Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Apa kamu cemburu?


__ADS_3

Akbar mengepalkan tangannya dengan pandangan tajam. Nando dan Bima mulai resah, mereka takut kejadian yang lalu terulang kembali. Bima ingin menenangkan Akbar namun takut salah ngomong, karna di situasi seperti ini, Akbar bisa berbuat keributan lagi.


"beraninya dia.... " kata Akbar lalu berjalan meninggalkan Bima dan Nando, dan serentak mereka pun mengejar Akbar. Mereka menuju kantin sesuai rencana awal mereka tadi. Sesampainya di kantin Akbar duduk di salah satu kursi yang ada di kantin tersebut yang diikuti Bima dan Nando.


"berani sekali dia... " umpat Akbar


"kenapa kamu semarah ini ? " kata Nando. Akbar tidak menyahut, namun dia menatap Nando dengan kesal.


"ayolah... apa yang membuat kamu marah seperti ini? " sambung Bima. "apa kamu cemburu? ohh... jadi benar kamu menyukainya" sambungnya lagi dengan nada mengejek. Mendengar ucapan Bima, Akbar jadi malu, dan mulai menyadari sikap konyolnya tadi.


"untuk apa aku cemburu" jawabnya sambil memalingkan wajahnya. Melihat tingkah Akbar, serentak Bima dan Nando tertawa.


"mengaku saja kalau memang menyukainya, kami akan mendukung mu" kata Bima di sela tawanya.


"jadi seperti ini sikap mu kalau lagi cemburu" ledek Nando sambil menahan tawanya. Bagi mereka ini adalah pemandangan yang menyenangkan, bagaimana tidak, selama ini Akbar selalu mengejek Nando dan Bima yang sering galau kalau pas berantem atau putus dengan pacar mereka, Akbar sering mengatakan kalau mereka tidak boleh lemah dengan cewek, baginya cewek itu adalah makhluk paling menyusahkan. Banyak cewek baik di sekolah ini maupun diluar sekolah yang berusaha mendekatinya tetapi selalu dia mengacuhkannya, bahkan terkadang kalau sedang kesal, Akbar tidak segan-segan membentak cewek yang mendekatinya, dan sekarang Akbar kesal melihat Mila bersama Rio, sementara Mila tidak peduli dengannya.


"kalau biasanya kamu yang mengacuhkan cewek, sekarang... lihatlah kamu...... , ini karma untukmu" ledek Bima.


"bisa diam gak" bentak Akbar dengan kesal. Namun dia juga tidak bisa mengelak dari apa yang dikatakan Bima karna kenyataannya dia memang menyukai Mila tapi terlalu gengsi untuk mengakuinya. Bima dan Nando terus menertawakannya.


**************************


Jam pelajaran telah usai, begitu mendengar bel berbunyi seperti biasa semua siswa SMA PELITA akan berhamburan dari kelasnya masing-masing, tapi tidak dengan Mila dan teman-temannya, mereka masih berada didalam kelas X IPA 3. Mila menunggu Akbar, karna semenjak kakinya mengalami luka, Akbar selalu menjemputnya kekelas X IPA 3 lalu memgantarkannya pulang. Namun sudah 20 menit berlalu setelah bunyi bel, Akbar belum muncul juga, padahal biasanya 5 menit setelah bunyi bel Akbar sudah berdiri di pintu kelasnya.


"kenapa Akbar belum datang juga sih" gerutu Nayra yang mulai bosan menunggu.


"entahlah, tidak biasanya dia seperti ini" sahut Mila sambil menatap pintu kelasnya.


"Mila, bagaimana kalau kita pulang saja?" sambung Nayra


"jangan gila kamu Nay, kalau Akbar nanti kesini dan tidak melihat Mila bisa-bisa dia akan membuat peraturan aneh lagi sama Mila" sela Irene


"ahhh... menyebalkan sekali, sebenarnya kalian punya hubungan apasih, kenapa kamu harus bersamanya terus? " kata Nayra dengan nada kesal dan penuh selidik


"jangan berpikiran gila Nay, aku tidak punya hubungan apapun dengannya" jawab Mila seolah mengerti maksud ucapan Nayra.


"tapi Mil, kalau tidak ada hubungan apa-apa kenapa dia mau mengantar mu pulang setiap hari ? atau mungkin Akbar menyukai mu...dan kamu tau...seluruh siswa disekolah ini mengatakan kalau kalian pacaran" sambung Irene dengan penuh semangat.


"mana ada orang memperlakukan cewek yang di sukainya seperti Akbar memperlakukan ku, jangan ngaco kamu" bantah Mila.


"bukannya dia memperlakukan mu dengan baik, dia mengantar mu pulang setiap hari karna dia tidak mau kamu pulang dengan cowok lain, bahkan dia mengobati luka mu waktu itu"

__ADS_1


Sejenak Mila dan Irene terdiam mendengar penuturan Irene.


"jadi sekarang kamu berpihak dengannya?" jawab Nayra dengan kesal. "justru karna Akbar kita tidak pernah bisa pulang bersama, dan kaki Mila terluka juga gara-gara Akbar, kenapa kamu malah menyebut itu sikap baik" sambil memandang Irene dengan geram.


"kamu terlalu membencinya Nay, jadi kamu tidak melihat sisi baiknya, coba deh.... "


"cukup...... " teriak Mila. "kenapa jadi berdebat seperti ini" keluhnya. "Irene, bukannya kamu mau pulang dengan Ifan, dia pasti menunggumu diparkiran, sebaiknya kamu segera menemuinya"


"tapi Mil......"


"sudah, kamu duluan saja" sambung Nayra


"baiklah, aku duluan ya". Irene pun keluar dari kelas itu meninggalkan Mila dan Nayra.


"kalau pun Akbar benar menyukai mu, aku tidak akan pernah setuju kalau kamu sampai pacaran dengan Akbar" kata Nayra, namun Mila tidak menyahut, dia hanya mendengus kesal.


Nayra merasakan ada getaran dari kantongnya, dan ternyata itu getaran dari Hp nya karna ada pesan masuk.


*Keluar sekarang atau aku tinggal, aku sudah didepan sekolah mu, jangan buat aku menunggu mu .


Milva*


"Milva sudah datang menjemput mu?"


"iya Mil, dia sudah di depan sekolah"


"ya sudah, kamu duluan saja, dia pasti akan memarahi mu kalau membuatnya menunggu lama" Mila tau betul bagaimana Nayra dan Milva, mereka berdua adalah saudara yang tidak pernah akur, bahkan untuk hal sepele saja mereka bisa berantem.


"kamu yakin akan menunggunya ? sebaiknya kamu pulang dengan ku saja, aku akan meminta Milva nanti untuk mengantar mu" Nayra tidak tega meninggalkan sahabatnya itu.


"aku akan tunggu sebentar lagi, kalau dia tidak datang dalam 10 menit aku akan pulang sendiri"


"menyebalkan... kenapa kamu tetap menunggunya seperti ini, ahh ya sudah, aku duluan ya" pamit Nayra lalu meninggalkan Mila. Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan sahabatnya sendirian seperti itu, tapi kalau dia tidak segera menemui Milva, maka perang antar saudara itu akan terjadi lagi.


Sesampainya diparkiran Nayra sedikit berlari menuju mobil hitam milik Milva, begitu sampai, dia membuka pintu mobil itu lalu memasukinya.


"kenapa lama sekali, besok aku tidak mau menjemput mu lagi" gerutu Milva sambil mulai menjalankan mobilnya.


"bawel...hanya menunggu sebentar saja kenapa harus marah"


"kamu sudah membuat waktu ku terbuang sia-sia" . jawab Milva dengan kesal. Nayra tidak menyahut lagi, kali ini dia berusaha mengalah, kalau dijawab lagi bisa-bisa Milva akan menurunkannya ditengah jalan.

__ADS_1


Milva melaju dengan kecepatan sedang, tidak ada obrolan diantara mereka, Milva sibuk dengan kemudinya, sementara Nayra sibuk dengan HP miliknya, dan tiba dilampu merah, Milva pun berhenti.


Begitu mobil berhenti, Nayra melihat sekelilingnya dan tidak sengaja melihat Akbar dengan motornya berada persis disamping mobil mereka.


"itu kan Akbar" gumamnya. Nayra membuka kaca mobilnya untuk memastikan apa dia tidak salah lihat, dan benar saja yang dia lihat itu adalah Akbar dengan motor yang biasa dia kendarai.


"ngapain dia disini, sementara Mila menunggunya" gerutunya sambil memandang Akbar dengan kesal.


"Akbar.... "teriaknya yang langsung mendapat tatapan kesal dari Milva.


"hei....jangan teriak seperti itu dimobil ku, memalukan sekali" kata Milva dengan kesal, namun Nayra tidak menghiraukannya.


Mendengar ada yang memanggil namanya, Akbar pun menoleh, dan dia melihat Nayra. Akbar membuka kaca helmnya dan melihat wajah Nayra dengan jelas.


"kamu sudah gila ya, bisa-bisanya kamu disini sementara Mila menunggu mu di kelas" teriaknya lagi. Akbar tidak menyahut, dia hanya diam dan mencerna apa yang dikatakan Nayra.


Milva yang kesal dengan tingkah kakaknya mencoba menarik tubuh Nayra lalu menutup kaca mobil.


"kenapa menutupnya, aku belum selesai dengan Akbar"


"memalukan... kenapa harus teriak seperti itu" bentak Milva. "jangan harap besok aku menjemput mu" ancamnya lalu mulai menginjak gas mobilnya karna memang sudah lampu hijau.


Sementara Akbar begitu lampu berganti ke hijau dia kembali menutup kaca helmnya, melajukan motornya dan memutar arah kembali kesekolah SMA PELITA. Sesampainya disana, dia berlari menuju kelas Mila.


Sementara Mila yang menunggu sedari tadi mulai beranjak dari kursinya. Mila melihat ke jam dinding kelasnya, sudah satu jam dia menunggu.


" kenapa dia tidak datang menjemput ku? ahh.... dan kenapa juga aku harus menunggu nya, harusnya tadi aku pulang dengan Nayra" Gerutu Mila dalam hati, entah kenapa dia merasa sedikit kecewa karna Akbar tidak datang.


"ada apa denganku ? kenapa aku malah berharap dia datang, padahalkan seharusnya aku senang, kalau dia tidak datang berarti mulai besok aku bisa pulang bersama Nayra dan Irene lagi" . Mila mengutuki dirinya sendiri dalam hati, dia mulai bergegas meninggalkan kelasnya, berjalan perlahan keluar dari ruangan itu, namun baru sampai dipintu kelas Akbar pun muncul dengan keringat yang bercucuran.


" Mila......


-


-


-


-


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2