menolak, dan berharap Akbar mengalah dan membiarkannya pulang dengan Nayra.


"Tidak boleh" jawabnya tegas.


"Kenapa terus menerus memaksanya?" kali ini Nayra ikut menimpali.


"Kenapa bicara seperti itu, aku sudah membantu mu hari ini, harusnya sekarang kamu membantu ku dan membujuknya supaya menuruti ku"


Cih....


Mereka bertiga berjalan bersama menuju parkiran, perdebatan kecil masih terdengar dari mulut Akbar dan Mila, dia masih saja menolak untuk pulang dengan Akbar. Hingga sampai di depan UKS mereka berpapasan dengan Bima yang baru saja keluar dari ruangan itu. Beberapa tempelan plester terlihat menempel di wajah dan tangannya.


Bima menatap mereka dengan tatapan penuh penyesalan, dia juga merasa sangat malu sampai tidak berani menegur mereka bertiga. Bima menundukkan kepalanya, sementara Akbar menatapnya tajam.


Melihat Bima dihadapannya seperti itu, Nayra kembali mengingat kejadian tadi pagi dan merasakan kembali rasa sakit hatinya, dia berlari meninggalkan Mila dan Akbar.


"Nayra..... " teriak Mila pada Nayra, namun Nayra sama sekali tidak menghiraukannya.


-


-


-


bersambung

__ADS_1


__ADS_2