
Sesampai diparkiran Nayra melihat seseorang sedang menunggunya,orang tersebut duduk diatas motornya, dengan malas dia pun menghampiri orang tersebut yang tidak lain adalah Milva adiknya.
"ngapain kamu ke sekolah ku? "ketus Nayra, lalu Milva menoleh ke arahnya
"Papa menyuruh ku menjemput mu" jawab nya datar
"untuk apa ?" lanjut Nayra, dan tidak lama kemudian Mila dan yang lain datang menghampiri mereka.
"aku juga harus mengantar Mila" sambungnya lagi
"kalau begitu Mila biar aku yang antar" katanya dengan semangat disertai senyum lebar ke Mila.
Milva dan Mila sudah saling kenal karna Nayra sudah beberapa kali mengajak Mila main kerumahnya. Milva senang dengan Mila bahkan dibeberapa kesempatan berusaha mendekatinya namun selalu ditanggapi datar oleh Mila.
"dia tidak akan mau di antar oleh mu, cepatlah katakan kita akan kemana? " jawab Nayra tegas
"ke rumah sakit, oma masuk rumah sakit lagi" kali ini dengan wajah serius
"apa? kenapa tidak bilang dari tadi" Nayra mulai panik
"Mila, sorry ya aku tidak bisa mengantar mu pulang, aku harus ke rumah sakit" ucap Nayra pada Mila
"iya, tidak apa apa Nayra, saya bisa pulang sendiri" jawab Mila dengan senyum
__ADS_1
"kalau begitu aku duluan ya" pamitnya pada teman2nya. Mila mengangguk dan Milva mulai menghidupkan mesin motor Nayra, mereka akan ke rumah sakit dengan motor milik Nayra, karna motor Milva sudah dibawa pulang oleh supir papanya. Mila mengikuti kepergian Nayra dengan pandangannya.
"Mila, bagaimana kalau hari ini, aku yang antar kamu pulang "kata Irene. menawarkan
"ahh tidak perlu Irene, biar saya pulang sendiri saja" tolak Mila
"kalau dengan ku bagaimana, rumahku searah denganmu" kata parto dengan semangat
"dengan ku saja" sambung yuda
"hei sudah lah, saya akan pulang sendiri" jawab Mila sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah yuda dan Parto.
"Biar aku yang mengantarkanmu pulang mila" kata seseorang, mendengar itu mila dan yang lain, berbalik mencari pemilik suara itu, dan ternyata orang itu adalah Rio ketua Osis Sma pelita. Melihat Rio yang datang, Yuda dan Parto terdiam tidak mau berdebat untuk mengantar Mila lagi, karna dengan orang ini, mereka berdua tidak ada apa2nya, seperti yang di katakan Nayra, mereka harus sadar diri.
"Mila, aku akan mengantarmu pulang"
"Tidak kak Rio" tolak Mila
"Kenapa tidak mau"
"saya akan pulang dengan Irene, dia yang akan mengantarkan ku pulang, permisi" lalu menarik tangan Irene, mereka berdua meninggalkan Rio, dan yang lainnya. Mereka berjalan ke mobil Irene.
"bukannya tadi dia tidak mau diantar irene" ucap Ifan setelan mila dan irene berlalu.
__ADS_1
"dia menghindar dariku, kenapa dia menolak tawaranku? tanya Rio dan menatap ketiga orang yang dihadapannya.
Namun ketiga orang yang ditanya hanya diam dan saling bertatapan.
"apa mila sudah punya pacar ?
"kami tidak tau kak" jawab Ifan
"kalau begitu saya akan cari tau sendiri" ucap Rio dengan menatap tajam ke Ifan, setelah itu Rio berbalik dan meninggalkan ketiga orang itu.
"apa ada yang salah dengan ucapan ku" gerutu Ifan setelah Rio menghilang dari pandangannya.
"tidak" jawab parto singkat
"lalu mengapa dia menatap ku seperti itu" lanjut Ifan.
"dia tidak terima karna Mila sudah menolak tawarannya untuk mengantar pulang" parto mencoba menjelaskan
"lalu marah kepada ku"
"tidak, kenapa kamu begitu bodoh Ifan, kak Rio hanya kesal saja, bukan marah" mulai kesal dengan pertanyaan Ifan.
"ahhh sudah lah, sebaiknya kita pulang saja" kata yuda melerai.
__ADS_1
Mereka menaiki motornya masing2 lalu meninggalkan sekolah sma pelita.