
Mila dan Akbar ikut duduk bergabung dengan Nayra dan yang lainnya.
"Kenapa kamu dan Nayra datang kesini? mengganggu saja" bisik Irene dengan nada bercanda ditelinga Mila begitu Mila duduk disampingnya.
"Tanyakan saja pada Akbar, dia yang membawa ku ketempat ini" balas Mila sambil melirik Akbar yang duduk dihadapnnya.
"Apa kami mengganggu kencan kalian?" ucap Akbar sambil bergantian menatap Irene dan Ifan.
"Ti...tidak, siapa yang kencan? kami tidak kencan" jawab Irene berbohong, dia tidak ingin hubungannya dengan Ifan diketahui banyak orang.
"Kalau kalian berdua tidak berkencan, jadi siapa sebenarnya yang sedang kencan disini?" menatap Mila dengan penuh maksud, sementara yang ditatap langsung buang muka.
"Bukan kencan Akbar, kami hanya jalan-jalan dan makan saja ke tempat ini" kali ini Ifan yang menjawab. "Bukankah begitu?" menatap Irene untuk mendapatkan dukungan.
"Iya, hanya jalan-jalan dan makan saja" jawab Irene dengan senyum yang dipaksakan.
"Jalan-jalan dan makan berdua... bukankah jika pergi hanya berduaan maka itu disebut dengan kencan ? seperti aku sekarang dengan Mila, namun sialnya malah bertemu dengan kalian disini" ucap Akbar dengan senyum tanpa dosa. Nayra dan Irene langsung menerkam Mila dengan tatapan tajam.
"Omong kosong apa itu, jangan ngomong seenaknya, aku tidak sedang berkencan denganmu" balas Mila dengan kesal.
"Kita datang berdua, lalu apalagi kalau bukan kencan?"
"Tidak tau, kamu yang memaksaku datang ketempat ini" balas Mila lagi dengan suara yang meninggi.
"Aahhh menyebalkan, kenapa kalian semua malah berdebat seperti ini" keluh Bima.
"Kamu terlihat menggemaskan dengan wajah kesal seperti itu" sambung Akbar dengan senyum menatap Mila.
"Tutut mulutmu" bentak Mila
"Baiklah" lalu membekap mulutnya sendiri.
"Kalian memang pengacau" Irene kembali berbisik ditelinga Mila, tidak menyahut, namun membalas dengan tatapan tajam.
Akbar memanggil waiters yang kebetulan lewat, lalu memesan minuman dan makanan untuk disantapnya.
"Mila, kamu mau pesan apa? " ucapnya dan kali ini dengan suara lembutnya.
"Aku mau pulang" sahut Mila
"Ahh jadi mau makanan yang sama denganku, hmm baiklah, ini aku pesan masing-masing 2 porsi ya" kata Akbar pada waiters sambil menunjuk menu yang diinginkannya, si waiters pun mengangguk dan mencatat pesanan Akbar.
"Lihatlah, Akbar selalu bersikap manis dengan Mila, bahkan dia memesankan makanan untuk Mila" bisik Irene, kali dia berbisik ditelingan Nayra.
"Manis apanya? yang ada memuakkan" jawab Nayra dengan suara keras yang pastinya didengar semua yang duduk bersama mereka. Semua menatap Nayra dan setika Irene langsung mencubit lengan Nayra.
"Aw... sakit" keluhnya sambil menekan bekas cubitan Irene. "Kenapa kamu mencubit ku?"
__ADS_1
"Karna kamu bodoh" jawab Irene.
"Menyebalkan" ucapnya pelan sambil terus mengelus lengannya.
Tidak lama kemudian, pesanan Akbar pun tiba, diantar oleh waiters yang sama saat memesan tadi.
"Terima kasih" ucap Akbar begitu siwaiters selesai menghidangkan pesanannya.
"Ayo dimakan" ajaknya pada Mila dan mulai menyantap makanannya.
"Aku mau pulang, tidak mau makan" keluh Mila dan menolak makanan yang disodorkan Akbar.
"Astaga...aku belum izin sama Bunda akan pulang telat hari ini" panik mengingat dirinya belum memberi kabar pada Bunda Rita. Mila mengeluarkan handphonenya dan berniat akan menelpon Bunda Rita.
"Tidak perlu menelpon lagi, aku sudah memberi tahu Bundamu kalau hari ini kamu akan pulang telat" kata Akbar sambil mengunyah makanannya.
"Oh ya?" merasa tidak percaya, dan mencoba menyelidiki dari raut wajah Akbar, namun tidak terlihat sedang berbohong. Mila kembali menyimpan handphonenya. "Kapan kamu menelepon bunda?"
"Itu tidak penting, sekarang makanlah" suaranya mulai meninggi, akhirnya Mila pun menurut untuk makan karna dirinya juga sudah mulai merasakan lapar. Mereka semua menyantap makanan yang mereka pesan. Irene yang tadinya malu-malu untuk menyantap makanannya disaat hanya berdua dengan Ifan, kini bisa menguyah dengan normal, meski tadi merasa kencannya berantakan namun sekarang dia senang bisa berkumpul dengan teman-temannya.
Handphone milik Bima tiba-tiba berdering yang membuatnya segera mengeluarkan handphone tersebut dari kantongnya, melihat nama yang tertera disana, Bima tersenyum lalu pamit untuk mengangkat teleponnya. Kemudian Bima beranjak dari duduknya dan berjalan keluar cafe untuk mengangkat teleponnya. Nando memperhatikan Bima yang berjalan tergesa-gesa, setelah Bima menghilang dia berbalik menatap Nayra yang duduk dihadapannya.
"Apa?" kata Nayra tanpa suara begitu dia beradu pandang dengan Nando, lalu kembali menyantap makanannya. Nando pun kembali menyantap makanannya sampai habis.
"Aku mau pulang duluan" kata Nando begitu makanannya habis, lalu meneguk minumannya.
"Entahlah, namun tiba-tiba aku merindukan rumahku" balasnya lalu beranjak dari duduknya.
"Apa kamu ada janji ?" tanya Akbar
"Tidak, aku hanya tidak ingin mengacaukan kencan kalian, bukankah saat ini kalian sedang trible date" jawabnya lalu memungut jaketnya yang tadi dia letakkan.
"Hahahahha" Ifan tertawa mendengar jawaban Nando. "Kencan ini sudah kacau bahkan saat pertama kali kalian datang" seru Ifan. Irene langsung membekap mulut Ifan.
"Ini bukan kencan kok" balas Irene.
"Terserahlah, aku pulang dulu" lalu menepuk pundak Akbar dan meninggalkan teman-tempatnya.
Sampai diparkiran, Nando melihat Bima yang masih asyik menelpon, dia berjalan mendekati Bima yang berdiri membelakanginya.
"Baiklah sayang sampai besok ya" kata Bima lalu mengakhiri teleponnya.
Nando terkejut mendengar Bima memanggil sayang pada lawan bicaranya ditelepon. Bima berbalik dan tidak kalah terkejutnya melihat Nando yang tiba-tiba berada dihadapannya.
"Kamu menelepon siapa?" tanya Nando dengan penuh curiga.
"Ahh itu.. a aku... " Bima bingung harus menjawab apa. "Ahh kamu mau kemana? Apa sudah mau pulang" jawabnya menghindari pertanyaan Nando.
__ADS_1
"Iya, aku tidak ingin jadi obat nyamuk kalian" jawabnya datar.
"Hahaha..... baiklah, kalau begitu hati-hati" jawab Bima lalu bergegas meninggalkan Nando.
Nando kembali menatap Bima yang terlihat sengaja menghindarinya.
"Kenapa dia bersikap mencurigakan seperti itu?" gumam Nando.
***********
Selesai makan di Cafe, Akbar langsung mengantarkan Mila pulang kepanti. Sesampainya dipanti, Mila turun dari motor Akbar, begitu juga dengan Akbar.
"Kamu tidak pulang" kata Mila begitu melihat Akbar mengikutinya untuk ikut masuk kedalam.
"Tidak" jawabnya santai
"Kenapa tidak pulang saja" seru Mila
"Kamu mengusir ku " balas Akbar mulai kesal
"Iya, untuk apa juga kamu disini"
"Aku mau bertemu Mona" jawabnya lalu berjalan mendahului Mila.
Sampai di ruang tamu, Mona langsung berlari menghampirinya.
"Kak Akbar" seru Mona. Akbar tersenyum melihat Mona.
"Kenapa kakak datang lagi" tanya Mona
"Ingin bertemu denganmu" jawab Akbar sambil berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Mona.
"Kenapa Kak Akbar ingin bertemu denganku ? Apa kakak merindukan ku? " tanya Mona dengan malu-malu.
"Tentu, aku merindukan mu" balas Akbar sambil mengusap kepala Mona.
Mendengar itu, Mona langsung bersorak girang.
"Yey.... Kak Akbar merindukanku" teriaknya. "Kak, ayo ikutlah dengan ku" ajak Mona lalu menarik tangan Akbar untuk mengikutinya.
"Dia benar-benar menyukai Akbar" gumam Mila sambil geleng kepala setelah Akbar dan Mona menghilang dari pandangannya.
-
-
-
__ADS_1
bersambung.....