
Irene mengantar Mila dengan mobil yang biasa mengantar jemputnya. Tiap hari Irene selalu diantar jemput oleh supirnya.
"sorry ya irene, aku jadi ngerepotin" ucap Mila karna merasa tidak enak, padahal awalnya dia ingin pulang sendiri, tapi karna ada Rio dia malah minta diantar oleh Irene.
"tidak perlu sungkan seperti itu Mila, aku senang bisa mengantar mu" jawabnya dengan senyum
"hmmm... tapi kamu kenapa tidak mau diantar oleh kak Rio" lanjutnya
"aku tidak suka dengannya, Kak Rio tidak ada bedanya dengan Tio, suka mendekati siswi yang dianggapnya cantik, dan setiap kali kak rio menyapaku akan banyak siswi yang menghampiri ku yang mengaku pacarnya dan melarang aku mendekatinya, padahal jelas2 kak Rio yang mendekati ku"
"jadi kak Rio itu Playboy, ahhh padahal aku begitu mengaguminya" keluh Irene
"tapi bisa saja siswi2 yang mendatangi mu itu berbohong, mungkin mereka hanya iri denganmu" sambungnya lagi
__ADS_1
"tetap saja aku tidak suka" balas Mila
"apa kamu benar benar tidak menyukainya? coba bayangin kalau kamu pacaran dengan kak Rio, kalian akan jadi pasangan serasi, mila si bunga sma pelita dengan Rio si ketua Osis sma pelita, kalian akan jadi pasangan fenomenal" sambil membayangkan Mila dan Rio berjalan berdua bergandengan tangan.
Mila tidak menyahut dia malah tertawa melihat tingkah Irene.
"yahh malah tertawa" lanjut Irene
"maaf nona, rumahnya arah kemana ya? tanya Supir Irene. Seketika Mila pun melihat keluar kaca mobil, ternyata mereka sudah sampai dipersimpangan, lalu Mila menunjukkan arah rumahnya atau tepatnya panti tempat dia tinggal. Tidak lama kemudian akhitnya mereka pun sampai di panti Nurul Iman.
"iya irene, aku emang tinggal di panti ini, aku dibesarkan di panti ini" jawab Mila
"setelah tau aku anak panti, apa kamu akan tetap mau berteman denganku? tanya Mila dengan menatap Irene.
__ADS_1
"aku tidak peduli dari mana kamu berasal, aku akan tetap berteman denganmu" jawab Irene dengan semangat. Mila senyum lalu turun dari mobil irene, Mila melambaikan tangannya kemudian mobil irene berlaku meninggalkannya. Setelah mobil Irene menghilang dari pandangannya mila melangkah masuk ke rumahnya.
******
Besoknya disekolah.
Hari ini Nayra tidak masuk sekolah, dia ijin karna harus menjaga omanya dirumah sakit. Mila begitu kesepian dengan ketidakhadiran Nayra. Mila melihat kesekeliling, jam istirahat biasanya dia dan Nayra akan langsung berlari ke perpustakaan, tapi kali ini dia hanya sendiri, Mila mau menjagak Irene namun Irene lagi ngobrol bersama Ifan yuda dan Parto, akhirnya dia memutuskan untuk pergi sendirian ke perpustakaan.
Ditengah jalan dia berpapasan dengan Tina dan Dara. Mereka menatap tajam ke arah Mila. Namun Mila tidak menghiraukannya dia berjalan lurus ke perpustakaan.
Sesampai di perpustakaan seperti biasa dia memilih buku Sastra kesukaannya lalu duduk bergabung dengan yang lain.
Mila begitu fokus dengan bukunya hingga tidak sadar kalau dia duduk bersebelahan dengan Akbar. Sekilas Akbar meliriknya. Kenapa dia sendiri gumam Akbar dalam hati, dan sama sekali tidak menghiraukan ku, padahal semua pengunjung perpustakaan ini menatap ku gerutu Akbar dalam hati sambil melihat ke semua orang di perpustakaan itu.
__ADS_1
Semua orang berisik membicarakan Akbar. Ada yang berbisik menanyakan siapa dia, ada yang berbisik begitu gantengnya dia, dan masih banyak lagi.
Bukannya membaca Akbar malah sibuk memperhatikan Mila yang sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Hingga bel masuk pun berbunyi.