Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Mama Akbar


__ADS_3

Akbar beranjak dari duduknya, begitu juga dengan Mila, dan Mama Akbar masih berdiri ditempatnya.


"Mama" sapa Akbar.


Sementara Mila menundukkan kepalanya.


"Maaf, Mama mengganggu kalian, Mama tidak tau kalau Mila ada disini" ucap Mama Akbar dengan menyelipkan seulas senyuman dibibirnya.


Setelah itu, dia pun keluar dari kamar tersebut.


"Akbar, sepertinya Tante marah aku ada disini" ucap Mila setelah kepergian Mama Akbar.


"Tidak mungkin, Mama sama sekali tidak punya alasan untuk marah padamu, lagi pula tadi Mama tersenyum padamu" jawab Akbar menenangkan Mila.


"Semoga saja" balas Mila.


"Sepertinya aku harus pulang sekarang Akbar, Mona mungkin sudah pulang kerja, dia sendirian di rumah"


"Baiklah, aku akan mengantar mu pulang"


"Max, Bunda pulang dulu ya" pamit Mila pada Maxwell.


"Umm... besok datang lagi ya Bunda" ucapnya penuh harap.


"Max, besok Bunda kerja, tidak bisa setiap hari mengunjungi mu" kata Akbar membuat pengertian untuk Maxwell.


"Setelah pulang kerja?"


"Tidak bisa" Akbar yang menjawab.


"Kalau hari libur, bagaimana?" dengan wajah memelas.


"Max..... " tegur Akbar


"Baiklah, Bunda akan datang lagi dihari libur" jawab Mila yang tidak tahan melihat wajah Maxwell.


Mendengar jawaban itu, Maxwell pun bersorak gembira.


"Anak ini sungguh menggemaskan" ucap Mila sembari mencubit pipi bulat Maxwell.


"Mila, kamu tunggu di depan, aku akan memanggil Linda dulu untuk menjaga Maxwell disini" kata Akbar.


"Oke" jawab Mila. "Max, bye bye" lalu keluar dari kamar Maxwell. Mila menuruni tangga dan berjalan melewati ruang tamu. Disana dia malah bertemu Mama Akbar yang ternyata belum pulang.


Mama Akbar tersenyum melihat kedatangan Mila.


"Tante " sapa Mila dengan senyum kaku.


"Mila" lalu beranjak dari duduknya. "Tante ingin bicara sebentar dengan mu"


"Mau bicara apa Tante?"


"Bagaimana kalau duduk dulu" lalu kembali duduk ditempatnya tadi, Mila menurut ikut duduk juga.


"Melihat kamu ada disini bersama Akbar dan Maxwell, Tante yakin, Akbar pasti sudah menceritakan yang sebenarnya terjadi di masa lalu"

__ADS_1


"Iya Tante" jawab Mila.


"Mila, Tante tau kamu pasti sangat terluka, tapi Tante harap kamu tidak terlalu membenci Akbar, karna sebenarnya dia tidak ada keinginan untuk meninggalkan mu, dia terpaksa menikahi Rania" ucap Mama Akbar dengan sungguh-sungguh.


Mila tidak menjawab, dia masih diam dan menundukkan pandangannya.


"Tante juga minta maaf Mila, ucapan Tante waktu itu pasti sangat melukai mu, maafkan kami Mila, kami benar-benar tidak punya pilihan saat itu" Mama Akbar mulai menangis.


Mila mulai mengangkat wajahnya dan mendekat ke arah Mama Akbar.


"Tante jangan seperti ini" sambil mengusap air mata Mama Akbar. "Aku sudah memaafkan dan melupakan semuanya" ucap Mila menenangkan Mama Akbar.


"Akbar sangat mencintai mu Mila, dia juga sangat terluka karena harus meninggalkan mu, Tante tahu dia sangat menderita namun dia berusaha tegar karena harus membesarkan Maxwell, bahkan dia merelakan masa mudanya untuk mengurus Maxwell, setelah menikah, Akbar sama sekali tidak bisa menikmati hari-harinya seperti anak muda lainnya"


"Iya Tante, Akbar orang tua yang hebat" puji Mila lalu tersenyum.


"Mila, Tante sangat berharap kalian bisa bersama lagi" kata Mama Akbar sambil menggenggam erat tangan Mila.


"Mama... " Akbar muncul menghentikan pembicaraan Mamanya dengan Mila.


"Akbar !" terkejut melihat Akbar yang sudah berada di sana dan melepaskan tangan Mila dari genggamannya.


"Ma, kenapa tidak bilang kalau akan kesini?" Akbar berjalan mendekat.


"Mama kebetulan lewat, jadi Mama mampir untuk melihat Maxwell, kata Linda dia masih rewel dan tidak mau makan"


"Mama tidak perlu khawatir, dia akan baik-baik saja, tadi juga sudah makan, ini sudah malam, Mama sebaiknya pulang, Papa akan marah kalau Mama pulang larut" kata Akbar memperingati Mamanya.


"Kamu selalu mengusir Mama" keluh Mamanya. "Mama mau lihat Maxwell dulu baru pulang" lalu meninggalkan Mila dan Akbar, dia berjalan menuju kamar Maxwell dilantai dua.


"Mila, ucapan Mama tadi tidak usah dipikirkan " ucap Akbar setelah berada didalam mobil. "Mama memang seperti itu, dia juga selalu minta maaf padaku dan terus-menerus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi" lanjut Akbar. Mila mengangguk.


"Apa Mommy Maxwell sudah menjenguknya?" tanya Mila tiba-tiba setelah terdiam beberapa saat.


"Rania? Dia sedang ujian di Amerika, jadi tidak bisa datang dalam waktu dekat ini" jawab Akbar.


"Maxwell pasti merindukan Mommy-nya"


"Tentu saja, tapi aku juga tidak bisa memaksakannya datang" jawab Akbar.


"Akbar, apa aku boleh menanyakan sesuatu?"


"Silahkan, tanyakan saja" jawab Akbar tanpa ragu.


"Kenapa kamu mau merawat Maxwell? maksud ku, kamu bisa saja kan menyerahkan Maxwell pada keluarga Rania, pasti sulit merawatnya sendiri" tanya Mila.


Akbar tidak langsung menjawab.


"Maaf, tidak dijawab juga tidak apa-apa, aku hanya penasaran" sambung Mila.


"Anak tidak minta dilahirkan, dan mereka juga tidak tahu apa-apa, tapi kenapa orang dewasa suka menelantarkan mereka" ucap Akbar. "Entah kenapa ucapanmu waktu itu selalu aku ingat, dan setiap melihat Maxwell sendirian, aku selalu mengingat kamu, mengingat Mona, dan semua yang di panti, karena sering kepanti, aku cukup tau bagaimana perasaan kalian, dan aku tidak ingin Maxwell merasakan hal seperti itu" menarik napas dan membuangnya kasar. "Dan sejujurnya aku tidak yakin keluarga Rania bisa merawatnya dengan baik" diakhiri dengan senyum yang membuat lesung pipinya muncul.


"Maxwell beruntung punya kamu" puji Mila.


"Tentu saja, Aku Daddy yang hebat" ucapnya dengan bangga. Lalu mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Sampai dirumah Mila, mereka turun bersama dari mobil. Akbar mengikuti Mila berjalan menuju pintu.


"Apa Mona sudah didalam?" tanya Akbar sambil mengintip dari kaca depan rumah itu.


"Sepertinya belum, pintunya masih terkunci dari luar" jawab Mila. "Kenapa dia belum pulang?" sambil melihat jam ditangannya.


"Apa mungkin dia ada pekerjaan tambahan?" duga Akbar.


"Entahlah" jawab Mila sambil membuka pintu rumahnya . "Aku masuk ya" pamitnya.


"Hmm... terima kasih sudah bersedia mengunjungi Maxwell, dia sangat senang bertemu dengan mu"


"Aku senang bisa bertemu dengannya, dia sangat lucu dan menggemaskan" balas Mila dengan senyum lebar.


Mila sudah ingin memasuki rumahnya dan akan kembali menutup pintunya, namun tiba-tiba Akbar menahan pintu itu.


"Mila, tunggu" cegah Akbar.


"Ada apa lagi?"


"Umm.. itu, karna kamu sudah berjanji akan mengunjungi Maxwell dihari libur maka kamu harus menepatinya"


Mila tersenyum mendengarnya.


"Kamu yang membuat janji, dan Maxwell akan terus menagihnya" sambung Akbar dengan gelagapan.


"Iya Akbar, aku akan menepati janji ku" jawab Mila meyakinkan.


"Ahh baiklah"


Mila kembali menutup pintu, dan lagi-lagi Akbar menahannya, seperti tidak mau meninggalkan tempat itu.


Mila menatapnya dengan menyipitkan keduanya matanya.


"Aku...aku akan pulang" lalu menarik tangannya dari pintu itu. Mila mengangguk. Akbar berbalik dan akan melangkah pergi, namun dia masih enggan untuk meninggalkan tempat itu, dia berbalik lagi. "Mila, selamat malam dan selamat tidur" ucapnya.


"Selamat malam juga, hati-hati dijalan Akbar" balasnya dengan senyum mengembang dikedua sudut bibirnya.


Akbar mengangguk dan membalas dengan senyumannya, lalu Akbar berbalik dan akhirnya benar-benar pergi.


Mila menatap kepergian Akbar hingga Akbar menaiki mobilnya, lalu menutup pintunya.


-


-


-


bersambung....


Terima kasih untuk yang terus mengikuti kisah Mila dan Akbar, terima kasih juga untuk semua komentar kalian. Meskipun tidak selalu membalasnya, tapi percayalah, semua komen yang masuk aku baca kok.


Semoga teman-teman terhibur dengan karya yang seadanya ini 😁😁😁😁


Sampai jumpa diepisode selanjutnya, dan jangan lupa like dan vote nya 😆😆😆

__ADS_1


Terima kasih....


__ADS_2