Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Trending Topic


__ADS_3

Akbar melajukan motornya dengan kecepatan sedang dan sesekali melirik ke kaca spion motornya melihat Mila yang duduk dibelakangnya. Akbar tersenyum melihat wajah Mila yang sedang kesal itu. Dengan sengaja Akbar menekan rem motornya secara mendadak yang membuat Mila terkejut dan tidak sengaja memeluk Akbar.


"Akbarrrr, kamu udah gila ya, ngapain ngerem mendadak seperti itu"teriak Mila ditelinga Akbar sambil melepaskan pelukannya dan memukul punggung Akbar dengan geram.


"kamu bisa bawa motor gak sih"sambungnya lagi


Akbar tidak menyahut dia hanya melihat sekilas kebelakang, memastikan Mila baik baik saja. Lalu melajukan kembali motornya.


"gila ya kamu, udah buat aku hampir mati bahkan minta maaf aja tidak" teriaknya lagi dari belakang. Akbar lagi lagi tidak menyahut, dia hanya tersenyum, entah kenapa Akbar merasakan ada kesenangan tersendiri jika Mila kesal seperti itu.


"Akbarrrrr.... aku mau turun" teriak Mila, namun Akbar tidak menghiraukannya, dia malah menambah kecepatan laju motornya. Mila terus terusan berteriak minta turun hingga sampai di halaman panti dia baru diam.


Akbar sudah memarkirkan motornya di depan rumah, lalu Mila pun turun dari motor itu. Sementara Akbar masih tetap diatas motornya.


Kenapa dia gak turun? batin Mila sambil memandang kesal kearah Akbar.


"sampaikan salamku sama bunda Rita, hari ini aku belum bisa makan bersama karna aku masih ada latihan pramuka sore ini" kata Akbar sambil memandang datar Mila.


"huhhh... tau gitu aku tidak mau pulang bareng kamu tadi" gerutunya dalam hati dan masih dengan pandangan kesal.


"hei.... kenapa kamu diam saja?" tegur Akbar karna Mila hanya menatapnya tanpa menjawab ucapannya.


"iya, nanti akan aku sampaikan"jawabnya dengan malas. Lalu Akbar pun berlalu meninggalkan panti itu. Setelah Akbar menghilang dari pandangannya, Mila berniat akan masuk kedalam, namun tiba tiba sebuah mobil berhenti persis di depannya. Mila mengernyitkan dahinya mencoba mengenali mobil itu. Tidak lama kemudian dari dalam mobil itu keluar dua orang yang tidak lain adalah Nayra dan Irene.

__ADS_1


"ehh kalian, ada apa kemari" tanya Mila bingung dengan kedatangan kedua temannya.


"astaga Mila, aku barusan gak salah liat kan, kamu pulang bareng sama Akbar ? kamu baik baik saja kan?" dengan nada yang khawatir Nayra menghampiri Mila.


"hmmm"


"serius kamu baik baik saja" tidak sepenuhnya yakin, akhirnya memutar badan Mila memastikan sendiri apakah benar sahabatnya itu baik baik saja.


"Nay... kamu apaan sih" kesal dengan tingkah Nayra, lalu masuk kerumah yang disusul Nayra dan Irene.


"Mila.. "tegur Irene yang sama khawatirnya dengan Mila. Mila berbalik dan memandang kedua sahabatnya itu.


"aku baik baik saja, seperti yang kalian lihat, aku tidak apa apa" jawabnya menahan kesal.


"Mila, apa benar kamu pulang dengan Akbar? lalu dimana dia sekarang? kenapa tidak mengajaknya untuk makan bersama kita?"langsung menghujani Mila dengan banyak pertanyaan. Nayra dan Irene terkejut karna ternyata Bunda Rita kenal dengan Akbar. Mereka saling pandang lalu kembali memandang Mila. Mila mendengus kesal. Mila mendudukkan tubuhnya di sofa yang diikuti Irene dan Nayra, nampaknya mereka benar benar penasaran. Begitu juga dengan Bunda Rita dia ikut duduk di samping Mila.


"Bunda, hari ini Akbar tidak bisa makan bersama kita, karna dia harus latihan pramuka" jawab Mila menatap Bunda Rita, Mila melihat ada kekecewaan disana.


"nanti kalau Akbar tidak ada latihan, dia pasti akan makan bersama kita" sambung Mila berharap Bunda Rita mengerti.


"baiklah, hmmm tapi dia benar benar akan makan bersama kita kan?" jawab Bunda Rita


"iya Bunda, Mila janji, Akbar akan makan bersama kita disini" Mila berusaha meyakinkan bundanya. Setelah mendengar itu Bunda Rita pun meninggalkan mereka. Begitu Bunda Rita pergi Irene dan Nayra pun langsung pindah tempat duduk kesamping Mila.

__ADS_1


"Mila, sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan Akbar ?kenapa bunda Rita sampai ngotot ngajak Akbar makan bersama kalian disini? "tanya Nayra dengan hebohnya.


"tidak ada hubungan apa apa Nay" jawabnya acuh


"ayo cerita, kenapa kamu bisa pulang dengan Akbar? sekarang satu sekolah ngomongin kamu Mil, kamu jadi trending topic karna pulang bareng sama Akbar" ucap Irene dengan gak kalah hebohnya dari Nayra.


"apaan sih, kenapa harus berlebihan seperti itu sih" makin kesal dan dalam hati mengutuk Akbar, "gara gara dia, aku jadi bahan omongan orang disekolah". Dan akhirnya Mila pun menceritakan alasan kenapa dirinya bisa pulang dengan Akbar. Mila menceritakan semuanya dari yang awalnya Mona hampir tertabrak oleh Akbar, hingga syarat konyol dari Akbar, Mila bercerita tanpa menyembunyikan apapun dari Nayra dan Irene.


"setiap hari kamu jadi guru privatnya dan harus pulang dengannya" tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"iya Nay, dan aku gak bisa nolak, kamu liat sendirikan tadi bagaimana Bunda Rita menginginkan Akbar untuk bisa makan bersama disini" jawab Mila dengan suara lemas.


"tapi kenapa Akbar minta syarat seperti itu? " tanya Irene.


"iya, kenapa tuh? " sambung Nayra


"tidak tau, mungkin dia dendam karna aku memarahinya waktu itu" jawab Mila seadanya.


"aku rasa bukan dendam, tapi sepertinya dia ngambil kesempatan biar bisa dekat kamu, aku ngerasa kalau Akbar sebenarnya suka denganmu" kata Irene yang langsung dipeloloti Mila, sekita Irene pun menutup mulutnya.


"jangan ngaco deh kamu"sengkal Mila. Tiba tiba Bunda Rita kembali menghampiri mereka dan mengajak untuk makan berr, meski awalnya Nayra dan Irene menolak tapi akhirnya mereka bersedia karna dipaksa oleh Mila. Mereka sama sama bergegas ke dapur.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2