Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Dunia milik berdua


__ADS_3

Mila masih tertawa melihat ekspresi Akbar yang ia rasa sangat lucu. Akbar berdecak karna terus ditertawakan Mila. "Aku serius, jangan menertawai ku" ucapnya pelan, pandangannya terkunci hanya untuk Mila. "Apa masih cemburu ?" sambungnya, dan kali ini dengan serius.


"Tidak, tapi aku tidak mau kamu seperti itu lagi"


"Tidak akan" jawabnya sambil mengelus rambut gadis yang dihadapkannya ini dengan lembut.


Tidak lama kemudian bel masuk pun berdering dengan sangat nyaringnya, seluruh orang yang berada dilingkungan SMA pelita pasti bisa mendengar suara bel itu. Semua siswa yang tadinya berkeliaran mulai bergegas untuk memasuki kelasnya masing-masing.


"Aku antar kamu kekelas" ajak Akbar. Keduanya sama-sama beranjak dari duduknya lalu melangkah bersama menuju kelas XI IPA 3. Sepanjang jalan, semua mata tertuju pada mereka, banyak yang kagum melihat mereka, banyak yang menyebut kalau mereka adalah pasangan serasi, namun tidak banyak juga yang iri. Setiap bersama Akbar, Mila selalu saja menjadi pusat perhatian semua orang, hal ini membuatnya tidak nyaman. Terkadang dia meminta Akbar supaya mereka jangan sering bersama kalau lagi di sekolah, tapi Akbar tidak setuju dan menolaknya dengan tegas.


Sampai didepan kelas, mereka berpapasan dengan Nayra yang baru tiba dari kantin, gadis itu mendengus kesal begitu melihat mereka. Akbar yang sedari tadi menggenggam tangan Mila belum juga mau melepasnya, dia tersenyum dan mengeratkan pegangannya ketika Mila berusaha melepaskan tangannya. "Ayo lepas, aku mau masuk" tegur Mila sambil menggoyangkan tangannya, Nayra masih memperhatikan mereka.


"Sebentar lagi" masih tetap menahan Mila.


"Kamu harus kekelas juga, ayo cepat lepaskan" terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Akbar.


Akbar menggeleng, lalu tersenyum menatap Mila yang berusaha melepaskan tangannya. Dia menggenggam pergelangan tangan Mila dengan erat, namun tetap menahannya agar tidak membuat Mila kesakitan.


"Kalian pikir dunia ini milik kalian berdua, sudah bel masuk masih saja bergandengan" cibir Nayra. "Lepaskan tangannya dan pergilah ke kelas mu" menarik tangan Mila dari genggaman Akbar.


Sorot mata tidak suka langsung Akbar layangkan pada Nayra yang berhasil menarik Mila dari genggamannya. "Apa! pergilah ke kelas mu" tantang Nayra tanpa merasa takut sedikit pun.


Nayra menarik tubuh Mila untuk masuk kedalam kelas, Akbar masih memandangnya tidak suka, sementara Mila tersenyum melambaikan tangannya sambil mengikuti langkah Nayra.


Akbar berbalik dan berjalan menuju kelasnya. Dia berjalan setengah berlari supaya bisa sampai dikelas sebelum gurunya masuk.


*******


"Materi ini akan masuk diujian nanti, jadi Ibu harap kalian rajin mengulangnya dirumah" ucap guru Matematika bersamaan dengan bunyi bel yang berdering dengan kerasnya.


"Baik Bu" jawab siswa XI IPA 3 serentak.


"Baiklah, Ibu tutup pelajaran hari ini, silahkan pulang dengan hati-hati, sampai dirumah masing-masing dengan selamat, sampai jumpa minggu depan dan selamat siang" ucap guru tersebut lalu meninggalkan kelas. Begitu guru keluar semua siswa bernafas lega.


"Kenapa harus ada pelajaran Matematika ? Otakku habis diperas setiap belajar Matematika" keluh Nayra sambil menutup bukunya.


"Matematika itu penting, pelajaran ini akan banyak dibutuhkan dikehidupan kita sehari-hari" jawab Mila dan ikut menutup bukunya lalu menyusunnya kedalaman tas ransel miliknya.


"Cukup tau cara penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, aku rasa hidup kita akan baik-baik saja, lalu kenapa harus belajar dengan rumus yang begitu memusingkan?". Kali ini Mila tidak menjawab, sebagai balasan dia hanya tersenyum dan sedikit menggeleng. Mereka baru beranjak dari kursinya ketika Irene dan Ifan datang menghampiri mereka.


"Apa kalian akan pergi kencan lagi?"

__ADS_1


"Tidak" jawab Irene singkat. Dia menggeleng lalu menatap Ifan dengan wajah cemberut.


"Berantem lagi ya?" duga Mila sambil menunjuk Ifan, dan yang ditunjuk langsung menggeleng.


"Hari ini saja, aku sudah lama tidak pergi dengan mereka, besok aku akan pulang dengan mu" bujuk Ifan pada Irene yang membuat Nayra muak melihat drama ini, yang cewek sok merajuk dan sicowok berusaha merayu, ini adegan paling dibenci jomblo seperti dirinya. Padahal ini merupakan momen manis bagi mereka yang berpacaran.


"Ifan! Ayo" seru Yuda dan Parto yang sudah berada dipintu.


"Iya" sahut Ifan. "Aku pergi ya, kamu pulang hati-hati" pamitnya pada Irene dengan mengembangkan senyumnya berharap gadis ini tidak marah lagi. "Nanti aku telpon kamu" sambung Ifan lalu berlari mengejar Yuda dan Parto.


"Dia butuh waktu untuk bersenang-senang dengan teman-temannya" ucap Mila berusaha menenangkan Irene yang terlihat kesal.


Ketiga sahabat itu pun mulai berjalan meninggalkan kelas. Mereka berjalan beriringan menuju halaman depan untuk segera pulang. Kebisingan dijam pulang adalah hal yang dijumpai setiap hari begitu juga dengan hari ini, semua siswa merasa bahagia begitu mendengar bunyi bel, bahkan banyak dari mereka yang akan bersorak pas bel berbunyi dan langsung berlari keluar kelas untuk segera pulang, seolah sekolah ini seperti penjara bagi mereka, namun anehnya ketika hari libur mereka malah merindukan sekolahnya.


"Kamu tidak takut kalau nanti ketahuan pacaran sama Mama kamu?" ucap Irene disela-sela langkah mereka yang menyusuri jalan setapak.


"Takut" jawabnya spontan yang membuat Orang dan Mila terkejut. "Makanya hubungan kami tidak boleh sampai ketahuan" sambungnya.


"Bagaimana tidak ketahuan kalau kamu tiap hari kencan dengannya" sindir Nayra.


"Apa yang terjadi kalau Mama kamu sampai tahu?" sambung Mila dengan penasaran.


"Aku akan dikirim keluar negeri, aku akan dipaksa sekolah disana" jawabnya dengan lesu.


"Entahlah, tapi rasanya akan membosankan tinggal sendiri di negara orang"


"Ajak aku kalau kamu akan sekolah diluar negeri" canda Mila.


"Hahahaha baiklah" jawab Irene membalas candaan Mila.


"Kalau kalian berdua akan keluar negeri lalu aku dengan siapa disini?" Nayra mulai mengkhawatirkan nasibnya.


"Kamu ikut saja" jawa Mila yang disertai anggukan dari Irene.


"Kalian menghina ku? bahasa inggris ku sangat jauh dibawah rata-rata, bagaimana mungkin aku bisa sekolah disana" keluhnya yang langsung membuat Mila dan Irene tertawa dibuatnya.


"Baiklah, aku duluan ya" ucap Irene begitu sampai diparkiran dan melihat mobil jemputannya. " Daa...... " sambil melambaikan tangannya lalu masuk kedalam mobil yang menjemputnya.


"Kamu akan pulang dengannya lagi?" sambil mengarahkan pandangannya kerah Akbar yang sedang mengobrol dengan Nando.


"Iya, katanya ada tempat yang harus kami datangi"

__ADS_1


"Dimana?"


"Entahlah, dia tidak memberi tahu ku" jawab Mila sambil mengangkat kedua bahunya. "Apa Milva akan menjemput mu?"


"Iya, aku sudah mengirimkan pesan untuk menjemput ku, mungkin sebentar lagi dia akan datang"


"Kalau begitu aku duluan, daa... " lalu berjalan mendekati Akbar yang sudah sedari tadi menunggunya.


Akbar tersenyum lebar begitu melihatnya datang, senyum yang selalu menampilkan lesung pipi.


"Kita akan pergi kemana?"


"Kenapa masih menanyakan itu, ayo naiklah nanti juga kamu akan tahu" jawab Akbar. Mila akhirnya menurut dan menaiki motor Akbar. Beberapa detik kemudian mereka pun meninggalkan SMA Pelita.


Nando mendekati Nayra yang masih berdiri mematung menunggu jemputannya.


"Hmmm.... " berdiri disebelah Nayra. "Minta tolonglah, maka aku akan mengantarkan mu".


"Idih...siapa juga yang mau diantar sama kamu, sebentar lagi jemputan ku akan datang" menolak dengan tegas. Nando tersenyum mendengar penolakan tersebut, dia sama sekali tidak sakit hati akan jawaban Nayra, karna dia juga sudah tahu bahwa itu yang akan dikatakan Nayra, namun tetap saja dia senang menggodanya.


Nayra mengambil HP dari kantongnya, dia mencari nomor Milva dan mulai menghubungi nya.


"Halo!" ucapnya begitu panggilannya diterima.


"Ada apa?" jawab Milva dari seberang sana.


"Kamu dimana ? Kenapa belum datang juga?" seru Nayra.


"Pulanglah sendiri, kenapa selalu menyusahkan ku".


"Jemput sekarang!" mulai berteriak, namun tidak ada lagi jawaban. "Halo! Milva jemput aku! " dan ternyata Milva sudah menutup telponnya. "Kurang ajar" umpatnya kesal.


"Sepertinya jemputan mu akan segera datang, kalau begitu aku akan pulang juga" ucap Nando, padahal dia tahu kalau Nayra tidak akan ada yang jemput. Dia tertawa sambil menaiki motornya lalu meninggalkan Nayra yang semakin geram melihatnya.


"Nando berengsek" sambil menatap kepergian Nando.


-


-


-

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2