Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Aku menyukai mu


__ADS_3

Akbar masih menatap Bima dengan tajam, sementara Bima masih saja menundukkan kepalanya tidak berani menatap balik Akbar, namun saat Nayra berlari, Bima meliriknya.


"Jangan pernah muncul dihadapan ku lagi!" kata Akbar dengan tegas.


"Maafkan aku Akbar" kali ini mulai memberanikan diri menatap Akbar, namun langsung kembali menundukkan kepalanya begitu melihat tatapan mematikan dari Akbar.


"Kenapa minta maaf padaku? minta maaflah pada Nayra, kamu sudah mempermainkan perasaannya"


"Iya, aku akan minta maaf padanya" sambil menganggukkan kepalanya.


"Pastikan pacar mu tidak mendatangi Nayra lagi, dan ini terakhir kalinya aku melihat mu, mulai besok aku tidak ingin melihat mu disekolah ini lagi" kata Akbar dengan tegas yang membuat Mila terkejut mendengarnya.


"Akbar.... " tegurnya. Akbar menoleh ke arahnya lalu menarik tangan Mila dan membawanya pergi dari sana.


Sampai diparkiran, Mila menghempaskan tangan Akbar yang sedari tadi menariknya.


"Kenapa kamu bilang seperti itu pada Bima ?" dengan memasang wajah protes.


"Lalu aku harus bagaimana ? aku ingin memukulnya setiap kali melihat wajahnya, jadi lebih baik dia tidak berada disekolah ini" jawabnya dengan santai.


"Tapi dia teman mu, dia juga sudah minta maaf" masih saja protes.


"Lalu kamu mau Nayra melihatnya setiap hari, kamu tidak memikirkan perasaan Nayra?". Mila tertegun mendengar kalimat Akbar. "Aku saja tidak bisa memaafkan perbuatan Bima, bisa-bisanya dia mempermainkan perasaan orang seperti itu, kamu lihat tadi, Nayra langsung berlari begitu melihat Bima" . Akbar menarik napasnya dalam-dalam.


"Nayra juga tidak pernah suka melihat mu" balas Mila.


"Aku dan Nando memang sering menjahilinya, tapi kami tidak pernah menyakitinya"


"Tahu dari mana kamu tidak menyakitinya" jawab Mila dengan kesal.


"Berhentilah berdebat, kamu mau pacar Bima datang lagi dan mengganggu Nayra ?" Mila langsung menggeleng. Mereka tidak akan datang lagi kalau Bima tidak disekolah ini lagi". Sekarang Mila mengerti alasan Akbar mengusir Bima dari sekolah ini, ya sekolah ini memang milik keluarganya, tapi emang bisa seenaknya seperti itu mengusir orang. Mila memandangi Akbar yang sudah berada di atas motornya. "Kamu lihat apa? ayo naik" tegur Akbar. Mila menggeleng menolak ajakan Akbar.


"Aku akan pulang dengan Nayra " jawabnya. "Nayra kemana?" menyadari temannya yang tidak terlihat diparkiran, Mila melihat sekeliling parkiran, namun Nayra tidak terlihat sama sekali. Mila mengambil handphonenya berniat menghubungi Nayra, tapi sms dari Nayra terlebih dulu masuk.


**Aku sudah pulang duluan, k*amu pulanglah dengan Akbar, tidak perlu mencemaskan ku, aku baik-baik saja. Nayra.


"Dia sudah pulang" ucap Mila begitu selesai membaca pesan Nayra. Akhirnya Mila pun menurut menaiki motor Akbar. Mereka pulang bersama. Akbar melajukan motornya dengan kecepatan sedang, dia mengantarkan Mila sampai di depan panti. Mila turun dari boncengan Akbar.


"Terimakasih" ucap Mila.


"Besok aku akan menjemput mu jam 5 sore" ujar Akbar.


"Kemana?" Mila bertanya dengan dahi berkerut, dia merasa tidak ada janji akan pergi bersama Akbar.


"Pelantikan pramuka, kamu sudah janji akan menghadiri undangan ku" jawab Akbar dengan sedikit kesal.


"Aku tidak pernah menyetujuinya" bantah Mila.

__ADS_1


"Aku sudah minta izin sama bunda mu dan pak dedi, mereka sudah mengizinkan"


"Tapi aku tidak mau !" seru Mila.


Akbar tidak menjawabnya lagi, dia menyalakan kembali mesin motornya lalu memutar meninggalkan panti itu. Mila menatap kepergiannya dengan wajah kesal, dan setelah Akbar menghilang dari pandangannya, dia pun masuk kedalam panti.


*****


Pelantikan pramuka


Sesuai yang dikatakan Akbar, jam 5 sore dia datang menjemput Mila. Mila yang katanya tidak mau datang tapi tetap bersiap-siap sepulang dari sekolah. Dia bahkan sudah duduk di depan panti menunggu Akbar padahal jam masih menunjukkan jam 4.


Akbar pun datang dengan seragam pramuka lengkap. Mereka pamit pada Bunda Rita dan Pak Dedi lalu melaju menuju SMA Pelita. Sampai disana, Akbar memarkirkan motornya, dan mengajak Mila ke lapangan sekolah yang biasa digunakan upacara setiap hari senin. Tempat ini juga akan dijadikan tempat upacara pelantikan pramuka nanti malam, dan disini juga akan dibuatkan api unggun. Semua orang terlihat sibuk, menyusun kayu bakar, Akbar sebagai ketua pradana juga ikut membantu.


Mila duduk di tepi lapangan memperhatikan mereka yang tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Sebagian terlihat sedang latihan berbaris untuk upacara, mereka sangat bersemangat meski harus latihan berulang.


Mila mulai merasa bosan disana, dia beranjak dari duduknya, dan begitu dia berdiri, Irene sudah ada di hadapannya. Irene bersama Ifan, Parto dan juga Tio.


"Irene.... " sapanya. "Kenapa kalian bisa disini?" sambungnya dengan dahi berkerut. Ini adalah acara khusus anggota pramuka, selain anggota pramuka tidak boleh datang ke acara ini kecuali anggota Osis yang mendapat undangan.


"Bisa dong" sahut Irene dengan bangga. "Nayra lagi dijemput sama Yuda, sebentar lagi mereka sampai" lanjutnya.


"Nayra akan datang juga" tidak percaya dengan ucapan Irene. "Kok bisa? kalian bukan Osis, kenapa bisa masuk?"


"Aku kan Osis Mil" jawab Tio dengan bangga. "Aku yang membawa mereka" sambungnya.


"Huhu.... " sorak Parto dan Ifan pada Tio.


Tidak lama kemudian Rio pun datang menghampiri mereka dan ikut bergabung. Tanpa mereka sadari sepasang mata milik Akbar dari tadi memperhatikan mereka dari tengah-tengah lapangan, dia menatap kesal saat Rio ikut bergabung disana.


"Bagaimana kalau kita ke aula, anggota Osis lain berkumpul disana" ajak Rio.


"Tapi Nayra belum datang, bagaimana kalau kita menunggunya" jawab Mila.


"Aku sudah pesan dengan yang jaga di depan, mereka akan memberi tahu Nayra kalau kita menunggu di aula" bala Rio. Mereka akhirnya setuju dan mengikuti langkah Rio menuju aula.


Melihat Mila ikut bersama Rio, Akbar sangat kesal dan berniat menarik Mila dari sana, tapi beberapa langkah dari tempatnya, seseorang memanggilnya.


"Kak Akbar" seru orang tersebut yang membuat Akbar berhenti dan menoleh ke asal suara itu. "Tolong kak, tenda kami sampai sekarang belum bisa berdiri" ucapnya. Sebagai senior Akbar memang kerap dimintai tolong oleh juniornya, dan sebagai pradana Akbar memang bertugas untuk memastikan semua aman dan berjalan lancar. Akbar menatap Mila yang semakin menjauh, dia mengikuti orang yang meminta tolong tadi dan membantunya membuatkan tenda.


*****


Acarnya yang ditunggu-tunggu pun tiba, upacara pelantikan pramuka sekaligus api unggun pun dimulai. Semua yang bertugas menjalankan tugasnya dengan baik, upacara berjalan lancar, hingga api unggun pun sudah berlalu. Mereka mengelilingi api unggun sambil menyanyikan lagu pramuka, semua bersorak gembira, tidak terkecuali Mila.


Mila terlihat sangat menikmati acara demi acara yang berjalan, ditambah ada Irene dan juga Nayra yang datang sekitar dua jam yang lalu. Mila masih gabung bersama teman-temannya, Rio dan Tio juga masih bersama mereka. Mila begitu senang sampai lupa dengan Akbar, dia melupakan Akbar yang membawanya ke tempat ini.


Acara selesai, mereka pun membubarkan diri, anggota pramuka kembali ke tenda masing-masing, sementara mereka yang diundang kembali ke aula. Sesampai di aula mereka duduk berkumpul dan berbincang-bincang.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan tengah malam, sebagian dari mereka sudah tertidur pulas, namun Mila, Nayra dan Rio masih terjaga.


"Aku haus" kata Mila sambil melihat kesekitarnya, barangkali ada air minum disana.


"Air minum ada di gudang" jawab Rio


"Kalau begitu aku ke gudang dulu" dan mulai beranjak dari duduknya.


"Aku akan menemani mu, ini sudah tengah malam" kata Rio menawarkan diri dan mulai beranjak.


"Tidak perlu kak, aku akan ke sana sendiri, di luar masih banyak anggota pramuka kok" tolak Mila dan bergegas keluar dari aula itu. Dia berjalan menuju aula. Sesampainya disana dia memasuki gudang tersebut dan mencari air mineral. Setelah berkeliing akhirnya dia pun menemukan kardus air mineral yang masih utuh, dia membukanya lalu mengambil satu botol dan meminumnya beberapa tegukan.


"Aku benar-benar kehausan" ucapnya dan kembali menutup botol mineral itu.


Begitu Mila ingin keluar dari gudang tersebut, tiba-tiba Akbar masuk kesana.


"Akbar... "sapanya dengan senyuman di bibirnya. Akbar tidak menjawab dan malah menatapnya dingin lalu berjalan masuk kedalam gudang. Mila berbalik dan menatap Akbar yang yang kini sedang membuka satu botol mineral dan meminumnya.


"Kamu dari mana saja, aku tidak melihat mu dari tadi" kata Mila, namun Akbar masih saja diam.


"Sepertinya kamu sibuk, kalau begitu aku duluan" ucap Mila dengan sedikit kecewa dan mulai melangkahkan kakinya berniat meninggalkan tempat tersebut.


"Apa kamu senang?" suara Akbar menghentikan langkah Mila, dan dia berbalik menatap Akbar. "Apa kamu merasa senang?" ulang Akbar yang membuat dahi Mila berkerut tajam.


"Apa? aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan" jawab Mila.


"Aku yang membawa mu ke tempat ini, tapi kenapa kamu terus menerus bersama Rio, apa kamu senang bersamanya? " seru Akbar. Mila terdiam mendengar penuturan Akbar dan menatapnya tanpa berkedip. "Aku tidak suka kamu dekat dengan Rio, aku cemburu setiap kali melihat mu dengannya, aku menyukai kamu Mila....apa kamu segitu bodohnya sampai tidak sadar aku menyukai mu" teriak Akbar dengan penuh emosi dan tatapan tajam.


Hah... dia bilang suka padaku tapi kenapa berteriak mengatai ku bodoh, dia sedang menyatakan perasaannya atau sedang memarahi ku?. Batin Mila dengan jantung yang berdegup kencang.


Akbar meletakan botol mineral yang ditangannya, lalu berjalan mendekati Mila, dia melunakkan pandangannya, lalu meraih tangan Mila.


"Mila.... aku menyukai mu, aku ingin jadi pacar mu, apa kamu mau berpacaran dengan ku? " ucapnya, dan kali ini dengan suara lembutnya sambil menatap kedua mata Mila.


Mila masih terdiam tidak bisa berkata apapun, jantungnya masih berdetak dengan sangat kencang, dia bahkan bisa mendengar setiap detakannya.


"Aku tidak minta kamu menjawabnya sekarang, kamu bisa menjawabnya kapan kamu mau" sambung Akbar, dia melepaskan tangan Mila lalu berjalan mendahului Mila.


Akbar sudah dipintu gudang, kemudian Mila berbalik menatapnya.


"Aku mau..... " teriak Mila yang membuat langkah Akbar terhenti, dia berbalik menatap Mila. "Aku mau jadi pacar mu" lanjut Mila lalu menundukkan kepalanya. "Aku juga menyukai mu" sambungnya lagi.


Akbar sangat senang mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Mila, dia tersenyum lebar menampilkan lesung pipi dan berjalan menghampiri Mila, begitu sampai di depan Mila dia langsung menarik Mila dan memeluknya.


-


-

__ADS_1


-


bersambung.....


__ADS_2