
Dengan tatapan tajam, Mila menghampiri Akbar yang terus tersenyum memamerkan lesung pipinya.
"Ngapain kamu disini" bentak Mila
"Mila, kenapa berbicara seperti itu?" sela Bunda Rita yang kaget dengan Mila yang membentak Akbar.
Akbar yang dibentak seperti itu hanya diam saja, meskipun sebenarnya dia ingin menjawab Mila, namun dia urungkan karna merasa segan dengan bunda Rita.
"Cepat katakan, kamu mau ngapain disini ? suara Mila makin mengeras. Bunda Rita yang bingung dengan sikap Mila mulai beranjak dari duduknya lalu mencoba menenangkan Mila.
"Mila, ada apa dengan mu, tidak boleh berteriak seperti itu, nak Akbar ada disini Karna dia mengantar Mona pulang, tadi di jalan dia gak sengaja hampir menabrak Mona"
Mendengar penjelasan bunda Rita, Mila semakin marah, emosinya semakin memuncak.
"Apa? jadi barusan kamu hampir mencelakai adik saya, kamu benar benar gak punya otak, sekarang kamu keluar dari rumah ini" bentak Mila dengan mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pintu.
"Mila, dengarkan Bunda dulu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, ini bukan sepenuhnya salah nak Akbar" Bunda Rita terus mencoba menenangkan Mila.
"Bunda kenapa harus belain dia, dia ini adalah orang yang suka mengganggu Nayra, suka mengganggu Mila dan teman teman Mila yang lain juga bun, dan sekarang dia hampir mencelakai Mona" balas Mila, kemudian Mila menarik tangan Akbar dan menyeretnya keluar.
Bunda Rita mencoba menahannya, namun tidak di hiraukan Mila. Mila terus menarik tangan Akbar hingga sampai di depan motor Akbar.
__ADS_1
"Cepat pergi dari sini, dan jangan coba coba ke sini lagi " ancam Mila dengan melototkan kedua matanya. Akbar tidak menyahut, dia tetap tenang bahkan tersenyum sekilas sembari menggelengkan kepalanya lalu menaiki motornya kemudian meninggalkan Panti Asuhan Nurul Iman tersebut. Sementara Mila makin kesal dengan sikap Akbar yang seolah tidak terjadi apa apa. Mila memandang kepergian Akbar dengan geram bahkan dia mengepalkan kedua tangannya saking geramnya dengan tingkah Akbar.
Setelah Akbar menghilang dari pandangannya dia pun kembali masuk ke ruang tamu, di sana masih ada bunda Rita. Mila duduk di samping bunda Rita, dan tidak Lama kemudian Mona datang menghampirinya.
"Kak Akbar kemana? tanya Mona sembari melihat kesekitar.
"Kakak sudah mengusirnya, berani beraninya dia mencelakai mu" jawab Mila dengan nada kesal.
"Kenapa kakak mengusirnya ? Tanya Mona dengan raut wajah sedih.
"Karna dia hampir mencelakai mu" jawab Mila tegas, Bunda Rita yang mendengarnya hanya geleng kepala.
Mendengar itu Mila terdiam menatap Mona dan bunda Rita secara bergantian.
"apa itu benar bun ? ucapnya lirih
"hmm" jawab Bunda Rita
"sekarang gimana Mona mau berterima kasih sama kak Akbar, kakak sudah mengusirnya" kata Mona dengan nada sedikit kesal.
Mila tidak menyahut, dia bingung dan mulai menyesal dengan sikapnya tadi lalu mengerutkan keningnya seraya menatap bunda Rita. "Mila harus bagaimana sekarang bunda" batin Mila
__ADS_1
"kamu harus minta maaf sama Akbar dan kalau bisa kamu ajak lah dia untuk main ke sini, bunda ingin mengajaknya makan bersama kita sebagai ungkapan terima kasih karna sudah membantu Mona, dan bunda mau secepatnya " ucap Bunda Rita seolah mendengar apa yang di pikiran Mila. Selesai berkata demikan bunda Rita beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Mila dan Mona.
Mila begitu frustasi, dia mengepalkan tangannya dan memukul pelan keningnya, "bodohnya kau Mila" gumamnya dalam hati. Sementara Mona memperhatikannya dengan bingung.
*************
Keesokan harinya di Jam istirahat, seperti biasa Mila bersama Nayra dan Irene ke perpustakaan. Mereka bertiga berjalan beriringin, sesampai di perpustakaan disana sudah terlihat Akbar, Nando, dan kali ini Bima juga ikut serta.
"Kenapa sekarang mereka begitu rajin ke perpustakaan ini "bisik Nayra pada Mila dan Irene sambil berjalan ke rak buku yang ingin mereka baca. Mila tidak menyahut begitu juga dengan Irene.
Selesai mengambil buku Nayra mencari tempat duduk yang berjauhan dengan Akbar, Irene pun mengikutinya. Sementara Mila masih mematung dengan buku di tangannya. Dia ingin minta maaf pada Akbar namun dia tidak punya keberanian untuk menghampiri Akbar.
"bagaimana ini, aku ingin minta maaf, tapi kalau aku ke sana terus dia mengusirku, ahh memalukan sekali" gumam Mila dalam hati sambil memperhatikan Akbar yang sedang membaca.
"tapi kalau aku tidak minta maaf, bunda Rita pasti akan memarahi ku" gumamnya Lagi.
Kemudian Mila pun mengumpulkan keberaniannya dan berjalan perlahan mendekati Akbar. Sesampai di depan Akbar, Mila kembali takut untuk berbicara dengan Akbar.
Nando dan Bima terkejut dengan kedatangan Mila, mereka saling bertatapan, sementara Akbar tetap fokus dengan bukunya.
bersambung.....
__ADS_1