Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Ada syaratnya


__ADS_3

"Apa itu benar?" bertanya lagi karna tidak mendapatkan jawaban.


"Mungkin saja, karena memang ada beberapa kali Milva mengantarkan ku pulang sewaktu aku kerumahnya" jawabnya santai dan kembali menyalin buku yang dihadapkannya.


Akbar berdecak kesal.


"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengannya"


"Aku tidak dekat dengannya, lihatlah sekarang aku berada didekat mu" jawab Mila dengan mengembangkan senyumnya, senyum yang membuat siapa saja pasti terpesona. Akbar ikut tersenyum, rasa kesal juga ikut menghilang seketika.


"Mila....kamu cantik" ucapnya pelan.


"Benarkah?" dengan mata berbinar.


"Tapi bohong" lanjutnya lalu mulai membuka bukunya, senyum Mila pun hilang seketika.


"Menyebalkan" gerutunya dengan kesal dan kembali menyalin bukunya.


Hening


Hening


Setelah hening beberapa saat kemudian, Akbar munutup bukunya yang membuat perhatian Mila kembali tertuju kepadanya.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Belajar sangat melelahkan" keluh Akbar sembari menyandarkan punggungnya kesandaran kursi yang dia duduki sedari tadi. Akbar menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Apanya yang melelahkan ? kamu cuma perlu duduk dan membaca"


"Ini lebih melelahkan daripada latihan basket seharian"


"Bukannya kamu mau belajar"


"Iya, tapi melihat sampul bukunya saja, kepala ku sudah sakit"


"Lalu apa kita harus pulang sekarang?"


"Tidak, kamu sudah jadi guru les ku, jadi kamu harus mengajari ku, aku akan rajin belajar, papa akan mengirim ku keluar negeri kalau nilai ku menurun lagi disemester ini"


"Menyenangkan apanya? membayangkan tinggal berdua dengan kakak ku saja sudah membuat ku frustrasi"


"Tapi aku ingin kuliah diluar negeri"


"Kemana? "


"Kanada"


"Kenapa harus Kanada?"


"Salah satu donatur dipanti dulunya bersekolah di Kanada, dia sering menceritakan pengalamannya disana, aku jadi penasaran dan ingin kesana"

__ADS_1


"Kantor Papa punya program beasiswa keluar negeri, dan salah satunya Kanada, kamu bisa mencobanya kalau ingin kesana "


"Benarkah? aku mau, aku mau" jawab Mila dengan semangatnya.


"Baiklah, tapi ada syaratnya" mulai berniat licik.


"Syarat apa?"


"Lusa aku ada tanding basket dengan SMA 70, aku mau kamu menyemangati ku dengan membawa tulisan besar, Akbar pacarku semangat!"


"Itu memalukan, aku tidak mau" tolaknya.


"Kalau begitu lupakan bersekolah di Kanada, lagian kamu mau meninggalkan ku, kamu tidak akan bisa jauh dari ku" ucapnya dengan percaya dirinya.


"Tidak, aku sangat ingin sekolah disana" berpikir sejenak. "Baiklah, aku akan penuhi persyaratan memalukan itu.


"Pilihan tepat, besok lusa jam 4 sore aku akan menjemput mu" tersenyum puas. "Baiklah sekarang kita fokus belajar, nilai matematika ku paling buruk disetiap hari, kamu bisa menjelaskan ini padaku ?" sambil menunjuk materi yang dia maksud.


Mila pun menjelaskannya kepada Akbar, dengan sabar Mila terus mengulangi penjelasannya jika Akbar belum juga mengerti. Meski diselingi candaan, namun Akbar tetap fokus setiap Mila memberikan penjelasan, dan sesekali Mila memarahinya karna masih saja salah dalam menjawab soal yang dia berikan, bahkan Mila juga tidak segan-segan mencubitnya hingga membuat tangannya memerah.


"Lima soal ini kamu kerjakan dirumah, aku akan periksa jawabannya dua hari yang akan datang" ucap Mila menutup pelajaran mereka hari ini.


"Ahh... kenapa harus pake PR, yang dari sekolah saja sudah banyak" keluhnya. "Tidak usah pake PR lah" menolak tugas yang diberikan Mila.


"Kerjakan! dan jangan sampai ada yang salah, kamu akan mendapat hukuman kalau ada yang salah, jadi berusaha lah" sambil mengangkat tangannya yang dikepal.

__ADS_1


__ADS_2