
Nando menyenggol pelan tangan Akbar lalu menunjuk Mila dengan mulutnya. Akbar melihat sekilas ke arah Mila lalu kembali membaca bukunya.
"tuh kan sepertinya aku akan dipermalukan ni "gumam Mila dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya, sikap Akbar benar benar membuat keberanian Mila hilang seketika.
"ada apa Mila" Tanya nando
"hmm.... aku mau bicara sebentar dengan Akbar" jawab nya dengan ragu.
Mendegar itu Nando dan bima kembali bertatapan, dan Akbar masih tetap dengan bukunya, pura pura fokus membaca dan seolah tidak mendengar Mila.
"hmmm...baiklah kami akan pindah meja" sahut Bima lalu beranjak dari duduknya yang diikuti nando, dia memukul Pelan pundak Akbar sebagai isyarat mereka akan pindah meja.
Setelah tinggal berdua Mila kembali mengumpulkan keberaniannya untuk minta maaf pada Akbar.
"Akbar, apa aku boleh duduk di sini"ucapnya lirih
"ya" jawab Akbar singkat tanpa menoleh ke arah Mila.
"ya Tuhan, apa dia benar benar marah padaku" gumam Mila dalam hati sambil duduk di kursi yang di depan Akbar.
"soal kemarin, aku mau minta maaf" kata Mila memulai pembicaraan. Akbar tidak menyahut dia tetap fokus dengan bukunya.
"aku benar benar keterlaluan sudah mengusir kamu seperti itu, aku tidak tahu kalau ternyata kemarin itu bukan salah kamu, aku benar benar minta maaf Akbar" lanjut Mila dengan menundukkan wajahnya.
"kalau aku tidak mau memaafkan mu bagaimana" jawab Akbar datar dan mulai menatap Mila.
__ADS_1
"tolong maafkan aku Akbar" Mila mengangkat wajahnya dan menatap Akbar.
"maaf ku terlalu berharga untuk mu" dengan senyum sinis.
"hmm.... apa yang aku dapatkan kalau aku memaafkan mu" lanjutnya.
"ha ? apa apaan ini, pasti dia mau mengerjaiku, ingin sekali aku memukul kepala nya......owhhh tahan Mila, kali ini kamu harus minta maaf dulu" batin Mila sambil mengelus dadanya.
"kamu bisa makan bersama kami di panti, bunda akan memasakkan makanan yang enak untuk mu" jawab Mila seriang mungkin dan mencoba tersenyum.
"bukan kah kamu melarang ku untuk datang ke sana lagi " jawab Akbar santai
"maaf, itu karna aku sedang marah" jawab Mila dengan wajah yang memelas.
"maaf saja tidak cukup Mila"
"untuk mendapat maaf dari ku, kamu harus menerima dua syarat dari ku"
"syarat apa" jawab Mila mulai kesal karna Akbar mempermainkannya, tapi Mila tetap berusaha menahan rasa kesalnya Karna Dia harus minta maaf dan mengajak Akbar makan bersama seperti yang diinginkan bunda Rita.
"pertama kamu harus bersedia menjadi guru private ku setiap Jam istirahat, dan yang kedua setiap pulang sekolah kamu harus pulang dengan ku" jawabnya santai dan mulai memamerkan lesung pipinya.
"apa? aku tidak mau" jawab Mila dengan kesal
"kalau begitu aku tidak bisa memaafkan mu, ahhhh bahkan kamu mengatai ku tidak punya otak" ketus Akbar
__ADS_1
"apa tidak ada syarat lain"
"tidal ada" jawabnya spontan
"apa susahnya sih jadi guru private, bukannya kamu siswi berprestasi, harusnya itu tidak masalah bagimu, dan seharusnya kamu juga senang karna bisa pulang setiap hari dengan ku, sebagian besar cewek cewek di sekolah ini berharap bisa pulang dengan ku" kata Akbar dengan sombongnya.
"tapi aku bukan bagian dari mereka" jawab Mila dengan kesal.
"oh ya "goda Akbar dengan senyum jail. Mila berpikir sejenak.
"oke aku setuju" akhirnya Mila menyetujuinya.
"kamu menyetujuinya" ucap Akbar dengan girang
"iya"
"oke deal" balas Akbar dan mengulurkan tangannya
"deal" jawab Mila dan menyambut tangan Akbar.
Akbar tersenyum menang sementara Mila menatapnya dengan kesal.
"sekarang pergi lah, kamu mengganggu waktu membaca ku saja" kata Akbar dan mengusir Mila dengan tangannya.
"ihhhh kamu benar benar menyebalkan" gerutu Mila dalam hati lalu bergegas meninggalkan Akbar. Sementara Akbar tersenyum puas.
__ADS_1
bersambung......